Malang, Tugumalang.id – Sejumlah grup band menyatakan mundur dari gelaran Festival Mbois 2026. Sikap itu sebagai respons atas hilangnya mural ikonik Malang The Glory Land di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang.
Mural tersebut tiba-tiba hilang setelah ditimpa mural Festival Mbois bertuliskan Malang Menyala Bersama pada Rabu (19/8/2026).
Hilangnya mural ikonik yang bermakna Malang Tanah Kejayaan itu menjadi perbincangan publik. Sejumlah pihak merespons tegas polemik tersebut, termasuk Aremania.
Terpantau, grup band yang menyatakan mundur di antaranya d’Kross, APA Rapper, Terraces88 hingga Flying Ducthman. Mereka menyatakan tidak akan tampil dalam rangkaian festival musik yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 21–23 Agustus 2026.

Baca juga: Mural Malang The Glory Land Ditimpa, Warga dan Aremania Meradang
Road Manager d’Kross Rahmat Mashudi Prayoga membenarkan keputusan tersebut. Sebagai band yang lahir dan tumbuh bersama semangat Arek Malang dan Aremania, pihaknya merasa perlu mengambil sikap sebagai bentuk penghormatan terhadap karya, identitas, sejarah, dan rasa memiliki yang melekat pada mural tersebut.
“Menanggapi polemik terkait penimpaan mural MALANG THE GLORY LAND, d’Kross Official menyatakan sikap untuk mengundurkan diri dan tidak tampil dalam rangkaian Festival Mbois 11,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut bukan untuk memperkeruh keadaan. Namun, sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan d’Kross terhadap Aremania dan seluruh pihak yang merasa memiliki ikatan dengan mural Malang The Glory Land.
“Kami tetap mencintai Malang, Aremania, seni, musik, dan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan d’Kross,” tegas pendiri Forum Arema Kampus (FAK) itu.
Baca juga: Aremania Kecewa Mural Ikonik Malang The Glory Land Hilang Ditimpa Mural Festival Mbois
Sementara itu, APA Rapper melalui akun media sosialnya menyatakan sikap sebagai bentuk kekecewaan. Baginya, kreativitas dan seni lahir dari kebebasan berekspresi serta penghormatan terhadap ruang kultural masyarakat. Bukan untuk saling menindas atau mengorbankan identitas sejarah yang telah lama hidup di Kota Malang.
“Setelah melakukan diskusi internal, mempertimbangkan nilai nilai perjuangan seni jalanan (street art), serta berdiri seirama dengan rekan rekan seniman dan pegiat budaya Malang. Kami memutuskan untuk mengundurkan diri dan membatalkan seluruh bentuk keikutsertaan atau penampilan kami sebagai talent dalam rangkaian acara Festival Mbois tahun ini,” tegasnya.
Sikap senada juga diutarakan Flying Ducthman. “Setelah kami bertemu seluruh personel band, dengan berat hati namun penuh ketegasan Flying Ducthman memutuskan untuk mengundurkan diri dari Festival Mbois,” tulisnya di media sosial.
Kemudian, Terraces88 juga menyatakan sikap tegas secara terbuka melalui media sosial. “Kami Terraces88 berdasarkan pertimbangan keseluruhan crew menyatakan untuk memilih tidak tampil atau mundur dari line up Festival Mbois,” tulisnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko





























