Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Marak Gerakan Dedolarisasi Menuju Kedaulatan Rupiah

Redaksi by Redaksi
Mei 15, 2023 8:13 pm
in Catatan
Gerakan dedolarisasi dan kedaulatan Rupiah

Prof. Murpin Josua Sembiring, SE. M.Si, Rektor Universitas Ma Chung dan Pengamat Ekonomi Internasional.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh : Prof. Murpin Josua Sembiring, SE. M.Si

Dunia tengah diramaikan dengan langkah sejumlah negara yang bersepakat untuk mengurangi dominasi Dolar AS dalam perekonomian. Setelah aliansi Dagang BRICS, Indonesia dan negara ASEAN mulai berstrategi meninggalkan Greenback. Upaya dunia termasuk Indonesia untuk lepas dari Dolar AS masih membutuhkan waktu panjang mengingat arus transaksi dagang dunia masih dikuasai Dolar AS.

READ ALSO

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Upaya mengurangi ketergantungan dolar AS yang kini marak dilakukan oleh negara-negara besar, seperti China, Rusia dan India semakin menjadi-jadi. Ternyata, hal ini juga sudah dilakukan oleh Indonesia. Hal ini ditunjukkan saat Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada 2023. Bank Indonesia (BI) mengandeng otoritas moneter se-ASEAN untuk menjalankan skenario mengurangi transaksi menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).

Istilah ini disebut dengan dedolarisasi, Upaya pemerintah atau bank sentral untuk menurunkan ketergantungan terhadap dolar AS. Upaya ini bisa berbentuk penurunan porsi dolar di cadangan devisa atau dalam hal perdagangan internasional, tidak lagi sebagai mata uang acuan untuk kebijakan ekonomi.

Upaya ini dituangkan dalam local currency transaction (LCT). LCT merupakan transaksi yang memudahkan masyarakat untuk bisa berbelanja di negara tujuan menggunakan mata uang lokal, dalam hal ini rupiah. Artinya transaksi ini lebih kepada untuk transaksi ritel. Hingga akhir 2022 total transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) dengan seluruh negara mitra telah mencapai US$ 4,1 miliar atau meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 2,5 miliar.

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan penggunaan fasilitas LCT oleh negara mitra akan terus meningkat seiring membaiknya iklim perdagangan dan minat untuk diversifikasi penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antar negara yang terus bertambah. Dari sisi pengguna LCT turut mengalami peningkatan yang signifikan. Sebelumnya BI mencatat pada 2018 penggunanya masih sekitar 101 pelaku, sedangkan pada akhir 2022 jumlahnya naik signifikan menjadi 1.596 pelaku.

Saat ini kerja sama LCT Indonesia sudah terjalin dengan China, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Kerjasama LCT dengan Singapura, telah ditandatangani nota kesepahaman atau MoU pada 29 Agustus 2022, dan tengah dalam tahap penjajakan implementasi pada 2023. Lebih lanjut, untuk kerjasama LCT dengan Arab Saudi dan India sudah ada dalam rencana BI, dan saat ini penjajakannya tengah berlangsung.

Rencana kerja sama transaksi dengan negara-negara ASEAN, terkait rencana pengurangan transaksi bilateral menggunakan dolar AS lewat kerja sama LCT. Dengan skema ini, eksportir yang ingin mengirim barang ke Malaysia dan Thailand bisa memakai uang Ringgit atau Bath. Tidak perlu dikonversi dua kali, yaitu dari rupiah ke dolar lalu dolar ke mata uang lokal tujuan ekspor. Transaksi LCT Indonesia dengan Jepang hingga Februari 2023 atau dalam dua bulan tembus USD 957 juta.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun 2022 sebesar USD 350 juta per bulan. Sementara jumlah pelakunya tumbuh dari 1.740 menjadi 2.014. LCT antara Indonesia dengan negara mitra akan semakin meningkat didorong oleh perekonomian Tiongkok yang membaik dan kerja sama baru dengan Korea Selatan dan Indonesia berencana membangun ASEAN Payment Connectivity.

Dedolarisasi, Begini Efeknya Terhadap Pergerakan Rupiah

Langkah Bank Indonesia (BI) untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS dalam transaksi perdagangan saat ini sangat strategis. Dedolarisasi akan membuat pergerakan rupiah lebih stabil. Ke depannya dedolarisasi akan bisa mengurangi tekanan dolar AS terhadap rupiah. Dampak positif tersebut belum akan dapat dirasakan dalam waktu dekat. Selama penggunaan dolar AS masih masif, rupiah masih akan sangat dipengaruhi pergerakan dolar AS dan dampaknya baru bisa terlihat setelah semakin banyak negara melakukan transaksi tanpa melibatkan dolar AS

Otoritas keuangan kita harus kembali kita ingatkan bahwa, semua transaksi, claim dana2 yang beredar di bisnis asuransi (jiwa,kecelakaan,kerugian dll) wajib smua dalam bentuk rupiah dan dilarang dalam bentuk dollar sekalipun itu asuransi asing yang bergerak diwilayah RI.(ini sebenarnya sudah lama ketentuannya namun tidak dijalankan dengan serius). RI gunakan kekuatan negosiasi, bargaining powernya, pertemanan/persahabatan antar negara, beri kompensasi yang menarik agar ada kesepakatan transaksi perdagangan global di kawasan negara2 asean, KTT, OKI, kawasan Negara PNG, Vanuatu, Fiji, Timor leste, RRT, Soviet dll menyatakan rupiah sah beredar di negara2 tsb. Cadangan devisa jangan lagi dalam bentuk dollar tapi dalam rupiah. Penyelesaian transaksi G to G maupun B to B maupun G to B wajib dalam bentuk rupiah. BI kita dorong untuk kerja keras perjelas komitmen kesepakatan bekerja sama penggunaan mata uang lokal masing-masing negara dalam transaksi bilateral atau local currency settlement (LCS) dengan Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura dan Filipina.

Praktek Dedolarisasi Indonesia Bersekutu Dengan Malaysia

eksportir sawit Indonesia menjual sawitnya ke Malaysia, Sang eksportir sawit menerima pembayaran menggunakan mata uang ringgit. Lalu, mata uang ringgit itu dikonversi ke dolar AS. Dari dolar AS baru dikonversi ke rupiah maka disana ada selisih kurs yang dirugikan mata uang rupiah kita. Dengan kerja sama LCS Indonesia dengan Malaysia, eksportir RI tak perlu mengonversi ringgit yang telah diterima ke dolar AS terlebih dahulu.

*Rektor Universitas Ma Chung dan Pengamat Ekonomi Internasional

Tags: DedolarisasiKedaulatan RupiahRektor Universitas Ma Chunguniversitas Ma Chung

Related Posts

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Next Post
Pilkades serentak di Kabupaten Malang

Partisipasi Masyarakat Saat Pilkades Serentak di Kabupaten Malang Capai 78,89 Persen

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.