Minggu, Oktober 25, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

4,1 Juta Anak Tak Bersekolah, Wamensos Ajak Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan

Redaksi by Redaksi
Oktober 25, 2026 11:46 am
in Advertorial
4,1 Juta Anak Tak Bersekolah, Wamensos Ajak Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) di Kampus Fakultas Agama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026). Biro Humas Kemensos/Aditya Sulaksono

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sekitar 4,1 juta anak usia sekolah di Indonesia masih tidak bersekolah atau mengalami putus sekolah. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengajak Muhammadiyah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan.

READ ALSO

Safari Subuh ke-163 di Lawang, Bupati Malang Ajak Warga Makmurkan Masjid

Siswi Sekolah Rakyat Ikut Lestarikan Budaya Banyuwangi Lewat Gandrung Sewu 2026

Ajakan tersebut disampaikan Agus Jabo saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) di Kampus Fakultas Agama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga: SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Resmikan POS AHASS TEFA, Perkuat Kesiapan Siswa Hadapi Dunia Industri

Menurut Agus Jabo, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus kemiskinan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Anak-anak dari keluarga kurang mampu perlu mendapatkan kesempatan belajar agar memiliki peluang memperbaiki kondisi kehidupan mereka pada masa mendatang.

“Saya berharap Muhammadiyah yang memiliki berbagai institusi pendidikan di Indonesia turut andil untuk menjemput, mengantarkan anak-anak tersebut mewujudkan apa yang menjadi impian mereka dan orang tuanya,” ujar Agus Jabo.

4,1 Juta Anak Tak Bersekolah, Wamensos Ajak Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) di Kampus Fakultas Agama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026). Foto/Biro Humas Kemensos/Aditya Sulaksono

Ia menilai Muhammadiyah memiliki modal kuat untuk mendukung upaya tersebut melalui jaringan organisasi dan lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Potensi ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan yang memadai.

Kolaborasi antara pemerintah dan Muhammadiyah diharapkan tidak hanya membantu anak-anak kembali mengakses pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Bagi Agus Jabo, penanganan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui bantuan sosial semata. Perluasan akses pendidikan juga menjadi bagian penting dari upaya membangun kemandirian keluarga dan mencegah anak-anak dari keluarga rentan menghadapi persoalan kemiskinan yang sama pada masa dewasa.

Baca Juga: Gus Ipul Wajibkan Pegawai Kemensos Jadi Agen Perlinsos Digital

Karena itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan agar lebih banyak anak dapat memperoleh hak atas pendidikan dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan yang layak. Program ini diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga membangun kemandirian dan meningkatkan peluang anak-anak untuk memperbaiki taraf hidup keluarganya.

Selain pendidikan, Agus Jabo menjelaskan tiga mandat prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat upaya pengentasan kemiskinan. Pertama, menghadirkan data sosial ekonomi yang akurat melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kedua, memastikan bantuan sosial diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan berdasarkan data yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS). Ketiga, memenuhi akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Menurutnya, akurasi data menjadi fondasi penting agar kebijakan dan program pemerintah sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Penilaian yang masih mengandalkan subjektivitas berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara data administrasi dan kenyataan di lapangan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat updating dan digitalisasi bantuan sosial agar penyalurannya semakin tepat sasaran.

Agus Jabo juga mengajak masyarakat untuk membangun keyakinan terhadap kemampuan bangsa sendiri. Ia menegaskan, kekayaan dan sumber daya Indonesia harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sebagaimana semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengedepankan kepentingan rakyat dalam perekonomian nasional.

“Kita bukan bangsa kelas tiga, tetapi kita adalah warga bangsa yang harus menjadi nomor satu di republik ini dan kita harus setara dengan bangsa-bangsa lain,” tegasnya.

Agus Jabo berharap kolaborasi pemerintah dan Muhammadiyah dapat memperluas jangkauan program pengentasan kemiskinan, terutama bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dengan data yang akurat, bantuan sosial yang tepat sasaran, serta pendidikan yang inklusif, semakin banyak keluarga diharapkan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun masa depan yang lebih baik.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Kemensos

Editor: Herlianto. A

Tags: KemensosKemiskinanMuhammadiyahsekolah rakyat

Related Posts

Safari Subuh ke-163 di Lawang, Bupati Malang Ajak Warga Makmurkan Masjid
Advertorial

Safari Subuh ke-163 di Lawang, Bupati Malang Ajak Warga Makmurkan Masjid

Minggu, 25 Okt 2026
Siswi Sekolah Rakyat Ikut Lestarikan Budaya Banyuwangi Lewat Gandrung Sewu 2026
Advertorial

Siswi Sekolah Rakyat Ikut Lestarikan Budaya Banyuwangi Lewat Gandrung Sewu 2026

Minggu, 25 Okt 2026
Buku "Untuk Perempuan 17 Tahun ke Atas" Karya Rinda Puspasari Ajak Pembaca Refleksikan Pilihan Hidup
Advertorial

Buku “Untuk Perempuan 17 Tahun ke Atas” Karya Rinda Puspasari Ajak Pembaca Refleksikan Pilihan Hidup

Minggu, 25 Okt 2026
Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika
Advertorial

Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika

Sabtu, 24 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Kaji Penyertaan Modal BPR Artha Kanjuruhan
Advertorial

DPRD Kabupaten Malang Kaji Penyertaan Modal BPR Artha Kanjuruhan

Sabtu, 24 Okt 2026
Rektor Unikama Kukuhkan 734 Wisudawan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi
Advertorial

Rektor Unikama Kukuhkan 734 Wisudawan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi

Sabtu, 24 Okt 2026
Next Post
Menu Sarapan di Berbagai Negara, dari Nasi hingga Roti

Menu Sarapan di Berbagai Negara, dari Nasi hingga Roti

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.