Kamis, September 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Haji Pengabdi Medsos

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2022 8:02 am
in Ruang Cendekia
Ilustrasi: Mekah di musim haji, foto/pixabay

Ilustrasi: Mekah di musim haji, foto/pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Sugeng Winarno*

Saya dan teman-teman lama satu SMA dulu dipertemukan oleh WhatsApp Group (WAG). Satu di antara teman kami itu sekarang sedang berhaji ke tanah suci. Kami semua turut senang karena ada teman kami yang tahun ini bisa menjalankan salah satu rukum Islam itu. Sementara banyak di antara kami yang masih harus menunggu giliran berangkat dengan masa penantian hingga lebih dua puluh tahun.

READ ALSO

Grit dan Resilience dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ketika Artificial Intelligence Bisa Menjawab Hukum, Bagaimana Peran Konsultan Hukum?

Kami semua member WAG alumni SMA itu setiap hari dapat kiriman aneka foto dan video saat teman kami menjalankan rangkaian ibadah haji. Tak hanya itu, saat belum berangkat ke tanah suci, saat manasik haji misalnya, dia secara rutin meng-upload aktivitasnya di WA group. Mulai pra, saat pelaksanaan, hingga pasca kepulangan semua diunggah di WAG. Hingga hampir tak ada konten lain di WAG kecuali tentang ibadah haji teman saya itu.

Saya juga iseng tengok media sosial (medsos) teman saya itu, seperti di Facebook dan Instagram-nya. Ternyata isinya hampir sama dengan yang dikirim ke WAG kelas, bahkan jumlah kontennya jauh lebih banyak. Foto dengan background tempat-tempat spesial di tanah suci, Ka’bah, masjid, mahtab, hotel, bus, jalan raya, gurun pasir, dan semua yang ada di tanah suci di foto dan diunggah di medsosnya.

Aneka video berisi laporan pandangan mata saat proses ibadah haji juga dilaporkan teman saya itu bak reporter televisi nasional. Bahkan saat sholatpun kamera smartphone-nya sengaja ditempatkan secara candid hingga gerakan takbir, rukuk, hingga sujud yang dilakukannya mampu tertangkap lensa kamera. Aneka video tadi oleh teman saya diunggah di aneka platform medsos miliknya dan WAG kelas SMA kami.

Tak semua anggota WAG kelas suka dengan cara teman saya ini. Ada beberapa teman yang japri saya mengomentari ulah teman kami itu, karena mau komentar di chat group mungkin merasa tak enak. Di WAG tak banyak teman yang berkomentar ketika teman saya itu mengunggah foto-foto dan aneka video ibadah hajinya. Paling-paling teman lain sekedar memberi imoticon jempol atau gambar lain yang bernada iseng memuji.

Pengabdi Medsos
Di era kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi saat ini tak sedikit orang yang tak bisa lepas dari teknologi. Sejak munculnya internet, yang telah melahirkan teknologi turunannya seperti medsos telah membuat banyak orang kecanduan medsos. Tak sedikit orang yang hidupnya disetir oleh medsos hingga mereka jadi pengabdi medsos. Apapun yang dilakukannya diunggah jadi konten medsos.

Orang Indonesia kalau main medsos memang sudah keterlaluan (over consumption). Merujuk data We Are Social 2021, hampir seratus persen (96%) pemilik smartphone di Indonesia menjadi pengguna medsos. Ini artinya, banyak pemilik medsos di mana pun, kapan pun, dan dalam situasi apa pun yang bisa menyampaikan pesan-pesannya melalui platform medsos miliknya dan akun medsos orang lain yang diikutinya.

Data We Are Social menyebutkan bahwa sebanyak 99,8% pemilik akun medsos di Indonesia sebagai pengguna aktif. Pengguna medsos Indonesia setiap hari bisa menghabiskan 3 jam 14 menit untuk berinteraksi di jagat medsos. Durasi itu di atas rata-rata dunia yang hanya 2 jam 25 menit.

Penggunaan medsos telah merasuk ke berbagai sektor kehidupan manusia, termasuk didalamnya untuk urusan ibadah. Tak jarang demi konten medsos akhirnya orang jadi pamer ibadahnya. Banyak yang tergelincir pada sikap riya’ atau pamer ibadah. Termasuk contoh teman kami yang sedang berhaji. Mungkin dia menganggapnya sebagai syiar, namun bedanya sungguh tipis antara syiar dengan pamer.

