Kamis, Oktober 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Masuk Desil 10 Tak Otomatis Kehilangan Bansos, Ini Penjelasan Mensos Gus Ipul

Redaksi by Redaksi
September 6, 2026 9:55 am
in Advertorial
Masuk Desil 10 Tak Otomatis Kehilangan Bansos, Ini Penjelasan Mensos Gus Ipul
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Jakarta, Tugumalang.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan data dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN tidak bermasalah. Data tersebut menjadi bagian dari konsolidasi data nasional yang diverifikasi, divalidasi, dan diperingkat Badan Pusat Statistik (BPS).

“Data dari BKKBN atau Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga tidak ada yang salah. Sama sekali tidak ada yang salah. Data tersebut merupakan bagian dari konsolidasi data secara nasional,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).

READ ALSO

Puisi Yasmin di Hari Santri Nasional 2026, Kisah Mimpi yang Tumbuh di Sekolah Rakyat

Mulai 10 Ribu, Masyarakat Bisa Menabung Emas di UPC Pegadaian Gedongan

Menurut Gus Ipul, sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, BPS menjadi pengelola tunggal Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sementara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah membantu proses pemutakhiran.

Berbagai sumber data dari kementerian dan lembaga kemudian diverifikasi, divalidasi, serta disetarakan ukurannya oleh BPS sebelum disajikan dalam pemeringkatan desil 1 hingga desil 10.

“Data ini sangat dinamis. Setiap hari ada yang lahir, meninggal, pindah tempat tinggal, menikah, kondisi ekonominya naik, dan ada juga yang turun. Karena itu proses pemutakhiran harus dilakukan terus-menerus,” ujarnya.

Selain data dari Kemensos dan BKKBN, konsolidasi juga memanfaatkan data dari berbagai instansi lain. Antara lain data kendaraan bermotor serta data pertanahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Integrasi tersebut diperlukan agar kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat tergambar semakin akurat.

Gus Ipul mengatakan apabila dalam proses konsolidasi ditemukan lonjakan atau perubahan pemeringkatan desil, data tersebut terus diperbaiki dan dimutakhirkan.

Masuk Desil 10 Tak Otomatis Kehilangan Bansos Ini Penjelasan Mensos Gus Ipul 1
Mensos Gus Ipul

“Kalau sekarang ada lonjakan-lonjakan, ini sedang diperbaiki, sedang dimutakhirkan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama pemeringkatannya semakin sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan,” katanya.

Baca juga: Data Desil Tak Sesuai, Mensos Gus Ipul Buka Saluran Pemutakhiran

Gus Ipul sekaligus meluruskan anggapan bahwa masyarakat yang dalam pemutakhiran data ditemukan berada di desil tinggi otomatis langsung dicoret dari penerima bantuan sosial.

Menurutnya, penetapan penerima bansos dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan hasil pemutakhiran dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Data tersebut selanjutnya diolah dan diukur kembali oleh BPS.

“Kalau ditemukan ada desil yang kurang tepat, bukan berarti kemudian bansosnya langsung dicoret. Masih ada masa sanggah dan masa pemutakhiran untuk penyaluran berikutnya,” kata Gus Ipul.

Ia menegaskan informasi yang menyebut seseorang yang sementara tercatat di desil 10 otomatis langsung kehilangan bansos adalah informasi yang tidak tepat.

Kemensos, lanjut Gus Ipul, menyediakan sejumlah saluran bagi masyarakat untuk memperbaiki data. Melalui aplikasi Cek Bansos, masyarakat dapat melakukan usul maupun sanggah serta melihat posisi desil dalam DTSEN.

Sementara jalur pemerintah tersedia melalui SIKS-NG. Sistem tersebut dapat diakses operator data desa, kelurahan, serta dinas sosial di seluruh Indonesia.

Masyarakat juga dapat datang langsung ke desa atau kelurahan untuk mendapatkan bantuan dalam proses pemutakhiran data.

“Setiap desa dan kelurahan memiliki operator data. Melalui operator inilah usulan pemutakhiran diteruskan untuk diproses,” ujarnya.

