Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Minim Ruang Unjuk Gigi, Seniman Asli Malang Semakin Tersisih

Redaksi by Redaksi
April 1, 2023 5:08 pm
in Budaya
Ki Sholeh Adi Pramono.

Ki Sholeh Adi Pramono. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Keberadaan seniman asli Malang semakin terancam oleh seniman-seniman dari luar daerah. Kendati para seniman ini masih eksis, namun mereka kekurangan ruang untuk mempromosikan seni-seni yang berasal dari Malang ke masyarakat luas.

Seniman legendaris asal Kabupaten Malang, Ki Sholeh Adi Pramono, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, DPRD Kabupaten Malang, serta perguruan tinggi yang ada di Malang untuk turut aktif dalam melestarikan budaya asli nenek moyang.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Setidaknya, para seniman ini diundang untuk mengisi sesi hiburan di kegiatan-kegiatan penting.

“Ada 141 dalang wayang malangan, nggak pernah diundang ke acara Pemkab Malang. Dalang yang biasanya diundang justru berasal dari luar daerah, seperti Surakarta,” ujar Ki Sholeh saat ditemui di Padhepokan Mangun Darmo yang berada di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

Meski jumlah dalang masih cukup banyak, tetapi alat-alat untuk wayang kulit malangan kini sudah banyak dibeli oleh para kolektor. “Wayang malangan itu wayang tua,” kata Sholeh.

Untuk mencegah agar wayang kulit malangan tidak punah, Sholeh berharap Pemkab Malang bisa memberi ruang bagi para dalang untuk berkiprah.

Hal ini agar seniman Malang tidak termarjinal. Ini sekaligus bisa mengenalkan pada masyarakat bahwa Malang punya wayang yang khas, berbeda dengan daerah lain.

“Setidaknya waktu hari jadi Kabupaten Malang, di beberapa kecamatan serentak menggelar pertunjukan wayang. Atau satu bulan sekali ada pertunjukan seni di mana, misalnya di gedung kesenian Kabupaten Malang,” ujarnya.

Ia menyayangkan keberadaan wayang kulit malangan kini seperti tersisihkan. Padahal, dulu banyak orang luar negeri, seperti Jerman dan Australia, datang ke Malang untuk mempelajari wayang kulit.

“Wayang malangan itu mendapat anugerah Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tapi apa ada gaungnya? Tidak ada sama sekali,” kata Sholeh.

Kemudian wayang topeng malangan juga pernah mendapat anugerah Memory of the World (Ingatan Kolektif Dunia) dari UNESCO untuk kisah Panji Asmorobangun. Sholeh menyayangkan potensi ini tidak dikembangkan dengan baik oleh pemerintah. Bahkan, menurutnya, pemerintah cenderung tak acuh terhadap seniman di Kabupaten Malang.

Ini tercermin dari minimnya porsi dana untuk kesenian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang. Menurut Sholeh, memang ada dana hibah untuk komunitas dan sanggar. Akan tetapi, komunitas dan sanggar tersebut harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Organisasi yang punya NPWP ya organisasi yang jalan (beroperasi secara rutin). Kalau senimannya orang desa ya buat apa (mengurus NPWP)?” kata Sholeh.

Kepada DPRD Kabupaten Malang, Sholeh berharap mereka bisa turun langsung untuk mendengar keluh kesah seniman. Salah satu harapan Sholeh adalah adanya peraturan daerah (perda) yang mengatur bahwa ada sekian persen dari APBD Kabupaten Malang yang harus dialokasikan untuk melestarikan kesenian asli Malang.

“Harapan kami ada perda, supaya sekian persen dananya dikembalikan untuk seniman untuk pengembangan kesenian asli malangan,” tutur Sholeh.

Terakhir, ia berharap perguruan tinggi di Malang Raya bisa turut memberi ruang bagi kesenian asli Malang. Perguruan tinggi tidak harus memiliki fakultas budaya untuk bisa ikut bisa ikut melestarikan budaya.

“Harapan saya di kampus-kampus di Malang, walaupun tidak memiliki fakultas budaya, setidaknya memberikan ruang bagi kesenian tradisional Malang setidaknya setiap lustrum (lima tahunan),” pungkasnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Herlianto. A

Tags: Budaya MalangKesenian MalangsenisenimanSeniman Malang

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
Kampanye gerakan donasi untuk 1.444 marbot masjid di Indonesia.

Raih Berkah Ramadan, Im3 dan Tri Kampanyekan Donasi untuk 1.444 Marbot

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.