Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Minim Ruang Unjuk Gigi, Seniman Asli Malang Semakin Tersisih

Redaksi by Redaksi
April 1, 2023 5:08 pm
in Budaya
Ki Sholeh Adi Pramono.

Ki Sholeh Adi Pramono. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Keberadaan seniman asli Malang semakin terancam oleh seniman-seniman dari luar daerah. Kendati para seniman ini masih eksis, namun mereka kekurangan ruang untuk mempromosikan seni-seni yang berasal dari Malang ke masyarakat luas.

Seniman legendaris asal Kabupaten Malang, Ki Sholeh Adi Pramono, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, DPRD Kabupaten Malang, serta perguruan tinggi yang ada di Malang untuk turut aktif dalam melestarikan budaya asli nenek moyang.

READ ALSO

Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Setidaknya, para seniman ini diundang untuk mengisi sesi hiburan di kegiatan-kegiatan penting.

“Ada 141 dalang wayang malangan, nggak pernah diundang ke acara Pemkab Malang. Dalang yang biasanya diundang justru berasal dari luar daerah, seperti Surakarta,” ujar Ki Sholeh saat ditemui di Padhepokan Mangun Darmo yang berada di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

Meski jumlah dalang masih cukup banyak, tetapi alat-alat untuk wayang kulit malangan kini sudah banyak dibeli oleh para kolektor. “Wayang malangan itu wayang tua,” kata Sholeh.

Untuk mencegah agar wayang kulit malangan tidak punah, Sholeh berharap Pemkab Malang bisa memberi ruang bagi para dalang untuk berkiprah.

Hal ini agar seniman Malang tidak termarjinal. Ini sekaligus bisa mengenalkan pada masyarakat bahwa Malang punya wayang yang khas, berbeda dengan daerah lain.

“Setidaknya waktu hari jadi Kabupaten Malang, di beberapa kecamatan serentak menggelar pertunjukan wayang. Atau satu bulan sekali ada pertunjukan seni di mana, misalnya di gedung kesenian Kabupaten Malang,” ujarnya.

Ia menyayangkan keberadaan wayang kulit malangan kini seperti tersisihkan. Padahal, dulu banyak orang luar negeri, seperti Jerman dan Australia, datang ke Malang untuk mempelajari wayang kulit.

“Wayang malangan itu mendapat anugerah Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tapi apa ada gaungnya? Tidak ada sama sekali,” kata Sholeh.

Kemudian wayang topeng malangan juga pernah mendapat anugerah Memory of the World (Ingatan Kolektif Dunia) dari UNESCO untuk kisah Panji Asmorobangun. Sholeh menyayangkan potensi ini tidak dikembangkan dengan baik oleh pemerintah. Bahkan, menurutnya, pemerintah cenderung tak acuh terhadap seniman di Kabupaten Malang.

Ini tercermin dari minimnya porsi dana untuk kesenian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang. Menurut Sholeh, memang ada dana hibah untuk komunitas dan sanggar. Akan tetapi, komunitas dan sanggar tersebut harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Organisasi yang punya NPWP ya organisasi yang jalan (beroperasi secara rutin). Kalau senimannya orang desa ya buat apa (mengurus NPWP)?” kata Sholeh.

Kepada DPRD Kabupaten Malang, Sholeh berharap mereka bisa turun langsung untuk mendengar keluh kesah seniman. Salah satu harapan Sholeh adalah adanya peraturan daerah (perda) yang mengatur bahwa ada sekian persen dari APBD Kabupaten Malang yang harus dialokasikan untuk melestarikan kesenian asli Malang.

“Harapan kami ada perda, supaya sekian persen dananya dikembalikan untuk seniman untuk pengembangan kesenian asli malangan,” tutur Sholeh.

Terakhir, ia berharap perguruan tinggi di Malang Raya bisa turut memberi ruang bagi kesenian asli Malang. Perguruan tinggi tidak harus memiliki fakultas budaya untuk bisa ikut bisa ikut melestarikan budaya.

“Harapan saya di kampus-kampus di Malang, walaupun tidak memiliki fakultas budaya, setidaknya memberikan ruang bagi kesenian tradisional Malang setidaknya setiap lustrum (lima tahunan),” pungkasnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Herlianto. A

Tags: Budaya MalangKesenian MalangsenisenimanSeniman Malang

Related Posts

Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi Wamen Kebudayaan RI Giring Ganesha saat mengunjungi objek cagar budaya Villa Bima Shakti di Selecta Kota Batu. Foto: Azmy
Budaya

Pemkot Batu Perluas Pendataan Objek Cagar Budaya di 2026, Ada Bunker Jepang hingga Situs Petirtaan

Selasa, 12 Mei 2026
Fakta menarik busana khas Malangan yang diluncurkan pada rangkaian HUT ke-112 Kota Malang sebagai identitas baru. /Foto: Instagram @pemkotmalang
Budaya

Identitas Budaya Baru, 8 Fakta Menarik Busana Khas Malangan yang Perlu Diketahui

Senin, 6 Apr 2026
Pertunjukan di rumah kelahiran Shakespeare. Foto: Shakespeare's Birthplace
Budaya

Sastrawan di Inggris, Menyusuri Jejak Sastra Klasik di Negeri Matahari Tak Pernah Tenggelam

Selasa, 31 Mar 2026
Next Post
Kampanye gerakan donasi untuk 1.444 marbot masjid di Indonesia.

Raih Berkah Ramadan, Im3 dan Tri Kampanyekan Donasi untuk 1.444 Marbot

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.