Malang, Tugumalang.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang memberikan 3.681 layanan administrasi perpajakan kepada masyarakat melalui program Bapenda Menyapa Warga (BMW) selama Maret hingga Juni 2026. Program tersebut juga membukukan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp326.516.057.
Program jemput bola itu dilaksanakan di 23 titik pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Malang.
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan, layanan dalam program tersebut meliputi mutasi penuh, mutasi pecah, mutasi gabung, pembetulan nama, pembetulan alamat, pembetulan luas tanah, pembetulan luas bangunan, pembetulan data lainnya, hingga pengaktifan Nomor Objek Pajak (NOP).
“Program BMW menunjukkan kontribusi positif dalam mendekatkan pelayanan administrasi pajak kepada masyarakat,” ujar Made, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Jelang Jatuh Tempo, Bapenda Kabupaten Malang Genjot Realisasi PBB
Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir menjadi wilayah dengan penerimaan PBB-P2 tertinggi, yakni Rp44.032.890. Posisi berikutnya ditempati Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon sebesar Rp33.018.259, disusul Desa Baturejo, Kecamatan Singosari dengan Rp27.768.254.
Selanjutnya, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon mencatat penerimaan Rp22.768.455. Sementara itu, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis berada di posisi kelima dengan perolehan Rp22.384.670.
Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir juga menjadi lokasi dengan jumlah layanan terbanyak selama pelaksanaan BMW Semester I 2026, yakni 369 layanan.
Peringkat berikutnya ditempati Desa Pait, Kecamatan Kasembon dengan 345 layanan, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis sebanyak 334 layanan, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon sebanyak 331 layanan, serta Desa Wajak, Kecamatan Wajak dengan 243 layanan.
Baca juga: Bapenda Kabupaten Malang Menyapa Warga di Pendopo Catat Ratusan Transaksi dari ASN
Melalui program BMW, Bapenda Kabupaten Malang menegaskan komitmennya mendekatkan pelayanan perpajakan kepada masyarakat agar proses administrasi dapat dilakukan lebih mudah, cepat, dan hemat. Program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah untuk mewujudkan pembangunan.
“Terima kasih kepada masyarakat yang telah memanfaatkan layanan ini. Bapenda Kabupaten Malang akan terus mengembangkan program BMW sebagai salah satu strategi peningkatan kualitas pelayanan publik,” pungkas Made.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























