Sunday, July 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Mengunjungi Arboretum, Mata Air Sungai Brantas yang Tak Pernah Mati

Bukti Upaya Konservasi Tak Pernah Salah

Redaksi by Redaksi
August 23, 2022 3:31 pm
in Asli Malang
arboretum

Masyarakat saat diperkenankan mencoba sensasi air di mata air atau titik nol Sungai Brantas di kawasan konservasi Arboretum, di Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Dari titik inilah, sumber kehidupan mengaliri sebagian besar masyarakat Jawa Timur. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sumber mata air sebagai penghidupan tak pelak menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga demi keberlangsungan hidup anak cucu mendatang. Upaya konservasi mutlak menjadi harga mati mengingat semakin banyaknya sumber mata air yang tak lagi mengalir.

Sumber mata air di kawasan Arboretum yang berada di Desa Sumberbrantas, Kota Batu, menjadi saksi bahwa upaya konservasi tak pernah salah. Hingga kini, sumber air yang mengaliri sebagian besar wilayah Jawa Timur itu tak pernah mati, bahkan debit airnya tetap mengalir konstan sepanjang tahun.

READ ALSO

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

”Bahkan di musim kemarau sekalipun, mata air Sungai Brantas yang berhulu di kawasan Arboretum ini tetap mengalir. Jadi kita harus bersyukur masih ada tempat ini dan harus kita jaga,” ujar Dirut Perum Jasa Tirta (PJT) I, Raymond Variant Ruritan, pada Selasa (23/8/2022).

arboretum
Kawasan konservasi Arboretum di Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Foto: Ulul Azmy

Raymond menjelaskan bahwa debit air di mata air Sumber Brantas ini bervariasi antara range 1,5 liter hingga 3 liter per detik. Kelihatannya kecil, tapi alirannya terus mengalir secara kontinu.

”Dari banyak mata air di Kota Batu, sumber mata air ini terbilang yang paling awet bertahan. Kebanyakan mata air yang mati terjadi ya karena perubahan tata lahan,” bebernya.

Itulah sebabnya, PJT I memutuskan berkomitmen untuk melindungi kawasan Arboretum. Dari yang semula seluas 2,5 hektar hingga kini berkembang menjadi 8 hektar. Pemberian nama Arboretum ini sendiri disematkan Menteri Kehutanan di era 1984.

arboretum
Masyarakat saat diperkenankan mencoba sensasi air di mata air atau titik nol Sungai Brantas di kawasan konservasi Arboretum, di Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Dari titik inilah, sumber kehidupan mengaliri sebagian besar masyarakat Jawa Timur. Foto: Ulul Azmy

Raymond mengisahkan jika dulunya pada 1960-an sebelum dilakukan Reforma Agraria, seluruh wilayah yang ada di Desa Sumber Brantas merupakan kawasan hutan lindung dan perkebunan. Hingga pada 1966-1967, era Orde Baru itu mulai muncul peralihahan fungsi lahan sebagai pertanian.

Bukit-bukit yang semula menjadi lahan resapan air dipapras habis dan dijadikan lahan pertanian. Tren tersebut semakin terjadi masif dan meluas hingga kini. Imbasnya, daerah resapan air semakin berkurang sehingga ribuan mata air yang ada seiring waktu menghilang,

Kawasan Sumber Brantas di Arboretum menjadi salah satu mata air yang menjadi perhatian utama PJT I untuk dilindungi. Hingga kini, ekologi kawasan itu masih tetap terjaga. Indikator keseimbangan ekologi itu terlihat pada tumbuhan lumut hingga beraneka ragamnya kekayaan hayati di dalamnya.

Suasananya juga sejuk dan dingin begitu menginjakkan kaki di sana. Dulunya, tempat ini masih terbuka untuk dikunjungi masyarakat. Namun seiring meningkatnya resiko buruk pariwisata, akhirnya kawasan ini ditutup untuk umum demi keberlangsungan upaya konservasi.

Beberapa waktu lalu, awak media berkesempatan untuk melihat langsung kondisi mata air yang juga disebut titik 0 Sungai Brantas tersebut. Mata air itu muncul dari sebuah lubang air yang dikelilingi batu-batuan besar.

Dijelaskan, lubang air itu memiliki kedalaman hingga 1,25 meter. Dari titik lubang air kecil ini, mengalirlah air hingga sepanjang 320 kilometer ke muara Selat Madura dan menghidupi sebagian besar warga Jawa Timur.

”Sebab itulah, kami terus menumbuhkan kesadaran terlibat seluruh pihak dengan berbagai macam cara untuk menjaga sumber kehidupan ini agar menjadi sesuatu yang bermakna,” pungkasnya.

 

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: arboretumbatukota batu

Related Posts

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Thursday, 2 Jul 2026
Produk asal Malang
Asli Malang

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Tuesday, 9 Jun 2026
Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Monday, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Tuesday, 5 May 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Monday, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Friday, 7 Nov 2025
Next Post
banjir bandang

Penanganan Pasca Banjir Bandang Rampung, Begini Kondisi Terbaru Sungai Sambong

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.