Jumat, Oktober 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Refleksi Dies Maulidiyah ke-65 UIN Malang: Mengaktivasi Perguruan Tinggi sebagai Kurator Peradaban

Bagus Rachmad Saputra by Bagus Rachmad Saputra
Oktober 30, 2026 11:26 am
in Pendidikan
Refleksi Dies Maulidiyah ke-65 UIN Malang: Mengaktivasi Perguruan Tinggi sebagai Kurator Peradaban

Refleksi Dr. Zainal Habib, M.Hum di peringatan Dies Maulidiyah UIN Malang ke-65, tekankan peran kampus sebagai kurator peradaban. /Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) baru saja merayakan Dies Maulidiyah ke-65 pada 28 Oktober 2026 kemarin.

Bagi Dosen UIN Malang, Dr. Zainal Habib, M.Hum di usia yang bisa dibilang matang ini, menjadi momentum bagi kampus untuk memperkuat identitas, meneguhkan cita-cita, serta memperluas kontribusi pendidikan Islam bagi bangsa maupun global.

READ ALSO

Hebat! UIN Malang Berhasil Tempati Posisi Ketiga PTKIN Terbaik Versi SCImagoIR 2026

Evaluasi Rencana Tata Ruang Jawa Timur, ITN Malang Bersama Pemprov Jatim Mulai Kaji Ulang RTRW Provinsi Jawa Timur

Menurutnya peran perguruan tinggi saat ini tidak dapat dipandang hanya sebagai pusat keilmuan semata. Melainkan ruang untuk membentuk manusia yang beradab, berbudaya, dan juga paham akan nilai-nilai kemanusiaan.

Untuk itu, Dr. Zainal Habib menilai UIN Malang perlu menjadi kurator peradaban dengan ciri khasnya, yakni memadukan tradisi intelektual Islam, sains, teknologi, dan moralitas.

Baca Juga: Setahun Memimpin, Rektor UIN Malang: Ini Amanah, Jangan Ada Lagi Pejabat dan Dosen Tidak Pernah Ngantor

“Dalam lingkungan Kementerian Agama, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki potensi menjadi rujukan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, integratif, dan berdaya saing melalui penguatan pembelajaran, penelitian, pengabdian, dan kolaborasi akademik,” ungkapnya.

Dasar itulah yang menurut Dr. Zainal Habib menjadi pijakan bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas akademik, serta memperluas jejaring kerja sama dengan tujuan memberikan kontribusi bagi masyarakat maupun pendidikan Islam, baik di level nasional hingga internasional dengan cakupan yang semakin luas.

Tumbuh Melalui Tradisi Akademik yang Konsisten

Pencapaian membanggakan yang diukir UIN Malang memasuki Dies Maulidiyah ke-65, tidak dapat dilepaskan dari tradisi akademik yang terus dirawat secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika.

Budaya membaca, meneliti, berdiskusi, menulis, dan berbagai pengetahuan menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan intelektual yang produktif, dinamis, serta terbuka terhadap pembaharuan.

Dr. Zainal merujuk pada pandangan Ki Hadjar Dewantara tentang pentingnya menuntun manusia menemukan potensi terbaiknya. Apabila dikaitkan dengan peran perguruan tinggi, pemikiran tersebut menjadi dasar bagi sivitas akademika UIN Malang untuk menjadi pendamping intelektual yang membuka ruang eksplorasi.

Baca Juga: Ketika AI Tak Punya Nurani: Mengapa Karakter Ulul Albab UIN Malang Makin Relevan?

Selain itu, juga menumbuhkan kemandirian dalam berpikir dan membantu mahasiswa menemukan potensi terbaik dalam diri mereka.

“Mentradisikan keunggulan berarti menghadirkan suasana kampus yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan pertukaran gagasan. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pemikiran kritis, dosen memperluas penelitian, sedangkan tenaga kependidikan berperan dalam mendukung pelayanan akademik yang profesional dan berkualitas,” bebernya.

