Kamis, September 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

4 Hal yang Buat Orang Solo Alami Culture Shock di Malang

Redaksi by Redaksi
November 3, 2022 10:00 am
in Catatan
Alun-alun Tugu Kota Malang.

Alun-alun Tugu Kota Malang. Foto/dokumen TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id –  Merasa asing di tempat baru mungkin pernah dirasakan oleh kita semua, termasuk saya. Sesuatu yang baru di tempat baru sering kali membuat kita mengalami culture shock, yaitu perasaan seseorang yang terkejut dengan lingkungan baru atau budaya baru.

Kali ini saya ingin bercerita pengalaman saya sebagai orang Solo yang baru tinggal di Kota Malang. Saya adalah mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta akan tinggal di Kota Dingin ini selama tiga bulan ke depan. Saya sedang menyelesaikan tugas kuliah yaitu magang di Tugu Media Group, salah satu media keren di Malang.

READ ALSO

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Di Malang, boleh dibilang, saya mengalami culture shock, begini ceritanya. Saya sempat berpikir bahwa menjadi anak kos dan merantau itu adalah hal yang menyenangkan apalagi di Kota Malang yang terkenal sebagai Kota Pelajar.

Tetapi ternyata tidak sederhana itu, karena ada beberapa hal yang terbiasa saya alami di Solo tetapi tidak saya alami di Malang, mulai dari makanan hingga perbedaan suhu. Berikut ini dibahas berdasarkan pengalaman saya 4 hal yang akan membuat orang Solo mengalami culture shock di Malang.

1. Rasa makanan

Makanan di Solo dan Malang cenderung berbeda. Dari segi rasa, makanan di Solo dominan gurih, pedas dan manis, sedangkan di Malang makanan cenderung lebih manis lagi, rasa pedasnya terbilang cukup. Ini berbeda dengan rasa pedas makanan di Solo yang bisa membuat lidah seperti terbakar.

Tetapi saya belum mencoba semua makanan di Malang sih, mungkin saja ada makanan di Malang yang juga sangat pedas, konon di Malang tinggal pedasnya memiliki beberapa level.

2. Suhu Malang lebih dingin

Suhu udara di kota Solo dengan Malang sangat berbeda jauh. Kota Malang jauh lebih dingin karena memang ada di dataran tinggi. Perbedaan itu terasa baik di siang hari maupun juga malam hari.

Cuaca di Kota Malang lebih tidak menentu ketimbang di Solo, kadang panas, kadang juga turun hujan secara tiba-tiba padahal sebelum panas.

Panas di Kota Malang terasa sangat tenang, ini berbeda dengan kota Solo yang sangat menyengat sehingga berdampak pada kulit yang mudah iritasi atau kemerahan jika tidak memakai sunblock.

Perbedaan suhu ini sangat berdampak bagi saya. Ketika bangun tidur dengan suhu dinginnya Kota Malang terkadang membuat saya malas mandi dan rasanya ingin menarik selimut kembali.

3. Bakso yang bikin shock

Bakso adalah salah satu makanan favorit saya. Ketika saya sampai di Malang, bakso Malang menjadi makan yang prioritas ingin saya coba. Dan setelah saya mencoba ada perbedaannya dengan di Solo.

Penyajian bakso di Kota Solo dengan mie kuning, bihun, sayuran, dan bakso tentunya. Adapun Bakso Malang penyajiannya secara umum sama, tetapi ada yang unik yaitu tambahan pangsit rebus dan aneka gorengan seperti usus goreng, pangsit goreng, bakso goreng, hingga paru goreng.

Tentu saja ini agak aneh, untungnya rasanya enak. Sementara, untuk kuah baksonya sendiri sama-sama menggunakan kaldu sapi, namun kuah Bakso Solo cenderung lebih bening dan segar, sedangkan kuah Bakso Malang cenderung berlemak.

4. Prasmanan

Di Solo orang membeli bakso akan diambilkan oleh yang menjual sesuai dengan pesanan, tetap di Malang orang yang membeli bisa ambil sendiri sesuai selera, ini biasanya disebut prasmanan.

Prasmanan tidak hanya bakso tetapi bisa pada makanan yang lain. Namun demikian, meski ambil sendiri tetap dihitung dan harus dibayar, jadi bukan gratis. Saya punya bahasa keren untuk ini yaitu, self service.

Itulah 4 hal yang membuat saya mengalami culture shock di Malang. Saya baru tinggal selama dua minggu di kota ini, jika sudah tinggal selama dua bulan mungkin akan lebih banyak lagi hal-hal yang membuat saya mengalami culture shock.

Namun demikian, tinggal di Malang terbilang menyenangkan dan unik. Kuliner Malang sangat beragam termasuk harganya, mulai harga miring sampai harga elit semua ada. Selain itu, saya baca-baca Malang juga terkenal dengan pariwisatanya, semoga saya punya kesempatan untuk mengunjungi beberapa wisata di Malang.

Penulis: Lely Mufita Nisaul Wahidah

Editor: Herlianto. A

Tags: Culture ShockkulinermalangOrang Solo

Related Posts

Siapa yang Berhak Disebut NU?
Catatan

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kamis, 3 Sep 2026
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok
Catatan

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Kamis, 3 Sep 2026
Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Catatan

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Mengusung tema "Improve Healthcare Services with Cloud Solution", sharing discussion ini digelar oleh PT Digital Solusi bersama PT Synnex Metrodata Indonesia dan Feedloop serta didukung oleh Microsoft.

Didukung Microsoft, PT Digital Solusi Grup Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kesehatan Klinik dan RS di Malang Raya

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.