Sabtu, Agustus 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Mengenal Jaran Kepang Dhor, Pertunjukan Kesenian Khas Malang

Redaksi by Redaksi
Oktober 20, 2022 2:16 pm
in Asli Malang
Jaran kepang,Jaran Kepang Malang - Mengenal Jaran Kepang Dhor, Pertunjukan Kesenian Khas Malang
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Pernahkah Anda mendengar atau menonton pertunjukan Jaranan atau Jaran Kepang? Jaran Kepang yang juga dikenal dengan Jaran Kepang Dhor jadi salah satu pertunjukan kesenian khas Malang yang telah ada sejak zaman kerajaan Singhasari.

Nama Jaran Kepang berasal dari kata jaran atau kuda dan kepang yakni anyaman bambu kuda-kudaan yang dibuat pipih dan dicat. Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia, Kualam (2012) menyebutkan sebutan nama kesenian ini bermacam-macam, mulai dari tari kuda lumping, jaran kepang, jaranan dan jathilan.

READ ALSO

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Intinya adalah tarian menunggang kuda dengan iringan musik gamelan. Seni tradisional ini punya banyak versi yang juga berkembang di beberapa daerah bekas kekuasaan Singhasari seperti Kediri, Blitar, Nganjuk dan Tulungagung.

Ada Jaran Kepang Pegon, Jaran Kepang Sentherewe dan Jaran Kepang Dhor. Perbedaan terletak pada kostum, ragam gerak tari hingga jenis iringan gamelan yang dipengaruhi kearifan lokal.

Jaran Kepang Dhor, Kesenian Khas Malang

Istilah ‘Dhor’ jadi kekhasan jaranan dari Malang karena berasal dari alat musik jedhor yang digunakan. Sugito dalam tulisan Kualam (2012) menjelaskan jika ritme dari suara jedhor ini menentukan koreografi dan gerak langkah para penari.

Jaran Kepang Dhor yang jadi bagian dari kesenian khas malang punya perbedaan tersendiri yang unik dibanding seni jaranan lainnya. Yang paing menonjol, jaranan dor dianggap lebih “keras” dalam pertunjukannya, apalagi saat kalap (kesurupan).

Baca Juga: Mencicipi Soto Lombok, Kuliner Legendaris Khas Malang Sejak 1955

Soal kostum, Jaran Kepang Dhor punya kostum yang khas. Pemainnya menggunakan pakaian yang didominasi warna hitam dan putih. Biasanya kostum terdiri dari baju lengan panjang, rompi hitam serta celana pendek ala panji yang juga berwarna hitam.

Lengkap dengan udheng di kepala dan gongseng di pergelangan kaki. Gongseng atau krimpying sama seperti yang biasa digunakan penari remo dan ludruk. Seiring perkembangan zaman, kostum jaranan dorm akin berkembang dan bervariasi.

Prosesi Pertunjukan Jaran kepang Dhor

Bunyi gendhing yang dimainkan oleh wiyogo atau pengrawit menjadi jadi pembuka pertunjukkan Jaranan Dhor di Malang. Bunyi gendhing Jawa itu kemudian disusul oleh masuknya penari jaranan satu persatu. Biasanya terdapat empat hingga delapan penari.

Para penari menggunakan properti berupa kuda-kudaan yang dibuat dari bambu. Sambil membawa pecut, penari yang mengenakan kostum lengan panjang dan rompi itu kemudian menari mengikuti irama gendhing.

Tempo suara gendhing yang makin cepat dan riuhnya suara penonton menandai usainya tarian. Penari lalu masuk ke prosesi kalap dan dimasukin roh halus. Penari akan bereaksi dengan asal suara siulan dari penonton.

Sesi kalap kemudian diikuti dengan tarian caplokan yang menggunakan properti menyerupai kepala hewan bertaring dan berwarna merah. Kurang dari 30 menit, sang pawang akan menyadarkan para pemain yang kalap. Suara gendhing yang berangsur lirih menandai berakhirnya pertunjukan.

Jaranan Dhor, Desa Kidal dan Raja Anusapati

Dalam penelusuran Rahmi (2017) yang dimuat dalam naskah berjudul Dinamika Kesenian Jaranan Dhor Anusopati Candi Rejo di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, ditemukan keterkaitan sejarah Jaranan Dhor dan kerajaan Singhasari.

Desa Kidal yang telah ada sejak tahun 1200-an merupakan saksi lahir dan berkembangnya kesenian khas Malang tersebut. Jaranan atau kuda konon adalah kendaraan Raja Anusapati saat sedang singgah di Desa Kidal. Jaranan lalu dikembangkan menjadi kesenian rakyat dengan tujuan mendapat banyak massa.

Baca Juga: Mengenal Wedang Angsle, Minuman Hangat Khas Malang

Raja Anusapati adalah salah satu raja Kerajaan Singhasari yang menurut kitab Pararaton, memerintah Singhasari pada tahun 1247 – 1249 masehi. Desa Kidal juga dikenal dengan adanya Candi Kidal yang dibangun untuk menghormati pemakaman Raja Anusapati.

Tak ada yang tahu pasti kapan pertama kali Jaranan Dhor muncul. Namun menurut penuturan Warsono, tetua Desa Kidal, dalam naskah akademik Rahmi (2017), Jaranan Dhor telah ada sejak tahun 1938. Tepatnya saat desa Kidal dipimpin kepala desa bernama Ibrahim.

Jaranan Dhor dalam kitab Lontara juga menggambarkan serangan prajurit Kediri terhadap Singhasari yang terjadi di Desa Wagir. Tarian jaranan melambangkan atraksi perilaku kuda dalam peperangan.

Sukses menarik minat masyarakat kala itu, Jaranan Dhor akhirnya juga menjadi bagian dari suroan, upacara bersih desa dan sedekah bumi. Masyarakat yang sebagian besar petani masih mempercayai bahwa upacara selamatan akan menghindarkan mereka dari hama, penyakit dan gagal panen.

Jaranan Dhor di Malang yang Lestari dan Coba Bertahan

Jaranan masih lestari hingga kini. Selain kelompok jaranan di Desa Kidal, juga terdapat berbagai kelompok jaranan lainnya di Malang. Salah satunya ialah pelestarian seni jaranan oleh seniman dari Desa Kemantren, Kecamatan Jabung.

Ivada (2019) yang meneliti pelestarian Jaran Kepang Dhor di Desa Kemantren menuliskan jika pertunjukan jaranan dilakukan rutin tiap malam Jumat legi. Dianggap keramat, pertunjukan Jaran Kepang Dhor yang dijadikan media meningkatkan spiritualitas juga dilengkapi sesaji.

Bertahan di zaman milenial jadi tantangan tersendiri bagi kelestarian pertunjukan tradisonal kesenian khas Malang seperti Jaran Kepang Dhor. Penyebaran pertunjukan yang direkam dalam bentuk audio visual. Salah satunya pernah dilakukan oleh Kelompok Jaranan Putra Manggala yang berasal dari Dinoyo. Mereka pernah menyebarkan video pertunjukan dalam bentuk VCD.

Penulis: Imam A. Hanifah

Editor: Herlianto. A

Tags: Jaran KepangJaran Kepang DhorKesenian Khas Malang

Related Posts

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Dirut Perumdam Among Tirto Kota Batu Edy Sunaedi.

Kota Batu Ancang-ancang Naikkan Harga Air

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.