Jumat, September 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Islam dan Perdamaian Dunia Dimulai dari Ruang Kelas

Bagus Rachmad Saputra by Bagus Rachmad Saputra
September 18, 2026 2:32 pm
in Ruang Cendekia
Islam dan Perdamaian Dunia Dimulai dari Ruang Kelas
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr. Aries Musnandar, M.Pd

Saat dunia masih mempertontonkan perang, kekerasan, diskriminasi, dan berbagai konflik kemanusiaan. Pertanyaan penting ditujukan bagi umat Islam, bagaimana bukan hanya menghentikan peperangan, tetapi juga bagaimana membangun manusia yang tidak mudah memilih kekerasan sebagai jalan penyelesaian masalah.

READ ALSO

Bertahan, Bukan Menyerah!

Surat Imajiner Buat Gus Kikin

Melihat masalah tersebut dalam perspektif Islam, agama ini memiliki akar makna yang kuat dengan keselamatan dan perdamaian.

Kalimat Salam, ini bukanlah sekadar ucapan yang disampaikan ketika bertemu, melainkan nilai yang seharusnya hadir dalam perilaku sosial. Karena itu, perdamaian dalam perspektif Islam tidak cukup diwacanakan di mimbar atau ditulis dalam buku. Ia harus menjadi karakter yang hidup dalam diri manusia.

Posisi Strategis Pendidikan Islam

Pendidikan Islam semestinya tidak berhenti pada kemampuan peserta didik menghafal ayat, hadist, atau konsep keagamaan. Pengetahuan agama harus melahirkan sikap yang membuat seseorang mampu menghargai manusia lain, mengendalikan diri, menyelesaikan perbedaan secara bijaksana, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

Dengan kata lain, Pendidikan Islam harus mengubah knowledge (pengetahuan) menjadi wisdom (kebijaksanaan) dan merubah wisdom menjadi tindakan.

Persoalannya, pendidikan agama sering kali masih lebih kuat pada aspek kognitif daripada pembentukan karakter. Seseorang dapat memperoleh nilai tinggi dalam mata pelajaran agama, tetapi belum tentu mampu menunjukkan empati ketika berhadapan dengan orang yang berbeda pandangan.

Ia mungkin fasih berbicara tentang ukhuwah, tetapi mudah merendahkan orang lain di ruang publik dan media sosial. Kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku inilah yang perlu mendapat perhatian serius.

Perdamaian Dimulai dari Manusia

Perdamaian dunia memang berkaitan dengan politik, ekonomi, diplomasi, hukum internasional, dan hubungan antarnegara. Namun, di balik setiap konflik selalu ada manusia dengan cara berpikir, nilai, emosi, dan keputusan tertentu.

Karena itu, membangun perdamaian juga merupakan pekerjaan pendidikan.Guru agama memiliki posisi yang sangat strategis. Setiap hari mereka berhadapan dengan generasi yang kelak akan menjadi pemimpin, birokrat, pengusaha, akademisi, orang tua, dan anggota masyarakat.

Cara seorang guru agama menjelaskan perbedaan, menyikapi konflik, dan memperlakukan peserta didik dapat meninggalkan jejak panjang dalam pembentukan karakter mereka.

Guru agama yang mengajarkan Islam sebagai rahmat akan berusaha menghadirkan suasana belajar yang aman dan manusiawi. Sebaliknya, pembelajaran yang hanya menekankan benar-salah secara kaku tanpa ruang dialog dapat membuat peserta didik kurang terbiasa menghadapi keragaman secara dewasa.

Karena itu, guru agama membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi keislaman. Mereka membutuhkan kemampuan pedagogis, komunikasi, keteladanan, literasi digital, kecerdasan sosial, serta kemampuan mengelola perbedaan.

Peran Dosen MPAI

Tanggung jawab tersebut tidak dimulai ketika seseorang sudah berdiri di depan kelas sebagai guru. Dimulai jauh sebelumnya, termasuk di bangku perguruan tinggi.

Magister PAI atau MPAI memiliki tanggung jawab penting dalam menyiapkan calon guru agama dan para profesional yang bekerja di lingkungan Kementerian Agama. Dosen MPAI bukan sekadar menyampaikan teori pendidikan Islam, tetapi ikut membentuk cara berpikir dan karakter calon praktisi pendidikan dan pelayanan keagamaan.

Mahasiswa MPAI perlu dibimbing agar mampu menghubungkan teks keagamaan dengan realitas kehidupan. Mereka harus belajar bahwa perbedaan bukan selalu ancaman, konflik tidak selalu diselesaikan dengan kemenangan salah satu pihak, dan keberagamaan tidak kehilangan martabat ketika disampaikan dengan bahasa yang santun.