Baca juga: Mensos Gus Ipul  Ajak Karang Taruna Bantu Pengentasan Kemiskinan

Selain pemutakhiran DTSEN, pemerintah juga tengah memperluas digitalisasi perlindungan sosial. Program tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengajukan diri maupun mengusulkan orang lain untuk mendapatkan bantuan sosial melalui sistem digital dengan menyertakan data pendukung yang dibutuhkan.

Digitalisasi bansos sebelumnya telah diuji coba di Banyuwangi dan kini diperluas ke 42 kabupaten/kota. Pemerintah menargetkan penerapannya dapat diperluas secara nasional apabila pelaksanaan di daerah uji coba berjalan baik.

Salah satu pembaruan yang dikembangkan adalah sistem yang memungkinkan kelayakan penerima bantuan diuji menggunakan data lintas instansi pemerintah.

“Nanti masyarakat bisa mengajukan usulan, kemudian sistem yang memberikan jawaban apakah memenuhi syarat atau tidak. Kalau belum memenuhi syarat, juga dapat diketahui alasannya karena datanya terhubung dengan berbagai instansi pemerintah,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, integrasi tersebut diharapkan dapat menekan kesalahan sasaran bantuan akibat ketidakakuratan data yang selama ini menjadi persoalan dalam penyaluran subsidi maupun bansos.

Karena itu, Gus Ipul mengajak masyarakat ikut aktif mengawasi sekaligus memperbaiki data. Masyarakat yang mengetahui keluarga mampu tetapi masih menerima bansos dapat mengajukan sanggahan. Sebaliknya, warga yang dinilai layak namun belum masuk sebagai penerima juga dapat diusulkan.

“Pemerintah terbuka seluas-luasnya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kita ingin masyarakat ikut terlibat karena semakin banyak pihak berpartisipasi, data kita akan semakin akurat,” ujarnya.

Gus Ipul memastikan Kemensos juga terus memantau keluhan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial.

“Di media sosial ada informasi yang benar, ada yang setengah benar, dan ada juga yang tidak benar. Semuanya kita respons, kita dalami, dan kita tindaklanjuti karena kita benar-benar ingin mendapatkan data yang akurat,” kata dia.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Kemensos RI
editor: jatmiko

Tags: BansosBKKBNBPSdesil DTSENdigitalisasi bansosDTSENgus ipuljakartaKemensosmensos gus ipulsaifullah yusuf

Related Posts

Puisi Yasmin di Hari Santri Nasional 2026, Kisah Mimpi yang Tumbuh di Sekolah Rakyat
Advertorial

Puisi Yasmin di Hari Santri Nasional 2026, Kisah Mimpi yang Tumbuh di Sekolah Rakyat

Kamis, 22 Okt 2026
Mulai 10 Ribu, Masyarakat Bisa Menabung Emas di UPC Pegadaian Gedongan
Advertorial

Mulai 10 Ribu, Masyarakat Bisa Menabung Emas di UPC Pegadaian Gedongan

Kamis, 22 Okt 2026
Swiss-Belinn Malang Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan, Siapkan Generasi Muda Lebih Siap Hadapi Dunia Kerja
Advertorial

Swiss-Belinn Malang Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan, Siapkan Generasi Muda Lebih Siap Hadapi Dunia Kerja

Kamis, 22 Okt 2026
Hari Santri 2026, Rendra Masdrajad Safaat: Santri Punya Peran Strategis Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
Advertorial

Hari Santri 2026, Rendra Masdrajad Safaat: Santri Punya Peran Strategis Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Okt 2026
Hadapi Perubahan Demografi, Kemensos Dorong Pengembangan Ekonomi Perak bagi Lansia
Advertorial

Hadapi Perubahan Demografi, Kemensos Dorong Pengembangan Ekonomi Perak bagi Lansia

Rabu, 21 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang Perkuat Kompetensi Digital di Era Disrupsi
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Perkuat Kompetensi Digital di Era Disrupsi

Rabu, 21 Okt 2026
Next Post
APBD Kota Batu 2027 Rp 1,07 Triliun, Ini Fokus Anggarannya

APBD Kota Batu 2027 Rp 1,07 Triliun, Ini Fokus Anggarannya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.