Malang, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonosis melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan menyusul masih berfluktuasinya kasus leptospirosis dan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di wilayah tersebut.
Melalui Dinas Kesehatan bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pemkab Malang menggandeng Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) dan Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (Pokja RCCE) menggelar Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis di Puskesmas Tumpang, Kamis (23/7/2026) hingga Jumat (24/7/2026).
Zoonosis merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Berdasarkan data Surveilans Kesehatan Daerah (SKDR), Kabupaten Malang tidak mencatat kasus flu burung pada manusia maupun antraks dalam lima tahun terakhir. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena kasus leptospirosis dan GHPR masih terjadi.

Pada 2023 tercatat tiga kasus leptospirosis dan 24 kasus GHPR. Sementara hingga 22 Juli 2026 terdapat empat kasus leptospirosis dan 127 kasus GHPR. Meski demikian, Kabupaten Malang bukan daerah endemis rabies.
Lokakarya tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit zoonosis, memperkuat komunikasi risiko, serta mendorong partisipasi masyarakat. Peserta juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor agar lebih siap menghadapi ancaman penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Baca juga: Dinkes Kota Batu Tingkatkan Pengawasan Lingkungan Antisipasi Hantavirus
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah, instansi kesehatan, organisasi kemasyarakatan, PMI, laboratorium kesehatan, puskeswan, puskesmas, hingga jurnalis.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr Titis Ari Respatilatsih menegaskan, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum terjadi kedaruratan kesehatan. Keberhasilan pengendalian penyakit tidak hanya bergantung pada respons saat wabah terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak dini.
“Keberhasilan pengendalian penyakit juga bergantung pada penguatan komunikasi risiko, surveilans, dan kolaborasi lintas sektor yang dilakukan sejak dini,” ujarnya.
Plt Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang drh Lucia Endah Sukesi menjelaskan, penyakit zoonosis dapat dicegah apabila masyarakat memahami cara penularannya dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten.
Ia mencontohkan, rabies dapat dicegah melalui vaksinasi rutin hewan peliharaan. Sementara penggunaan alas kaki tertutup saat beraktivitas dapat mengurangi risiko terpapar leptospirosis.
“Pada musim hujan, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap leptospirosis yang dapat menyebar melalui air yang tercemar urine tikus,” ujar perempuan yang akrab disapa Kesi tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat menghindari kontak dengan unggas yang sakit atau mati mendadak untuk mencegah penularan flu burung. Selain itu, masyarakat diminta tidak menyembelih maupun mengonsumsi ternak yang sakit atau mati mendadak karena berpotensi menularkan antraks.
“Apabila menemui hewan ternak yang mati mendadak, segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Kesi.
Baca juga: Begini Cara Mengantisipasi Bahaya Rabies
Program Manager Portal Kesehatan Masyarakat dr Basra Ahmad Amru mengatakan, penguatan koordinasi lintas sektor di daerah menjadi fondasi penting agar pencegahan dan penanganan wabah zoonosis berjalan efektif.
“Jangan sampai ketika wabah penyakit muncul, kita tidak siap,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pokja RCCE Rizky Ika Syafitri menekankan pentingnya penyampaian informasi kesehatan yang benar kepada masyarakat. Menurut dia, pemberitaan harus disampaikan berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan kepanikan.
“Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan media memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan pesan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























