Selasa, September 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Inovasi UM, Skala Persepsi Teacher Toxicity sebagai Solusi Baru untuk Pendidikan Berkualitas

Redaksi by Redaksi
Juli 23, 2026 10:27 am
in Pendidikan
Inovasi UM, Skala Persepsi Teacher Toxicity sebagai Solusi Baru untuk Pendidikan Berkualitas

Ilustrasi persepsi teacher toxicity. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Fenomena pelabelan “guru toxic” yang meluas di kalangan siswa dan orang tua belakangan ini menjadi perhatian serius tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM).

Di tengah narasi publik yang kerap menstigmatisasi guru sebagai pihak yang merugikan, penelitian mendalam justru mengungkap sisi lain yang tak kalah penting: bagaimana persepsi negatif ini justru berkorelasi dengan peningkatan stres dan kelelahan emosional pada guru itu sendiri.

READ ALSO

UIN Malang Siap Jadi Tuan Rumah KUPI III 2027

Workshop Pesantren Aman Wilayah 3 Perkuat SOP Perlindungan Santri

Tim peneliti yang diketuai oleh Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd, bersama dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM, berhasil mengembangkan dan memvalidasi sebuah instrumen psikometrik inovatif berjudul Skala Persepsi Teacher Toxicity pada Disiplin Akademik serta Relevansinya dengan Teacher Burnout.

Baca Juga: Bangga! Universitas Negeri Malang Raih Top 10 Kampus Pendidikan Terbaik Asia 2026

Karya monumental ini telah resmi tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menjadikannya instrumen pertama di Indonesia yang secara spesifik mengukur persepsi toksisitas guru dalam konteks disiplin akademik.

Urgensi di Balik Riset

Rasional penelitian ini berangkat dari fenomena genting di dunia pendidikan. Pelabelan “guru toxic” sering kali muncul saat guru menerapkan tugas, aturan, dan disiplin akademik yang ketat.

Akibatnya, muncul potensi risiko konflik antara sekolah dan rumah, delegitimasi otoritas pedagogik guru di mata siswa, hingga tekanan psikologis yang luar biasa pada tenaga pendidik .

Dampaknya tidak main-main. Tekanan ini memicu meningkatnya stres kerja, emotional exhaustion, dan pada puncaknya, burnout atau kelelahan mental pada guru. Burnout pada guru bukan hanya masalah individu, tetapi ancaman serius bagi kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Selama ini, Indonesia belum memiliki instrumen psikometrik yang secara khusus mengukur persepsi teacher toxicity yang muncul dalam konteks disiplin akademik—mulai dari pemberian tugas, penilaian, aturan kelas, konsekuensi pelanggaran, hingga pembentukan karakter berbasis tata tertib.

Baca Juga: Ada Universitas Negeri Malang, Daftar Kampus Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi THE WUR by Subject 2026

Ketidaktersediaan instrumen ini menghambat pemetaan masalah secara akurat dan perumusan intervensi berbasis bukti. Kini, celah besar itu telah diisi oleh tim peneliti UM.

Kontribusi Nyata untuk SDGs dan Pendidikan Berkualitas

Penelitian ini tidak hanya penting bagi dunia psikologi pendidikan, tetapi juga memiliki korelasi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4: Pendidikan Berkualitas.

Salah satu target utama SDG 4 adalah Target 4.c, yang menekankan peningkatan jumlah guru yang berkualitas secara substansial.

Kualitas guru tidak hanya diukur dari kompetensi pedagogik dan akademik, tetapi juga dari kesejahteraan psikologisnya. Guru yang mengalami burnout akibat tekanan persepsi negatif akan kesulitan memberikan layanan pendidikan yang optimal.

“Instrumen ini adalah langkah awal untuk menyelamatkan guru dari tekanan psikologis. Dengan instrumen ini, sekolah dan pembuat kebijakan bisa memetakan persepsi dan risiko burnout sejak dini, lalu merancang intervensi tepat sasaran,” ujar Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd, mewakili tim.

“Ini sejalan dengan semangat SDG 4 yang menginginkan pendidikan inklusif dan berkualitas, di mana guru sebagai garda terdepan harus berada dalam kondisi mental yang sehat,” imbuhnya.

Dengan adanya skala yang sudah teruji dan ber-HKI ini, diharapkan kementerian terkait, dinas pendidikan, hingga pihak sekolah dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik dan tekanan pada guru.

Langkah ini krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, baik bagi siswa maupun guru, demi terwujudnya ekosistem pendidikan Indonesia yang lebih bermartabat dan berkualitas.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis UM

Editor: Herlianto. A

Tags: Inovasi UMTeacher ToxicityUniversitas Negeri Malang

Related Posts

UIN Malang Siap Jadi Tuan Rumah KUPI III 2027
Advertorial

UIN Malang Siap Jadi Tuan Rumah KUPI III 2027

Selasa, 8 Sep 2026
Workshop Pesantren Aman Wilayah 3 Perkuat SOP Perlindungan Santri
Advertorial

Workshop Pesantren Aman Wilayah 3 Perkuat SOP Perlindungan Santri

Selasa, 8 Sep 2026
ITN Malang dan IAI Jatim Jalin Kerja Sama untuk Perkuat Pendidikan Arsitektur
Advertorial

ITN Malang dan IAI Jatim Jalin Kerja Sama untuk Perkuat Pendidikan Arsitektur

Selasa, 8 Sep 2026
Mahasiswa ITN Malang Bikin Game Horor Roblox Morveil
Advertorial

Mahasiswa ITN Malang Bikin Game Horor Roblox Morveil

Selasa, 8 Sep 2026
FEB UB Gelar Open House 2026, Sambut Mahasiswa Baru dengan Alumni Inspiratif
Pendidikan

FEB UB Gelar Open House 2026, Sambut Mahasiswa Baru dengan Alumni Inspiratif

Selasa, 8 Sep 2026
Juara Voli Lustrum IX Unisma Dapat Beasiswa UKT hingga 70 Persen
Pendidikan

Juara Voli Lustrum IX Unisma Dapat Beasiswa UKT hingga 70 Persen

Senin, 7 Sep 2026
Next Post
salah satu destinasi wisata kuliner Batu yang menawarkan panorama alam, sunrise, hingga city light yaitu Burning Bar & Thana Nature Eathery. (Foto/dok)

5 Destinasi Wisata Kuliner Batu yang Masih Viral hingga Juli 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siapa yang Berhak Disebut NU?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.