Malang, Tugumalang.id – Kekeringan di Malang Selatan meluas hingga delapan desa di lima kecamatan. Sebanyak 4.119 kepala keluarga atau sekitar 12.876 jiwa mengalami krisis air bersih.
Delapan desa tersebut meliputi
1. Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan
2. Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan
3. Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan
4. Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan
5. Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung
6. Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo
7. Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare
8. Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, sejak 8 Agustus hingga 5 September 2026, total distribusi air bersih ke wilayah terdampak mencapai 1.241.700 liter.
Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung menjadi salah satu wilayah dengan distribusi air bersih terbesar. Sebanyak 405.500 liter air disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 935 kepala keluarga atau 2.905 jiwa.
Baca juga: Kekeringan di Malang Selatan, BPBD Salurkan 170 Ribu Liter Air
Di Kecamatan Gedangan, BPBD telah menyalurkan 235.000 liter air bersih ke Desa Tumpakrejo. Bantuan tersebut menyasar sekitar 307 kepala keluarga atau 1.461 jiwa.

Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, distribusi air dilakukan ke Desa Sumberagung sebanyak 220.000 liter, Desa Kedungbanteng 120.000 liter, dan Desa Sitiarjo 40.000 liter.
Distribusi juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan publik, termasuk Puskesmas Sitiarjo dan SMAN 1 Sumbermanjing Wetan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, pihaknya terus memantau wilayah yang mengalami kekurangan air bersih sekaligus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.
“Kami terus melakukan monitoring dan distribusi air bersih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Sadono Irawan, Minggu (6/9/2026).
Baca juga: Anomali Cuaca, Kota Malang Hujan Deras, Malang Selatan Kekeringan
Sadono mengatakan, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air akibat dampak musim kemarau.
Pada Sabtu (5/9/2026) saja, BPBD bersama unsur terkait mendistribusikan 93.600 liter air bersih menggunakan lima armada dengan total 17 ritase.
“Posko tanggap darurat tetap siaga selama 24 jam. Kami melakukan pemantauan kondisi di seluruh kecamatan dan akan menindaklanjuti apabila ada laporan wilayah baru yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































