Selasa, Juli 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Terdampak Pandemi Covid-19, Petani Apel di Poncokusumo Tersisa 10 Persen

Redaksi by Redaksi
September 17, 2022 4:21 pm
in News
Ilustrasi pohon apel. Foto/Aisyah Nawangsari

Ilustrasi pohon apel. Foto/Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Apel merupakan ikon dari Malang Raya. Namun saat ini, jumlah petani di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang hanya tersisa beberapa orang saja.

Dari semua petani yang ada di Poncokusumo, hanya 10 persen saja yang bertahan mengelola kebun apel. Padahal di tahun 1990an, ada petani apel mendominasi hingga 90 persen dari total petani yang ada di Poncokusumo.

READ ALSO

Jelang TKD, Lima Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka ke PNKT dan Wali Kota

Baru Dimulai, GBC ke-74 by Coach Fahmi Langsung Disambut Antusias Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia

Jumlah terus perlahan menurun hingga 70 persen pada masa sebelum pandemi Covid-19. Selama dua tahun pandemi Covid-19, jumlah tersebut langsung merosot tajam hingga 10 persen saja.

Hal ini diungkapkan oleh Harianto, petani apel sekaligus Wakil Ketua Unit Pertanian Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

“Pas pandemi kan nggak ada kegiatan apa-apa dan pariwisata banyak yang tutup. Apel mulai nggak laku. Kebanyakan yang beli apel kan wisatawan,” kata Harianto.

Petani apel dan Wakil Ketua Unit Pertanian Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Harianto. Foto/Aisyah Nawangsari

Penurunan penjualan tersebut mengakibatkan para petani apel mengalami kerugian karena pendapatan mereka tidak bisa menutupi biaya operasional.

“Perawatan apel itu susah dan barangnya nggak laku dijual karena tempat wisata tutup. Pendapatannya tidak cukup untuk menutupi operasionalnya,” imbuh Harianto.

Oleh karena itu, Harianto menambahkan, para petani apel beralih ke sayur karena sayur merupakan kebutuhan sehari-hari sehingga produknya selalu laku.

Saat ini, meskipun pandemi Covid-19 telah mereda, Harianto melihat belum ada petani yang ingin beralih kembali ke apel. Petani-petani pemula pun tidak ada yang berminat untuk mengelola kebun apel.

“Sekarang belum ada gregetnya. Biasanya menjelang musim hujan seperti ini, para petani pemula atau yang baru mau menaman membutuhkan bibit apel. Tapi sampai saat ini belum ada orang yang mencari bibit apel,” kata Harianto yang juga mengembangkan pembibitan apel ini.

Ia berharap pemerintah turun tangan agar petani apel di Poncokusumo tidak terbebani modal yang tinggi.

“Pemerintah juga perlu untuk turun tangan dalam mengembangkan apel di Poncokusumo karena apel ini kan ikonnya Malang,” kata Harianto.

Ia sendiri mengaku akan tetap menjadi petani apel karena ia merasa apel masih cukup menguntungkan. Selain dijual dalam bentuk apel segar, apel-apel yang bentuknya tidak bagus bisa diolah menjadi keripik apel.

“Kalau menurut saya, apel itu cukup menguntungkan. Tapi mungkin karena masalah permodalan, para petani apel lari ke sayur,” tutupnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Herlianto. A

Tags: Apelkabupaten malangmalangPetani Apel Malang

Related Posts

Tak Dilibatkan Jelang TKD, Karang Taruna Kecamatan se-Kota Malang Layangkan Surat Terbuka
News

Jelang TKD, Lima Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka ke PNKT dan Wali Kota

Selasa, 14 Jul 2026
Baru Dimulai, GBC ke-74 by Coach Fahmi Langsung Disambut Antusias Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia
News

Baru Dimulai, GBC ke-74 by Coach Fahmi Langsung Disambut Antusias Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia

Selasa, 14 Jul 2026
Pasar Turen
News

Tempat Pembuangan Sampah Pasar Turen Terbakar, Satu Lapak dan MCK Ikut Ludes

Senin, 13 Jul 2026
Siswa Baru di Jatim Deklarasikan Sekolah Bebas Rokok dan Vape saat MPLS
News

Siswa Baru di Jatim Deklarasikan Sekolah Bebas Rokok dan Vape saat MPLS

Senin, 13 Jul 2026
Mendikdasmen RI
News

Mendikdasmen RI Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman Lewat MPLS Ramah

Senin, 13 Jul 2026
Libur Sekolah 2026, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Capai 379.628 Orang
News

Libur Sekolah 2026, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Capai 379.628 Orang

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
Seto Sutrioko (baju merah) bersama rekannya membuat berbagai produk media tanaman hias dari sabut kelapa.

Seto Sutrioko Sulam Limbah Sabut Kelapa untuk Menyambung Hidup di Kota Malang

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.