Dalam konteks ini, dosen menjadi role model. Mahasiswa tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan dosen, tetapi juga dari bagaimana dosen memperlakukan mahasiswa, menghadapi perbedaan pendapat, memberikan kritik, dan menyelesaikan persoalan.

Pembelajaran tentang perdamaian dengan demikian tidak cukup menjadi satu mata kuliah. Ia harus menjiwai proses pendidikan.

Baca juga: Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial

Calon guru agama perlu dipersiapkan menjadi pendidik yang mampu menanamkan nilai Islam sekaligus membangun ruang dialog. Sementara calon pegawai dan profesional Kementerian Agama perlu memiliki kemampuan menjalankan tugas secara profesional, objektif, melayani masyarakat, serta mampu bekerja di tengah keragaman sosial dan keagamaan.

Profesionalisme dan keberagamaan tidak semestinya dipertentangkan. Justru keduanya perlu berjalan bersama.

Dari Kampus untuk Dunia

Kampus Islam memiliki peluang besar menjadi laboratorium perdamaian. Mahasiswa datang dari latar belakang yang beragam. Mereka belajar berdiskusi, melakukan penelitian, bekerja dalam kelompok, dan berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat.

Jika proses tersebut dikelola dengan baik, kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi manusia yang mampu hidup bersama secara dewasa.

Dosen MPAI karena itu memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar mengejar capaian pembelajaran. Ia ikut menyiapkan manusia yang kelak berdiri di ruang kelas sebagai guru agama atau bekerja sebagai aparatur dan profesional pelayanan keagamaan.

Apa yang terjadi di ruang kuliah hari ini dapat memiliki konsekuensi sosial yang panjang. Seorang mahasiswa yang dibimbing untuk menghargai perbedaan dapat membawa nilai tersebut ke sekolah tempat ia mengajar.

Seorang lulusan yang dibentuk dengan integritas dapat membawanya ke institusi tempat ia bekerja. Dari sanalah nilai perdamaian bergerak: dari pribadi, ke keluarga, sekolah, institusi, masyarakat, lalu ke ruang publik yang lebih luas.

Mungkin kita tidak dapat menghentikan seluruh konflik dunia dari sebuah ruang kelas. Namun, kita dapat membantu melahirkan manusia yang tidak menjadi bagian dari rantai kekerasan.

Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebaikan di muka bumi. Maka pendidikan Islam seharusnya tidak hanya bertanya, Seberapa banyak yang diketahui mahasiswa tentang Islam? tetapi juga, Manusia seperti apa yang lahir dari pengetahuan Islam tersebut?. Pertanyaan kedua inilah yang menjadi pekerjaan besar pendidikan Islam.

Perdamaian dunia pada akhirnya bukan hanya agenda para pemimpin negara dan diplomat. Ia juga merupakan agenda guru, dosen, mahasiswa, dan setiap orang yang sedang mendidik manusia. Dan mungkin, jalan panjang menuju perdamaian dunia itu memang harus dimulai dari tempat yang paling dekat, yakni ruang kelas.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Penulis adalah Dosen Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) dan Magister PAI Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang

*Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com.

Tags: Aries Musnandarislamperdamaian duniaRuang CendekiaUnira MalangUniversitas Raden Rahmat Malang

Related Posts

Bertahan, Bukan Menyerah!
Ruang Cendekia

Bertahan, Bukan Menyerah!

Rabu, 16 Sep 2026
Surat Imajiner Buat Gus Kikin
Ruang Cendekia

Surat Imajiner Buat Gus Kikin

Selasa, 15 Sep 2026
Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial
Ruang Cendekia

Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial

Senin, 14 Sep 2026
Membaca Pesantren dari Akar Jawa: Mengurai Dikotomi Kelembagaan Tradisional
Ruang Cendekia

Membaca Pesantren dari Akar Jawa: Mengurai Dikotomi Kelembagaan Tradisional

Minggu, 13 Sep 2026
Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak
Ruang Cendekia

Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak

Sabtu, 12 Sep 2026
Nusantara Serumpun dan Poros Intelektual Islam yang Terlupakan
Ruang Cendekia

Nusantara Serumpun dan Poros Intelektual Islam yang Terlupakan

Jumat, 11 Sep 2026
Next Post
15 Mahasiswa Unisma Ikuti PPL-KSM Internasional 2026 di Malaysia

15 Mahasiswa Unisma Ikuti PPL-KSM Internasional 2026 di Malaysia

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.