Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Lebaran Bersama Muhammadiyah dan NU

Redaksi by Redaksi
April 20, 2023 3:15 pm
in Ruang Cendekia
Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi M.Ag atau biasa dipanggil Ahmad Inung.

Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi M.Ag atau biasa dipanggil Ahmad Inung. Foto/dok. for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi M.Ag (Ahmad Inung)*

Tugumalang.id – Saya baru saja mendapat kiriman informasi bahwa Pesantren Miftahul Huda, Gading Pesantren, Malang, menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 21 April 2023. Berarti Pesantren Gading Malang (begitu biasa disebut) akan melaksanakan salat Ied bareng dengan kawan-kawan Muhammadiyah.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Apakah Pesantren Gading Muhammadiyah? Pesantren Gading adalah salah satu pesantren dengan ke-NU-an 24 karat.

Saat kuliah S1, saya nyantri di pondok ini. Memang, salah satu kekuatan pondok ini adalah dalam bidang falak. Sejak dulu hingga kini, pesantren ini menggunakan metode hisab untuk menentukan 1 Syawal.

Apakah hanya karena hisab kemudian pesantren ini dicoret dari daftat pesantren NU? Sekedar informasi, salah satu ustaz pesantren Gading yang jago di bidang falak adalah Ustaz Ali Murtadho (Allah yarham).

Ustaz Ali Murtadho adalah salah satu pendiri dan pengasuh Pesantren Sabilur Rosyad, bersama dengan KH. Marzuki Mustamar. KH Marzuki Mustamar adalah Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur masa khidmat 2018-2023.

Terjadi beberapa kali di mana Pesantren Gading merayakan Lebaran berbeda dengan yang diputuskan pemerintah. Apakah terjadi kegaduhan dengan masyarakat sekitar? Selama saya menjadi santri dulu sampai sekarang tidak pernah mendengar ada peristiwa kegaduhan apa pun, baik dengan alasan sosial maupun agama. Semua berjalan baik-baik saja.

Biasanya yang ikut jemaah salat Ied di pesantren ini adalah para santri dan masyarakat sekitar yang mengakuinya. Hasil hisab hanya berlaku bagi internal pesantren. Sekalipun demikian, tak ada keharusan juga bagi setiap santri untuk mengikutinya. Sekalipun sebagian besar santri Gading akan mengikuti keputusan 1 Syawal pesantren daripada pihak lain, termasuk pemerintah.

Apakah mereka tidak tahu hadis Bukhari “shumu li ru’yatihi wa’fthiru li ru’yatihi” (berpuasalah [dengan patokan] melihat hilal dan akhirilah berpuasa [juga dengan patokan] melihat hilal)?

Mereka pasti tahu, bahkan hafal. Tapi sejauh yang saya tahu, hampir tidak ada perdebatan tentang hisab dan rukyah di kalangan santri senior yang kalau musyawarah kitab sangat mendalam ilmunya. Bagi mereka, mengikuti pandangan kiai juga adalah jaminan kebenaran dalam beragama. Khas ketawadhu’an santri-santri NU kepada kiainya.

Saya masih ingat sebuah peristiwa ketika NU memutuskan Idul Fitri berbeda dengan keputusan pemerintah (tahun tepatnya lupa, mungkinn1992 ataun1993). Kabar keputusan NU ini sangat telat tiba di desa saya.

Pagi itu sekitar pukul 7 ayah memutuskan untuk salat Ied. Ayah saya adalah seorang kiai NU. Kecuali beberapa keluarga Muhammadiyah, semua orang di desa akhirnya membatalkan puasa dan melaksanakan salat Idul Fitri saat itu juga, sekalipun sudah agak siang.

Rupanya keputusan ayah ini membuat tokoh Muhammadiyah di desa saya gusar. Dia mengirim anaknya yang seumuran saya untuk mencegah ayah menunaikan salat Ied hari itu. Sebagai kiai NU level kampung, ayah tetap mengikuti keputusan PBNU. Ayah hebat!

Entah mengapa, saat itu saya memutuskan ikut keputusan pemerintah. Saya tetap melanjutkan puasa dan rencananya besok mau salat Ied di masjid Muhammadiyah. Ayah dan ibu membiarkan saya tetap puasa.

Tak sepatah kata pun keluar dari lisan ayah dan ibu untuk memengaruhi saya. Bahkan saat maghrib, ibu tetap menyiapkan kolak untuk buka saya, sebagaimana kebiasaannya setiap Ramadan.

Malam harinya, ibu dengan suara lirih meminta saya untuk membatalkan rencana ikut salat Ied di masjid Muhammadiyah esok hari. Beliau tidak mengeluarkan dalil-dalil agama tentang hisab dan rukyah. Beliau hanya menjelaskan bahwa saya harus menjaga perasaan ayah.

Oh ibu, betapa engkau jauh lebih mengerti makna Idul Fitri. Sejak peristiwa itu, saya memahami bahwa saat Lebaran adalah saat untuk saling memaafkan, bukan saling sindir dan mengumbar makian.

Bukankah kita sudah terbiasa dengan perbedaan. Mengapa kita tak pernah bisa mengambil pelajaran. Jika saudara-saudara Muhammadiyah telah memutuskan 1 Syawal jatuh di Jumat 21 April 2023, mari kita sepenuh hati menghargainya.

Untuk saudara-sadaraku Muhammadiyah, jika ada yang mengolok dan melarang-larangmu, hatiku juga terluka. Karena kita saudara. Aku mengikuti teladan Gusku, Gus Menteri Agama, Gus Yaqut Cholil Qoumas, yang segera bersuara memberi pembelaan saat saudara-saudara Muhammadiyah dilarang menggunakan lapangan untuk salat Ied di Sukabumi dan Pekalongan.

Lebaran adalah saatnya berbagi, bukan memaki. Saatnya bersalaman, bukan bermusuhan. Saatnya saling memaafkan, bukan saling menghamburkan sindiran.

*Penulis adalah Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Editor: Herlianto. A

Tags: 1 SyawallebaranMuhammadiyahNU

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Spot spot yang ada di destinasi Malang Sky Land.

Destinasi Baru Malang Sky Land Segera Dibuka Sambut Libur Lebaran

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.