Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Roda Tank Kompeni Dijadikan Keset di Masjid Tertua Kota Batu

Redaksi by Redaksi
April 22, 2023 10:00 am
in Asli Malang
Bekas roda tank yang digunakan menjadi keset kaki di Masjid Al Mukhlisin, masjid tertua di Kota Batu, Jawa Timur.

Bekas roda tank yang digunakan menjadi keset kaki di Masjid Al Mukhlisin, masjid tertua di Kota Batu, Jawa Timur. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Masjid Al Mukhlisin menjadi saksi bisu perjuangan panjang pejuang Indonesia merebut kemerdekaan. Artinya, masjid ini juga menjadi saksi berkembangnya Kota Batu dari masa ke masa.

Sejumlah jejak peninggalan masa lampau masih tersisa di sana. Salah satunya yang paling unik adalah roda tank. Roda tank berbentuk lempengan besi ini dipasang sebagai tempat mengesatkan kaki alias keset di depan serambi masjid.

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Jadi, jika Anda biasa menjumpai keset luar berupa lantai berubin kasar atau dari bebatuan, di sana tidak. Keset itu akan Anda jumpai dalam bentuk roda tank. Keberadaan roda tank ini menjadi penanda penting bahwa masjid itu memiliki sejarah yang panjang.

Usut punya usut, penemuan roda tank ini mulanya terjadi pada saat proses renovasi kedua, yakni pada 1996. Waktu itu, warga menemukan roda tank ini di bawah pondasi menara masjid. Saat itu, roda tank ini ditemukan sudah bercampur dengan bebatuan.

Masjid Al Mukhlisin merupakan masjid tertua di Kota Batu, Jawa Timur. Dibangun pada 1831 Masehi oleh salah satu murid Pangeran Diponegoro bernama Mbah Matsari atau KH Zakaria di Jalan Lahor, Dusun Macari, Pesanggrahan. Foto/Azmy

”Waktu itu sempat dibeli orang, katanya mau dibuat hiasan di depan rumahnya. Tapi gak tahu kenapa tiba-tiba dikembalikan lagi. Takut katanya,” kisah Choirul Anam, Ketua Takmir Masjid Al Mukhlisin pada Tugumalang.id, Minggu (9/4/2023).

Akhirnya, roda tank itu disimpan kembali. Hingga pada proses renovasi keemmpat, takmir masjid berinisiatif untuk memasangnya di depan teras masjid sebagai penanda sejarah masjid.

”Tujuannya sebagai penanda sejarah masjid ini dan sekaligus bisa difungsikan untuk mengesatkan kaki sebelum masuk area suci masjid,” tuturnya.

Adanya roda tank ini tak lepas dari sejarah panjang penjajahan Belanda yang juga menjajah wilayah Kota Batu. Di Dusun Macari inilah, Mbah Matsari atau KH Zakaria mendirikan pondok yang juga menjadi salah satu basis komando pasukan santri saat Agresi Militer Belanda ke-2.

Dikisahkan, tentara Belanda sempat berhasil memasukkan tank ke wilayah Dusun. Namun ketika berhasil merangksek ke dalam, tank ini dilumpuhkan oleh pasukan Santri.

Seiring waktu, bangkai kendaraan tempur milik Belanda itu masih teronggok di tempat yang sama. Hingga akhirnya oleh warga setempat dibongkar agar memudahkan akses ke masjid.

”Kisah dari orang-orang tua, dulu tank ini gak bisa keluar dari wilayah ini hingga akhirnya dibongkar sendiri sama warga,” paparnya.

Selain roda tank, sejumlah jejak peninggalan kuno yang masih tersimpan di Masjid Al Mukhlisin seperti Mihrab kuno, sumur, hingga kolam kuno.

Di Dusun Macari ini diyakini menjadi salah satu basis komando pasukan santri melawan Belanda. Pasalnya, Pangeran Diponegoro mengutus para muridnya untuk menyebar ke seluruh penjuru Jawa untuk menyebarkan agama Islam.

Salah satu tokoh tersebut adalah Mbah Matsari atau kini lebih dikenal dengan nama KH Zakaria. Beliau merupakan pejuang hizbullah, murid dari Pangeran Diponegoro.

Konon, Pangeran Diponegoro mengutus para muridnya menyebar ke seluuh penjuru Jawa untuk menyebarkan agama Islam. Dusun Macari di Kota Batu menjadi daerah yang dipilih KH Zakaria untuk membangun masjid dan pesantren.

Dulu, sehari-hari KH Zakaria merupakan petani kopi, Kebunnya sangat luas meliputi wilayah Lesti, Klebengan, Alun-Alun Kota Batu hingga Kelurahan Ngaglik (Museum Angkut). Termasuk di wilayah Dusun Macari.

Sembari bertani, KH Zakaria berdakwah dengan membangun pondok pesantren di mana sebelumnya mayoritas warga setempat memeluk Hindu. Hal ini dibuktikan dari penemuan Patung Bramancari yang merupakan peninggalan agama Hindu, tak jauh dari lokasi masjid.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: masjidMasjid TertuaRoda TankTank

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Suasana kolaborasi antara industri, mahasiswa dan anak magang berproduksi bersama di Bengkel Vokasi UMM.

Kenal Robotika Sejak Dini Berkat Praktik di Bengkel Vokasi UMM

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.