Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Hotel Niagara Malang, Rumor Sosok Penunggu di Lantai 4 dan 5

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2023 8:47 am
in Asli Malang
Hotel Niagara di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang sering diisukan angker.

Hotel Niagara di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang sering diisukan angker. Foto/Rizky Oktiawati

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Cerita Hotel Niagara tak asing lagi pembaca sekalian, terutama bagi orang Malang. Hotel yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan ini dikenal angker dan seram. Setidaknya itu isu yang beredar di media sosial dan pemberitaan media. Tetapi benarkah Hotel Niagara seseram itu?

Berbekal sebilah tanya ini, saya mencoba mencari tahu secara langsung dengan datang ke hotel tersebut dan bertanya pada warga di sekitar. Pada Jumat (29/12/2022), dengan rasa penasaran saya menuju ke lokasi yang berada di Jl Dr Sutomo No 63, Krajan, Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Hotel Niagara rupanya berada tak jauh dari Pasar Lawang, pasar tradisional yang masih ramai dengan berbagai kegiatan jual beli warga di dalamya. Setibanya di depan Pasar Lawang, ternyata hotel yang tampak megah itu berarsitektur Eropa dan memang terkesan klasik. Ia masih berdiri kokoh di ujung area pasar Lawang itu.

Kondisi Hotel

Hotel dengan warna semu merah bata dan olesan warna putih di tiap sudut itu terlihat jelas bagi siapa pun yang melintas di Jalan Raya Malang-Surabaya. Saya langsung memasuki area hotel. Suasana tampak sepi, tak terlihat seorang pun di situ. “Apakah hotel ini masih beroperasi atau tidak,” gumamku dalam hati.

Pos satpam yang biasanya ada di depan hotel juga tidak tampak. Saya lalu mencari ke beberapa sudut di sekitar hotel itu. Di situ saya merasa aura hotel memang terasa berbeda meski siang hari, tampak sepi. Banyak burung walet beterbangan di sekitarnya. Tanaman-tanaman yang ada di situ juga menyembulkan mewangian.

Setelah beberapa lama mencari, lalu seorang pria kira-kira berusia 40 tahun muncul dari samping gedung hotel dan bertanya. “Kalau mau menginap langsung masuk aja,” kata pria yang mungkin penjaga hotel itu.

Saya langsung meminta izin untuk bertanya banyak hal mengenai hotel tersebut. Namun dia menolak memberikan informasi apa pun mengenai hotel ini. Karena sejauh ini, menurutnya, tidak ada informasi apa pun yang diberikan apalagi soal angkernya hotel tersebut.

Dia mengatakan semua rekaman yang diambil di dalam hotel tersebut untuk kepentingan pribadi si perekam ternyata dilarang. Artinya, pengambilan gambar tersebut tanpa seizin manajemen hotel. Dan, tentu saja itu bisa disebut ilegal.

“Untuk media atau orang yang sudah mengekspos mengenai Hotel Niagara ini dilarang, dan mereka semua tidak meminta izin. Hal itu yang membuat kerugian untuk kami,“ kata dia.

Akhinrya, saya mencari informasi mengenai Hotel Niagara ini ke orang-orang sekitar. Tetapi kebanyakan warga sekitar mengatakan hotel ini hanya hotel biasa tanpa ada keangkeran apa pun.

Pengakuan Tetangga Hotel Niagara

Salah satu warga yang saya temui bernama Dedi Sujatmoko. Menurut pengakuannya, dia sudah bertempat tinggal di samping Hotel Niagara sejak dulu. Masa kecil Dedi sering dihabiskan bermain di area hotel. Dia mengatakan sampai sejauh ini masih banyak tamu yang menginap di sana.

“Kalau angker, saya tidak mungkin main di sana waktu kecil. Hotel ini masih ada banyak tamu yang menginap. Jadi kelihatan angker cuma karena bangunannya saja yang enggak begitu terurus karena kalau ada renovasi itu hanya kecil-kecilan bukan yang renovasi untuk perubahan besar,” jelas Dedi.

Penjelasan Dedi ini membuat saya ingat soal rumor di media yang sering dikaitkan dengan adanya sosok penunggu yang ada di lantai atas hotel tersebut. Bisa jadi itu hanya isu yang dibuat-buat.

Penjelasan Dedi juga membuat saya berpikir bahwa apa yang diberitakan di media selama ini memang membuat kerugian bagi pihak hotel. Karena rumor keseraman itu tentu saja beberapa calon pengunjung tidak jadi menginap di situ.

Dedi juga menepis bahwa di lantai 4 dan 5 hotel tersebut banyak sosok penunggu sehingga tidak digunakan di lantai tersebut. Menurutnya, di dua lantai itu tidak digunakan bukan karena ada sosok penunggunya tetapi karena memang untuk sarang burung walet.

“Makannya banyak burung di sekitar dan yang beroperasi hanya lantai 1,2,3 saja. Enggak ada penunggu yang mengganggu kalau tidak diganggu dulu. Saling mengetahui saja, di mana pun tempatnya pasti ada penunggunya,” kata dia.

Setelah percakapan ini, saya sedikitnya tahu bahwa Hotel Niagara hanyalah hotel biasa yang masih beroperasi hingga saat ini.

Penulis: Rizky Oktiawati

Editor: Herlianto. A

Tags: hotelHotel AngkerHotel NiagaraSosok Penungg Hotel NiagaraTempat Angker di Malang

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Molyono Rekso, Kepala Pegadaian Jawa Timur saat hadir di acara podcast Tugumalang.

PPKM Dicabut, Kepala Pegadaian Jatim Sebut Investasi Bisnis Terbuka Lebar

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.