Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Supartono, Seniman yang Bercita-cita Bangkitkan Kembali Budaya Jawa

Redaksi by Redaksi
Maret 14, 2022 6:32 pm
in Asli Malang
Supartono, Seniman pertahanankan budaya jawa.

Supartono, seniman lepas (freelance) di Museum Singhasari. Foto: Aisyah Nawangsaro

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Jika Anda berkunjung ke Museum Singhasari yang berada di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, hal pertama yang akan Anda lihat adalah taman dengan patung Ken Dedes, Ken Angrok, dan Dwarapala di dalamnya.

Di belakang taman, terdapat pendopo dengan replika batu Lingga-Yoni di pintu masuknya. Semua karya seni tersebut merupakan karya satu orang, yaitu Supartono atau yang biasa dipanggil Mbah Kung.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Diorama sejarah berdirinya Kerajaan Singhasari karya Supartono. Foto: Aisyah Nawangsari

Selain patung-patung di depan museum, ia juga membuat diorama atau sajian tiga dimensi sejarah berdirinya Kerajaan Singhasari (Tumapel) yang berada di ruang pamer museum.

Anda juga bisa membawa pulang karya Supartono dalam bentuk souvenir yang berupa miniatur patung Ken Dedes dan Ken Angrok serta minatur batu Lingga-Yoni.

Saat ditemui Tugu Malang, pria kelahiran Tuban ini mengenakan kaos hitam dengan tulisan “Belajar di Museum” serta topi beanie berlabel Bromo yang disemat bros Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila.

Sosok Supartono sangat rendah hati. Meski telah memiliki banyak karya, ia mengaku masih belum mengerti apa-apa dan harus banyak belajar.

Patung Dwarapala karya Supartono. Foto: Aisyah Nawangsari

“Aku iki wong ga iso opo-opo (aku ini orang yang tidak tahu apa-apa),” katanya sembari menangkupkan tangannya di dada.

Meski begitu, ia bersedia berbagi cerita dan pemikirannya, khususnya tentang budaya-budaya Jawa yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

Diawali dengan kisah pembuatan patung-patung, ia mengatakan prosesnya tidak semudah yang dibayangkan orang. Ada syarat-syarat yang harus ia penuhi terlebih dahulu.

Syarat-syarat ini bersifat metafisika. Ia harus melakukan ritual untuk mendapatkan restu. Ini disebabkan patung-patung tersebut tidak boleh dibuat secara asal-asalan karena bisa mendistorsi sejarah.

“Ini kan bukan sekedar patung, ya. Patung dan relief itu adalah dokumentasinya para leluhur,” kata Supartono.

Patung Ken Arok karya Supartono. Foto: Aisyah Nawangsari

Ia juga mengandaikan pembuatan patung atau lukisan tanpa ijin sama dengan paparazzi yang mengambil gambar orang tanpa ijin. Oleh karena itu, ia hanya mengerjakan patung-patung tersebut setelah memenuhi semua syarat yang diminta.

Supartono menyadari bahwa ada syarat untuk melakukan ritual sebelum membuat patung akan sulit untuk diterima generasi muda.

Ia menyayangkan hal tersebut karena itu berarti budaya Jawa semakin tergerus oleh budaya-budaya dari luar.

Patung Ken Dedes karya Supartono. Foto: Aisyah Nawangsari

Namun ia tidak mau menyalahkan anak-anak muda ataupun teknologi dan informasi yang semakin hari semakin berkembang.

“Seharusnya generasi tua ini yang melestarikan dan mengajarkan pada anak-anak muda,” katanya.

Ia mengakui budaya Jawa yang berbau metafisika akan susah dimengerti oleh masyarakat. Apalagi jika info yang beredar hanya sepotong-sepotong, tanpa ada penjelasan.

“Sejarawan tahu tentang ritual dan cara-caranya, tapi mereka nggak mengerti apa maksudnya,” sesal Supartono.

“Budaya Jawa bisa kembali hidup juga hal-hal metafisika ini dilogikakan,” imbuh pria berusia 75 tahun ini.

Ia memberi contoh tentang penggunaan dupa saat sembahyang. Banyak yang menilai penggunaan dupa sebagai hal negatif karena berkaitan dengan memuja roh halus.

“Padahal dupa dinyalakan itu bukan untuk memuja ini itu, tapi karena ia menghasilkan bau seperti aromatherapy. Dengan bau itu, orang bisa fokus berdoa,” kata Supartono.

Dupa digunakan karena dulu minyak wangi adalah barang mewah. Golongan bangsawan bisa menggunakan minyak wangi, tapi masyarakat biasa hanya mampu menggunakan dupa.

“Orang akan mau melakukan kalau mereka paham. Kalau kita bisa menjelaskan, mungkin mereka akan meniru,” pungkasnya.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: Jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Museum SinghasarisenimanSeniman MalangSupartono

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Bupati Malang Lantik 17 Pejabat Fungsional di Lingkup Pemkab Malang

Bupati Malang Lantik 17 Pejabat Fungsional di Lingkup Pemkab Malang

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.