Pamer atau syiar semua tergantung niatnya. Kalau ibadah dilakukan sejak awal diniatkan untuk show off pada orang lain agar dianggap sebagai orang yang hebat dan taat beribadah maka itu pamer. Jangan sampai pahala ibadah haji hilang gara-gara ada unsur pamer atau riya’. Sejatinya ibadah haji itu untuk Allah SWT dan tak perlu berlebihan dipamerkan kepada orang lain.

Jangan “Haji Setan”
Prof. Dr. Kh. Ali Mustafa Yaqub (alm), salah seorang imam besar masjid Istiqlal, pernah membuat sebuah tulisan yang cukup menghebohkan di tahun 2006 silam. Judul tulisannya adalah “Haji Pengabdi Setan”. Awalnya tulisan Pak kiai ini di muat di Majalah Gatra yang akhirnya diterbitkan dalam sebuah buku yang hingga sekarang masih banyak dijual di online market.

Dalam tulisan itu, kiai Yaqub resah melihat fenomena orang berhaji yang sampai berkali-kali, sementara orang lain masih harus mengantri lama. Situasinya memprihatinkan karena di antara ratusan ribu jamaah haji itu ada yang sudah berangkat ibadah haji berkali-kali. Bisa jadi kepergian mereka yang berkali-kali itu bukan lagi sunah, melainkan makruh, bahkan haram.

Ada yang berhaji bukan karena kerinduan pada tanah suci. Namun banyak yang berhaji karena ingin mendapat pujian dan penghormatan di masyarakat. Dalam situasi ini bisikan setan sudah merasuk sehingga menurut kiai Yaqub inilah orang berhaji tetapi menuruti bisikan setan. Inilah yang berbahaya karena dengan berhaji yang utamanya jadi sarana ibadah justru yang terjadi melanggar perintah Allah.

Serupa dengan hal itu, berhaji dengan pamer di medsos sebenarnya juga bisa dimaknai sebagai bisikan setan. Karena dengan banyak mengunggah prosesi haji di medsos bisa jadi ada kesan riya’ atau pamer. Bisa mungkin dengan unggahan itu orang berharap agar dipuji, disanjung, atau dihormati orang lain. Kalau tujuan ini yang muncul tentu dapat menodai ibadah hajinya.

Di era medsos saat ini memang semua perlu berhati-hati. Saat aneka gadget ada dalam genggaman, semua orang bisa dengan gampang memfoto atau mengambil video apapun. Disinilah pengguna medsos perlu selalu berhati-hati agar tak tergelincir pada perilaku mengunggah konten yang tak tepat.

Saya tetap berharap teman kami yang berhaji dan aktif mengunggah konten ibadahnya di aneka platform medsosnya itu bukan karena pamer atau riya’. Semoga dia tak tergelincir menjadi “haji pengabdi medsos” apalagi “haji pengabdi setan.” Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisah ini. (*)

*). Penulis adalah Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

editor: jatmiko

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: hajiMedsos

Related Posts

Grit dan Resilience dalam Kehidupan Sehari-Hari
Ruang Cendekia

Grit dan Resilience dalam Kehidupan Sehari-Hari

Senin, 21 Sep 2026
Ketika Artificial Intelligence Bisa Menjawab Hukum, Bagaimana Peran Konsultan Hukum?
Ruang Cendekia

Ketika Artificial Intelligence Bisa Menjawab Hukum, Bagaimana Peran Konsultan Hukum?

Minggu, 20 Sep 2026
Membaca Sastra 50 Tahun Surya dan Sjenny
Ruang Cendekia

Membaca Sastra 50 Tahun Surya dan Sjenny

Minggu, 20 Sep 2026
Annecy, Danau Kristal dalam Pelukan Alpen
Ruang Cendekia

Annecy, Danau Kristal dalam Pelukan Alpen

Minggu, 20 Sep 2026
Islam dan Perdamaian Dunia Dimulai dari Ruang Kelas
Ruang Cendekia

Islam dan Perdamaian Dunia Dimulai dari Ruang Kelas

Jumat, 18 Sep 2026
Bertahan, Bukan Menyerah!
Ruang Cendekia

Bertahan, Bukan Menyerah!

Rabu, 16 Sep 2026
Next Post
dewa 19

Konser Dewa 19 di Dome UMM, Once: Terima Kasih Sudah Beli Tiket yang Mahal

BERITA POPULER

  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.