Senin, Oktober 26, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Inovasi UM, Skala Persepsi Teacher Toxicity sebagai Solusi Baru untuk Pendidikan Berkualitas

Redaksi by Redaksi
Juli 23, 2026 10:27 am
in Pendidikan
Inovasi UM, Skala Persepsi Teacher Toxicity sebagai Solusi Baru untuk Pendidikan Berkualitas

Ilustrasi persepsi teacher toxicity. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Fenomena pelabelan “guru toxic” yang meluas di kalangan siswa dan orang tua belakangan ini menjadi perhatian serius tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM).

Di tengah narasi publik yang kerap menstigmatisasi guru sebagai pihak yang merugikan, penelitian mendalam justru mengungkap sisi lain yang tak kalah penting: bagaimana persepsi negatif ini justru berkorelasi dengan peningkatan stres dan kelelahan emosional pada guru itu sendiri.

READ ALSO

Daftar Kampus yang Memiliki Jurusan Matematika Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika

Tim peneliti yang diketuai oleh Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd, bersama dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM, berhasil mengembangkan dan memvalidasi sebuah instrumen psikometrik inovatif berjudul Skala Persepsi Teacher Toxicity pada Disiplin Akademik serta Relevansinya dengan Teacher Burnout.

Baca Juga: Bangga! Universitas Negeri Malang Raih Top 10 Kampus Pendidikan Terbaik Asia 2026

Karya monumental ini telah resmi tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menjadikannya instrumen pertama di Indonesia yang secara spesifik mengukur persepsi toksisitas guru dalam konteks disiplin akademik.

Urgensi di Balik Riset

Rasional penelitian ini berangkat dari fenomena genting di dunia pendidikan. Pelabelan “guru toxic” sering kali muncul saat guru menerapkan tugas, aturan, dan disiplin akademik yang ketat.

Akibatnya, muncul potensi risiko konflik antara sekolah dan rumah, delegitimasi otoritas pedagogik guru di mata siswa, hingga tekanan psikologis yang luar biasa pada tenaga pendidik .

Dampaknya tidak main-main. Tekanan ini memicu meningkatnya stres kerja, emotional exhaustion, dan pada puncaknya, burnout atau kelelahan mental pada guru. Burnout pada guru bukan hanya masalah individu, tetapi ancaman serius bagi kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Selama ini, Indonesia belum memiliki instrumen psikometrik yang secara khusus mengukur persepsi teacher toxicity yang muncul dalam konteks disiplin akademik—mulai dari pemberian tugas, penilaian, aturan kelas, konsekuensi pelanggaran, hingga pembentukan karakter berbasis tata tertib.

Baca Juga: Ada Universitas Negeri Malang, Daftar Kampus Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi THE WUR by Subject 2026

Ketidaktersediaan instrumen ini menghambat pemetaan masalah secara akurat dan perumusan intervensi berbasis bukti. Kini, celah besar itu telah diisi oleh tim peneliti UM.

Kontribusi Nyata untuk SDGs dan Pendidikan Berkualitas

Penelitian ini tidak hanya penting bagi dunia psikologi pendidikan, tetapi juga memiliki korelasi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4: Pendidikan Berkualitas.

Salah satu target utama SDG 4 adalah Target 4.c, yang menekankan peningkatan jumlah guru yang berkualitas secara substansial.

Kualitas guru tidak hanya diukur dari kompetensi pedagogik dan akademik, tetapi juga dari kesejahteraan psikologisnya. Guru yang mengalami burnout akibat tekanan persepsi negatif akan kesulitan memberikan layanan pendidikan yang optimal.

“Instrumen ini adalah langkah awal untuk menyelamatkan guru dari tekanan psikologis. Dengan instrumen ini, sekolah dan pembuat kebijakan bisa memetakan persepsi dan risiko burnout sejak dini, lalu merancang intervensi tepat sasaran,” ujar Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd, mewakili tim.

“Ini sejalan dengan semangat SDG 4 yang menginginkan pendidikan inklusif dan berkualitas, di mana guru sebagai garda terdepan harus berada dalam kondisi mental yang sehat,” imbuhnya.

Dengan adanya skala yang sudah teruji dan ber-HKI ini, diharapkan kementerian terkait, dinas pendidikan, hingga pihak sekolah dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik dan tekanan pada guru.

Langkah ini krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, baik bagi siswa maupun guru, demi terwujudnya ekosistem pendidikan Indonesia yang lebih bermartabat dan berkualitas.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis UM

Editor: Herlianto. A

Tags: Inovasi UMTeacher ToxicityUniversitas Negeri Malang

Related Posts

Daftar Kampus yang Memiliki Jurusan Matematika Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026
Pendidikan

Daftar Kampus yang Memiliki Jurusan Matematika Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Minggu, 25 Okt 2026
Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika
Advertorial

Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika

Sabtu, 24 Okt 2026
Rektor Unikama Kukuhkan 734 Wisudawan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi
Advertorial

Rektor Unikama Kukuhkan 734 Wisudawan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi

Sabtu, 24 Okt 2026
Gelar Seminar Blok Kesehatan, FK Unisma Kaji Keselamatan Kerja Industri
Advertorial

Gelar Seminar Blok Kesehatan, FK Unisma Kaji Keselamatan Kerja Industri

Sabtu, 24 Okt 2026
Mahasiswa Asal Donomulyo Jadi Lulusan Terbaik Unikama 2026, IPK 3,99
Advertorial

Mahasiswa Asal Donomulyo Jadi Lulusan Terbaik Unikama 2026, IPK 3,99

Jumat, 23 Okt 2026
Program Afirmasi Unikama, 119 Guru PAUD Senior Segera Diwisuda
Advertorial

Program Afirmasi Unikama, 119 Guru PAUD Senior Segera Diwisuda

Jumat, 23 Okt 2026
Next Post
salah satu destinasi wisata kuliner Batu yang menawarkan panorama alam, sunrise, hingga city light yaitu Burning Bar & Thana Nature Eathery. (Foto/dok)

5 Destinasi Wisata Kuliner Batu yang Masih Viral hingga Juli 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.