Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Apa Bedanya Awan Panas Semeru dan Wedhus Gembel Gunung Merapi?

Redaksi by Redaksi
Desember 6, 2022 1:55 pm
in Peristiwa
wedhus gembel dan awan panas
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Awan panas Semeru bukan hanya satu-satunya muntahan gunung berapi di Jawa yang membahayakan. Sebelas tahun lalu, tepatnya 26 Oktober 2010, Mbah Maridjan menjadi salah satu korban jiwa ganasnya awan panas Gunung Merapi. Juru kunci yang populer itu bersikukuh tetap menemani Merapi hingga akhir hayatnya walau harus berhadapan dengan ‘wedhus gembel’.

Pada Desember 2022, Gunung Semeru yang terletak sejauh 400 Kilometer sisi timur Gunung Merapi pun mengeluarkan guguran awan panas sejauh 19 Km. Gunung Semeru pun dinaikkan statusnya  menjadi level IV (Awas) hingga berita ini diturunkan. Lalu apa beda karateristik awan panas kedua gunung api aktif di Pulau Jawa ini?

READ ALSO

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Mengenal Guguran Awan Panas Semeru

Brian Bagus Arianto (2015) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dalam sebuah studi tentang jalur aliran lava menyebut jika awan panas Semeru merupakan aliran piroklastik yang muncul karena runtuhnya tiang asap erupsi. Guguran lidah atau kubah lava inilah yang kemudian mengalir ke permukaan tanah dengan kecepatan tinggi.

Kecepatan aliran guguran awan panas yang dapat mencapai 150-250 Km/jam ini disebabkan oleh adanya gravitasi sehingga mengarah ke lembah dan lereng searah dengan guguran. Guguran juga dipengaruhi oleh pelepasan gas magma atau lava.

Awan panas sendiri termasuk dalam Bahaya utama atau primer dari letusan gunung api. Selain awan panas, terdapat bahaya utama berupa leleran lava, jatuhan abu, lahar letusan dan gas vulkanik yang beracun. Adapun bahaya sekunder yang mungkin timbul yakni longsoran vulkanik, lahar hujan hingga banjir bandang.

Guguran awan panas (APG) Gunung Semeru pada Desember 2022 bukan yang pertama kali terjadi. Dalam jurnal riset Anggiat Purba (2022), awan panas pernah menyapu lereng Semeru pada November 1818. Pada Mei 1963, awan panas juga turun sejauh 8 Km.

Berikutnya pada 1977 juga terjadi guguran awan panas sejauh 10 Km lewat Besuk Kembar. Muntahan awan panas Semeru pun terus terjadi dalam beberapa rentang tahun selanjutnya. Tercatat pernah terjadi pada 1978, 1981, 1990, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007, dan 2008.

Apa Bedanya Guguran Awan Panas Semeru dan Merapi?

Dalam sebuah konferensi pers daring, Hanik Humaida selaku Kepala Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pernah menyebutkan sedikit perbedaan awan panas Semeru dan Merapi.

Menurutnya, karakter erupsi Gunung Semeru sebenarnya memiliki kemiripan dengan Gunung Merapi. Perbedaanya hanya terletak pada adanya kubah lava yang telah terbentuk sebelum erupsi pada Gunung Semeru. Sedangkan aliran awan panas wedhus gembel Merapi tak didahului dengan kubah lava yang hingga kini belum muncul.

Hanik juga menerangkan jika satu ciri munculnya awan panas salah satunya yakni adanya kubah lava. Guguran kubah lava yang runtuh akan menjadi awan panas yang mengarah ke lereng gunung.

Karakter Wedhus Gembel Gunung Merapi

Surono, Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan jika “Wedhus Gembel” merupakan sebutan awan panas yang juga disertai adanya agas beracun dengan kandungn sulfur, karbon dioksida dan abu vulkanik.

Saat keluar dari kawah, suhu wedhus gembel bisa mencapai 1000oC dan akan turun hingga 500oC saat mencapai pemukiman. Awan panas ini akan dengan cepat menyapu apa saja yang dilaluinya dengan kecepatan hingga 200 km/jam. Seorang pakar vulkanologi John Seach bahkan menyebut Gunung Merapi sebagai salah satu gunung paling aktif dan berbahaya di dunia.

Catatan Kementerian ESDM menyebut jika Gunung Merapi pertama kali meletus pada tahun 1006. Letusan dahsyat itu bahkan membuat seluruh Pulau Jawa tertutup abu. Letusan pada 1930 pun tak kalah mengerikan. Wedhus gembel yang menyapu 13 desa menyebabkan sekitar 1370 jiwa meninggal dunia.

PVMBG pun menyebut siklus Gunung Merapi kini berada dalam siklus pendek dimana dapat meletus dengan rentang 2-5 tahun dan 5-7 tahun. Letusan besar lainnya pernah terjadi pada tahun 1786, 1822, dan 1872. Hingga kini, awan panas Semeru dan Merapi masih sering terjadi dan perlu diwaspadai setiap saat.

Penulis: Imam A. Hanifah
editor: jatmiko

Tags: awan panasgunung berapiwedhus gembelwedus gembel

Related Posts

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji
Peristiwa

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Sabtu, 11 Jul 2026
Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka
Peristiwa

Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka

Selasa, 7 Jul 2026
Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Lokasi tenggelamnya remaja di Embung Babadan Ngajum. Foto: Polsek Ngajum
Peristiwa

Remaja Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Embung Babadan Ngajum

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
pembatas jalan di kota Batu bikin celaka

Pembatas Jalan Baru di Depan JTP 3 Makan Korban

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.