Kota Batu, Tugumalang.id – BPBD Kota Batu mengimbau pendaki tidak membuang puntung rokok menyala saat berada di kawasan Gunung Panderman maupun Gunung Arjuna-Welirang. Puntung rokok yang masih menyala berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau.
Memasuki musim kemarau, vegetasi hutan yang kering dan tingginya kecepatan angin menjadi ancaman serius jika muncul titik api sekecil apa pun. BPBD mencatat, kelalaian manusia masih menjadi pemicu utama karhutla di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Noegroho menegaskan, hal-hal kecil seperti puntung rokok yang lupa dimatikan dapat memicu bencana besar.
Baca juga: BPBD Kota Batu Tetapkan Tiga Kawasan Rawan Karhutla
“Sebagian besar kejadian disebabkan oleh kelalaian manusia, mulai pembakaran lahan tak terkontrol, api unggun yang belum padam sempurna hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan di area vegetasi kering,” ujar Gatot, Selasa (18/8/2026).
Menurut Gatot, bara api kecil dari puntung rokok bisa kembali menyala saat tertiup angin. Api kemudian dapat meluas dan membakar rumput atau ranting kering di sekitarnya.
Karena itu, kawasan Gunung Panderman mendapat perhatian ekstra mengingat tingginya aktivitas pendakian harian hingga berkemah.
BPBD Antisipasi Karhutla Sejak Dini
BPBD Kota Batu menggarisbawahi pentingnya mitigasi sejak dini karena adanya pola historis lonjakan karhutla dua tahunan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data BPBD pada 2023, karhutla membumihanguskan sekitar 237 hektare lahan di Kota Batu.
“Melihat catatan historisnya, tren karhutla di Batu ini ada pola loncatan. Karena itu, antisipasi dan langkah mitigasi untuk tahun 2027 sudah kami persiapkan dari sekarang,” jelas Gatot.
Baca juga: Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan
Sebagai tindakan pencegahan, BPBD Kota Batu memperkuat koordinasi lintas sektor dengan menggandeng Perhutani, Tahura R. Soerjo, dan instansi terkait. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan patroli bersama dan edukasi publik di titik-titik rawan.
Para pendaki juga diimbau lebih bijak saat membuat api unggun dengan memastikan jaraknya aman dari material yang mudah terbakar.
Setelah selesai digunakan, bara api wajib ditimbun menggunakan tanah hingga benar-benar padam total.
“Sedikit kelalaian bisa berakibat besar. Mari bersama-sama menjaga hutan Kota Batu, karena ini adalah aset milik kita bersama,” imbaunya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko





