Ia menambahkan budaya akademik yang kuat juga membutuhkan penghargaan terhadap integritas, ketekunan, dan prestasi. Pengembangan kompetensi dosen serta mahasiswa dapat berjalan beriringan dengan pembinaan karakter, penguatan kepemimpinan, dan perluasan kesempatan berkolaborasi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

“Melalui tradisi keunggulan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat terus membangun lingkungan akademik yang menginspirasi lahirnya gagasan baru,” ujar Dr. Zainal Habib.

Baginya keunggulan sebuah perguruan tinggi bukan sekadar pencapaian individual semata, melainkan bersumber pada semangat kolektif untuk mengembangkan ilmu, memperluas manfaat pendidikan, dan memperkuat kontribusi universitas bagi peradaban.

Fondasi Keilmuan sebagai Bekal Menghadapi Kompleksitas Kehidupan Modern

Menurut Dr. Zainal, UIN Malang memiliki bekal dalam membangun peradaban, yakni fonasi keilmuan yang berorientasi pada integrasi ilmu dan agama. Merujuk pada gagasan Ulul Albab yang menginspirasi pembentukan manusia yang memadukan kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi kompleksitas kehidupan modern.

“Integrasi tersebut relevan dengan perkembangan dunia yang semakin membutuhkan dialog antar disiplin. Persoalan ekonomi, perubahan iklim, kesehatan, kecerdasan buatan, dan dinamika geopolitik. Hal ini membuka peluang bagi kampus untuk mempertemukan sains, teknologi, humaniora, serta pertimbangan etika,” beber pria yang juga menjabat sebagai Plt Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) masa jabatan 2025-2029.

Merujuk pada pendapat yang dikemukakan oleh filsuf pendidikan, John Dewey tentang hubungan pendidikan dengan pengalaman kehidupan. Ia menilai pemikiran tersebut memberikan inspirasi bagi pembelajaran yang menghubungkan teori dan praktik melalui penelitian lapangan, proyek kolaboratif, kemitraan industri, serta pengabdian masyarakat yang menghasilkan manfaat berkelanjutan.

Selain itu, prestasi akademik dan kelembagaan merupakan modal berharga untuk memperluas kontribusi universitas. Berbagai capaian dapat menjadi pijakan bagi pengembangan program baru, peningkatan kualitas penelitian, penguatan jejaring akademik, dan pembentukan lingkungan pembelajaran yang semakin produktif.

“Dengan memadukan fondasi keilmuan dan semangat berprestasi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki peluang untuk memperkuat perannya, sebagai pusat pengembangan pengetahuan berlandaskan nilai keislaman,” terangnya.

Orientasi ini memungkinkan universitas menghadirkan kontribusi bagi kemajuan pendidikan, inovasi, kebudayaan, dan pembangunan masyarakat.

UIN Malang sebagai Kurator Peradaban

Mengaktivasi UIN Malang dalam perannya sebagai kurator peradaban, menempatkan posisi universitas bukan sekadar pewaris tradisi intelektual. Tetapi kini sebagai penggerak dari pembaharuan pengetahuan.

Artinya kampus menjadi ruang pertemuan antara warisan Islam, kemajuan sains, transformasi teknologi, serta tanggung jawab kemanusiaan guna membentuk masa depan yang bermartabat.

Dr. Zainal Habib mengutip pandangan dari John Dewey (1916) yang memandang pentingnya pendidikan sebagai proses pertumbuhan yang berlangsung melalui pengalaman dan interaksi sosial, dalam karya berjudul Democracy and Education.

Serta pendapat dari pemikir Islam, Al-Ghazali yang menempatkan pencarian ilmu dalam hubungan erat dengan pembentukan akhlak.

Kedua perspektif ini dirasa menjadi landasan bagi UIN Malang untuk terus mengembangkan tradisi keilmuan melalui kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan juga tanggung jawab sosial.

