MALANG, Tugumalang.id – Realisasi penerimaan pajak daerah Kabupaten Malang telah mencapai 85,77 persen dari target sepanjang 2026. Pada Rabu (28/10/2026), penerimaan pajak daerah Kabupaten Malang tercatat sebesar Rp649,50 miliar dari target Rp757,29 miliar.
Meski demikian, masih terdapat selisih sekitar Rp107,79 miliar yang perlu dikejar untuk memenuhi target hingga akhir tahun. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, seluruh sektor pajak telah mencatatkan realisasi lebih dari 80 persen.
“Bahkan, sektor reklame telah melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Made, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga: Sambut HUT RI, Pemkot Batu Bebaskan Denda Pajak Daerah hingga 31 Agustus 2026
Realisasi pajak reklame mencapai Rp2,49 miliar atau 100,07 persen dari target Rp2,49 miliar. Padahal, sektor ini cukup menantang karena saat ini semakin banyak pengusaha yang memilih memasang iklan secara online.

Sementara itu, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) telah terealisasi sebesar Rp119,45 miliar atau 95,14 persen dari target Rp125,55 miliar. Capaian in tak lepas dari program jemput bola Bapenda Menyapa Warga (BMW) di desa-desa.
“Kami akan tetap menggencarkan program BMW hingga akhir tahun,” kata Made.
Capaian tinggi juga terlihat pada Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan/atau minuman. Penerimaan dari sektor ini mencapai Rp20,45 miliar atau 92,88 persen dari target Rp22,01 miliar. Adapun PBJT jasa kesenian dan hiburan mencatatkan realisasi sebesar Rp7,86 miliar atau 96,59 persen dari target Rp8,13 miliar.
Baca Juga: Bapenda Kabupaten Malang Gelar BMW di 2 Titik, Genjot Capaian Pajak Daerah
Di sisi lain, beberapa sektor pajak masih perlu digenjot, namun capaiannya telah tembus di atas 80 persen. Misalnya PBJT jasa perhotelan yang realisasinya baru mencapai Rp6,97 miliar atau 84,31 persen dari target Rp8,27 miliar.
Penerimaan dari PBJT tenaga listrik tercatat sebesar Rp129,28 miliar atau 86,82 persen dari target Rp148,90 miliar. Sementara itu, PBJT jasa parkir mencapai Rp1,28 miliar atau 80,72 persen dari target Rp1,58 miliar.
Sektor pajak lainnya, yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), mencatatkan realisasi Rp163,67 miliar atau 80,80 persen dari target Rp202,57 miliar.
Penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp136,97 miliar atau 83,03 persen dari target Rp164,96 miliar. Sedangkan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealisasi Rp53,27 miliar atau 82,29 persen dari target Rp64,73 miliar.
Adapun pajak air tanah telah mencapai Rp7,00 miliar atau 97,84 persen dari target Rp7,16 miliar. Sementara itu, penerimaan dari Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) tercatat sebesar Rp771,20 juta atau 88,56 persen dari target Rp870,82 juta.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A






































