Malang, Tugumalang.id – Sebanyak 119 guru pendidikan anak usia dini (PAUD) senior akan diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan sarjana melalui program afirmasi di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Sabtu (24/10/2026). Mereka merupakan guru yang telah mengabdi puluhan tahun, tetapi belum memiliki ijazah S1.
Para guru tersebut mengikuti program afirmasi dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Mereka berasal dari berbagai daerah dan mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas mengajar.
Rektor Unikama Prof. Sudi Dul Aji mengatakan, wisuda semester genap tahun akademik 2025/2026 tidak hanya meluluskan mahasiswa reguler. Sebanyak 734 lulusan akan diwisuda, termasuk peserta program afirmasi PAUD.
“Yang agak membedakan dengan periode-periode yang lalu, kali ini kami akan mewisuda juga mahasiswa afirmasi, yang merupakan program dari GTK untuk PAUD sekitar 119 orang,” kata Sudi, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, keikutsertaan peserta afirmasi PAUD menjadi perhatian khusus dalam wisuda kali ini. Unikama merupakan salah satu perguruan tinggi yang terpilih untuk menyelenggarakan pendidikan program tersebut. Secara nasional, program afirmasi PAUD melibatkan 70 perguruan tinggi, sedangkan program afirmasi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melibatkan 75 perguruan tinggi.
Baca juga: Abdul Ghofur Bongkar Rahasia Keajaiban Rezeki dalam Seminar di Unikama
Sudi menjelaskan, program afirmasi menyasar guru yang sudah aktif mengajar, tetapi belum memiliki kualifikasi pendidikan S1. Melalui sistem perkuliahan daring, mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan tugas mengajar.
“Persyaratan utamanya adalah sudah mengajar sesuai dengan data pokok pendidikan (Dapodik) di masing-masing wilayah. Seleksinya dilakukan di pusat, sedangkan perguruan tinggi mendapatkan kuota untuk mendidik mereka,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, peserta afirmasi juga diarahkan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program ini tidak hanya membantu guru memenuhi kualifikasi akademik, tetapi juga membuka jalan untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh sertifikat pendidik profesional.
“Setelah lulus periode ini, mereka langsung diikutkan program PPG. Jadi, langsung masuk menjadi peserta program PPG,” kata dia.
Sudi menjelaskan, sejumlah lulusan afirmasi PGSD dari periode sebelumnya telah mengikuti PPG di Unikama. Pola serupa diterapkan kepada lulusan afirmasi PAUD yang diwisuda kali ini. Program PPG afirmasi tersebut berlangsung sekitar dua bulan sebelum peserta mengikuti ujian untuk menentukan kelulusan sebagai guru profesional.
Baca juga: Rektor Unikama Buka Seminar Keajaiban Rezeki pada Hari Santri 2026
Menurut Sudi, program afirmasi penting karena sebagian pesertanya merupakan guru yang telah lama mengabdi. Bahkan, banyak di antara mereka berusia di atas 50 tahun. Program ini memberi kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan profesional sebelum memasuki masa pensiun.
Dari sisi persebaran, peserta afirmasi PGSD dan PAUD pada 2025 didominasi guru dari wilayah Jawa Timur, antara lain Pacitan, Trenggalek, Blitar, Madura, dan Mojokerto. Sementara itu, peserta program pada 2026 mulai menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk Kalimantan dan Sulawesi.
Sudi menambahkan, pemerintah menargetkan guru yang belum sarjana dapat memenuhi kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Kelulusan S1 melalui program afirmasi diharapkan menjadi tahap awal bagi guru untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Guru-guru ini diharapkan setelah mengikuti afirmasi untuk S1, langsung meningkatkan profesionalismenya. Jadi, dalam waktu sekitar 2 tahun, paling tidak mereka bisa menyelesaikan proses menjadi guru profesional,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































