Malang, Tugumalang.id – Tiga kawasan jalan di Kota Malang dinilai membutuhkan area parkir terpusat. Minimnya fasilitas parkir kerap menimbulkan kemacetan hingga kesan semrawut. Karena itu, DPRD Kota Malang mengusulkan pembangunan gedung parkir di tiga kawasan tersebut.
Tiga titik yang dinilai urgen dan memerlukan fasilitas parkir yakni Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Jalan Kawi, serta Jalan Veteran-Jalan Bandung. Ketiganya kerap menjadi titik kemacetan dan dikeluhkan masyarakat.
Wakil Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengatakan, kemacetan di tiga lokasi tersebut salah satunya dipicu tidak tersedianya fasilitas parkir yang memadai.
“Memang parkiran existing sekarang itu sudah bikin macet,” kata Dito.
Baca juga: Wali Kota Malang Optimis Gedung Parkir Kayutangan Mampu Urai Kemacetan
Di kawasan Jalan Suhat, kendaraan yang parkir di trotoar menjadi pemandangan sehari-hari. Salah satu faktornya, sejumlah pelaku usaha di kawasan sentra kuliner tersebut tidak dapat menyediakan area parkir karena keterbatasan lahan.
Hal serupa terjadi di Jalan Kawi yang merupakan kawasan kuliner dan bisnis serta berdekatan dengan kawasan Ijen. Dito menyebut keberadaan kendaraan yang parkir sudah memakan sebagian ruas jalan dan memicu kemacetan.
Sementara itu, Jalan Veteran dan Jalan Bandung merupakan kawasan pendidikan yang justru menjadi salah satu titik kemacetan. Di kawasan tersebut juga muncul masalah parkir liar.
“Harus ada gedung parkir atau kantong parkir sehingga orang tua siswa bisa parkir di sana. Yang mahasiswa juga bisa parkir di situ,” ucapnya.
Dito menilai pembangunan gedung parkir atau kantong parkir di tiga kawasan tersebut perlu dilakukan. Selain mengurai kemacetan, fasilitas itu berpotensi memberikan pendapatan daerah bagi Kota Malang.
Baca juga: Gratis, Gedung Parkir Kayutangan Kota Malang Berkapasitas 800 Motor Resmi Dibuka
Menurut Dito, pembangunan fasilitas parkir terpusat dapat dilakukan melalui sinergi dengan pihak ketiga. Untuk kawasan Jalan Veteran-Jalan Bandung, misalnya, kerja sama dengan kampus dapat dilakukan dalam penyediaan lahan.
“Bisa kerja sama misalkan dengan UM yang punya lahan di sana, atau Brawijaya yang punya lahan di Jalan Veteran,” ujarnya.
Skema serupa dapat diterapkan di Jalan Suhat dengan menggandeng pemilik ruko atau pemilik lahan. Sementara di kawasan Kawi, fasilitas parkir dapat mengoptimalkan kawasan Pasar Bareng.
“Memang butuh keseriusan dan effort. Masalahnya, mau tidak Pemkot melakukan itu,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko


















