Malang, Tugumalang.id – Islamic Youth Festival (IYF) #2 digelar Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Regional 7 Jawa Timur di SDIT Insan Permata Malang, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan itu diikuti sekitar 250 siswa Sekolah Islam Terpadu (SIT) dari sejumlah daerah.
Peserta berasal dari SIT di Kota dan Kabupaten Probolinggo, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kota Batu, serta Kabupaten Malang. Mereka merupakan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Regional 7 Jawa Timur (Jatim).
Ketua Pelaksana Kegiatan Dewi Dianawatie, STP, S.Pd menjelaskan, IYF merupakan program turunan JSIT Indonesia yang dilakukan secara berjenjang.

“Islamic Youth Festival merupakan program turun JSIT Indonesia yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari PAUD – SMA. Ini dilakukan mulai dari TK di tingkat kota, regional, wilayah, hingga nasional,” kata perempuan yang akrab disapa Ustadzah Dewi.
Baca juga: PAUDIT Insan Permata Malang Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam
Dalam ajang IYF tersebut, siswa mengikuti perlombaan dalam empat kategori, yakni menggambar, tahfidz, atletik, dan futsal.
Dewi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan kreativitas di berbagai bidang.
“Digelarnya kegiatan ini tentu untuk mengembangkan potensi, kreativitas, sportivitas, dan prestasi peserta didik di wilayah Kota dan Kabupaten Malang, Batu, Pasuruan, dan Probolinggo,” ungkapnya.
IYF juga menjadi sarana bagi siswa untuk menempa sikap sportivitas, berkompetisi secara sehat, dan menumbuhkan motivasi untuk berprestasi.

Dewi berharap ajang IYF yang digelar untuk kedua kalinya itu dapat terkurasi di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Hal tersebut dinilai akan menjadi kebanggaan bagi siswa, orang tua, dan sekolah.
“Prestasi yang diakui oleh Puspresnas, bisa menjadi jejak – jejak kebaikan yang bisa dikenang, dan merupakan buah dari usaha dan kerja keras mereka,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa juga mendapat pemahaman bahwa kesuksesan tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh, konsisten, cara yang benar, dan disertai ketawakalan.
“Diharapkan muncul semangat juang siswa SIT dalam berprestasi, sesuai potensi dan bakatnya. Tidak hanya mengejar gelar juara, tapi juga memahami bahwa kesuksesan harus diusahakan, dengan cara yang benar dan penuh ketawakalan,” tutup Ustadzah Dewi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































