Malang, Tugumalang.id – Di berbagai belahan dunia, tradisi memasak dan makan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kuliner menjadi cara masyarakat mempertahankan identitas sekaligus meneruskan pengetahuan kepada generasi berikutnya.
Karena nilai budaya tersebut, sejumlah tradisi kuliner masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Berikut empat di antaranya yang menarik untuk diketahui.
Warisan Budaya Tak Benda UNESCO
1. Washoku, Jepang
Washoku merupakan tradisi budaya makan masyarakat Jepang yang pada 2013 masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Dalam tradisi ini, orang Jepang menghidangkan makanan dengan mempertimbangkan manfaat kesehatan dan musim.
Baca juga: Tari Sanduk Khas Kota Batu Resmi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Ciri khas utama washoku di antaranya adalah ichiju-sansai, yakni struktur hidangan yang terdiri atas semangkuk nasi, sup hangat, satu lauk utama, dan dua lauk pendamping. Washoku menggunakan bahan baku segar yang sedang musim, rendah lemak jenuh, dan kaya nutrisi.
2. Tradisi Membuat dan Berbagi Kimchi, Korea Selatan
Di balik hidangan yang menjadi ikon kuliner Korea Selatan ini, terdapat tradisi turun-temurun bernama kimjang. Pada 2013, UNESCO menetapkan Kimjang sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Kimjang biasanya dilakukan pada akhir musim gugur, ketika keluarga dan komunitas berkumpul untuk membuat kimchi dalam jumlah besar sebagai persediaan menghadapi musim dingin. Tradisi ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga, tetangga, dan anggota komunitas untuk bekerja sama serta saling berbagi.
Pizza Neapolitan dan Budaya Hawker Singapura
3. Seni Membuat Pizza Neapolitan, Italia
UNESCO memberikan pengakuan khusus terhadap seni pizzaiuolo Neapolitan pada 2017. Tradisi membuat pizza yang berasal dari Napoli ini mencakup berbagai tahapan khas. Salah satunya adalah gerakan memutar yang dilakukan pembuat pizza ketika mengolah adonan.
Tradisi ini masih hidup di Napoli dengan 3 ribu orang pembuat pizza di dalamnya. Selain menyantap pizza, pengunjung restoran juga bisa terhibur dengan menyaksikan pertunjukan pembuatan pizza yang spektakuler.
Baca juga: Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi
4. Budaya Hawker Singapura
Budaya hawker Singapura masuk daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada 2020. Hawker center merupakan ruang makan bersama bagi masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam.
Tradisi ini berkembang dari budaya makanan jalanan dan mempertemukan pengaruh budaya Tionghoa, Melayu, India, serta komunitas lainnya. Pemilik hawker juga kerap mewariskan resep dan bisnisnya kepada anggota keluarga dan generasi penerus sehingga banyak kios yang sudah berusia puluhan tahun.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