Hal itu terbukti dari pencapaian kampus beberapa waktu terakhir. Salah satunya di tahun 2026 ini, 68 persen program studi yang ada di UIN Malang meraih akreditasi Unggul dan 35 persen di antaranya meraih akreditasi internasional.

Dari sisi jumlah riset juga mengalami peningkatan, dari 120 judul di tahun 2025 menjadi 258 judul di 2026 ini. sebanyak 302 dosen juga memperoleh ruang untuk melakukan riset mandiri.

Pada akhirnya, kurator peradaban adalah institusi yang mampu mempertemukan tiga tanggung jawab sekaligus, yaitu menjaga kebijaksanaan masa lalu, mengembangkan pengetahuan masa kini, dan menyiapkan kemanusiaan di masa depan.

“Dalam kerangka ini UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki kesempatan untuk memperluas kontribusi pendidikan Islam melalui keunggulan akademik, integritas moral, dan dialog intelektual lintas bangsa,” tandasnya.

Memasuki usia ke-65 bukanlah menjadi garis akhir, tetapi menjadi fondasi untuk memasuki babak baru sejarah pendidikan Islam di Indonesia.

UIN Malang dikenal sebagai kampus yang bukan dikenal karena hanya pencapaian akademiknya saja, melainkan kampus dengan gagasan, lulusan, dan juga karya akademik yang memberi dampak positif bagi peradaban.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

Tags: Dies Maulidiyah UIN Malang ke-65UIN MalangZainal Habib

Related Posts

Hebat! UIN Malang Berhasil Tempati Posisi Ketiga PTKIN Terbaik Versi SCImagoIR 2026
Pendidikan

Hebat! UIN Malang Berhasil Tempati Posisi Ketiga PTKIN Terbaik Versi SCImagoIR 2026

Jumat, 30 Okt 2026
Evaluasi Rencana Tata Ruang Jawa Timur, ITN Malang Bersama Pemprov Jatim Mulai Kaji Ulang RTRW Provinsi Jawa Timur
Pendidikan

Evaluasi Rencana Tata Ruang Jawa Timur, ITN Malang Bersama Pemprov Jatim Mulai Kaji Ulang RTRW Provinsi Jawa Timur

Jumat, 30 Okt 2026
Pemkab Serang Kunjungi ITN Malang, Perkuat Kolaborasi Penataan Ruang Lewat Semangat Sinergi Antardaerah
Pendidikan

Pemkab Serang Kunjungi ITN Malang, Perkuat Kolaborasi Penataan Ruang Lewat Semangat Sinergi Antardaerah

Jumat, 30 Okt 2026
Alumni Fakultas Psikologi UIN Malang Ditunggu Dekan di Momen Reuni
Pendidikan

Alumni Fakultas Psikologi UIN Malang Ditunggu Dekan di Momen Reuni

Jumat, 30 Okt 2026
Garap RDTR Madura, Tim Ahli ITN Malang Dikejar Waktu Tuntaskan Tata Ruang Sumenep dan Pamekasan
Pendidikan

Garap RDTR Madura, Tim Ahli ITN Malang Dikejar Waktu Tuntaskan Tata Ruang Sumenep dan Pamekasan

Kamis, 29 Okt 2026
Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan Ponu: ITN Malang Kawal Masa Depan Kawasan Perbatasan di Timor Tengah Utara
Pendidikan

Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan Ponu: ITN Malang Kawal Masa Depan Kawasan Perbatasan di Timor Tengah Utara

Kamis, 29 Okt 2026
Next Post
Pemkab Serang Kunjungi ITN Malang, Perkuat Kolaborasi Penataan Ruang Lewat Semangat Sinergi Antardaerah

Pemkab Serang Kunjungi ITN Malang, Perkuat Kolaborasi Penataan Ruang Lewat Semangat Sinergi Antardaerah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.