Kamis, Juli 23, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Inovasi UM, Skala Persepsi Teacher Toxicity sebagai Solusi Baru untuk Pendidikan Berkualitas

Redaksi by Redaksi
Juli 23, 2026 10:27 am
in Pendidikan
Inovasi UM, Skala Persepsi Teacher Toxicity sebagai Solusi Baru untuk Pendidikan Berkualitas

Ilustrasi persepsi teacher toxicity. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Fenomena pelabelan “guru toxic” yang meluas di kalangan siswa dan orang tua belakangan ini menjadi perhatian serius tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM).

Di tengah narasi publik yang kerap menstigmatisasi guru sebagai pihak yang merugikan, penelitian mendalam justru mengungkap sisi lain yang tak kalah penting: bagaimana persepsi negatif ini justru berkorelasi dengan peningkatan stres dan kelelahan emosional pada guru itu sendiri.

READ ALSO

Gema Wahyu Ilahi: Musabaqah Tilawatil Qur’an Memperingati Dies Natalis ke-45 Unisma

Ingin Kuliah Gratis? Pendaftaran KIP Kuliah Unikama Berakhir 31 Juli 2026

Tim peneliti yang diketuai oleh Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd, bersama dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM, berhasil mengembangkan dan memvalidasi sebuah instrumen psikometrik inovatif berjudul Skala Persepsi Teacher Toxicity pada Disiplin Akademik serta Relevansinya dengan Teacher Burnout.

Baca Juga: Bangga! Universitas Negeri Malang Raih Top 10 Kampus Pendidikan Terbaik Asia 2026

Karya monumental ini telah resmi tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menjadikannya instrumen pertama di Indonesia yang secara spesifik mengukur persepsi toksisitas guru dalam konteks disiplin akademik.

Urgensi di Balik Riset

Rasional penelitian ini berangkat dari fenomena genting di dunia pendidikan. Pelabelan “guru toxic” sering kali muncul saat guru menerapkan tugas, aturan, dan disiplin akademik yang ketat.

Akibatnya, muncul potensi risiko konflik antara sekolah dan rumah, delegitimasi otoritas pedagogik guru di mata siswa, hingga tekanan psikologis yang luar biasa pada tenaga pendidik .

Dampaknya tidak main-main. Tekanan ini memicu meningkatnya stres kerja, emotional exhaustion, dan pada puncaknya, burnout atau kelelahan mental pada guru. Burnout pada guru bukan hanya masalah individu, tetapi ancaman serius bagi kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Selama ini, Indonesia belum memiliki instrumen psikometrik yang secara khusus mengukur persepsi teacher toxicity yang muncul dalam konteks disiplin akademik—mulai dari pemberian tugas, penilaian, aturan kelas, konsekuensi pelanggaran, hingga pembentukan karakter berbasis tata tertib.

Baca Juga: Ada Universitas Negeri Malang, Daftar Kampus Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi THE WUR by Subject 2026

Ketidaktersediaan instrumen ini menghambat pemetaan masalah secara akurat dan perumusan intervensi berbasis bukti. Kini, celah besar itu telah diisi oleh tim peneliti UM.

Kontribusi Nyata untuk SDGs dan Pendidikan Berkualitas

Penelitian ini tidak hanya penting bagi dunia psikologi pendidikan, tetapi juga memiliki korelasi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4: Pendidikan Berkualitas.

Salah satu target utama SDG 4 adalah Target 4.c, yang menekankan peningkatan jumlah guru yang berkualitas secara substansial.

Kualitas guru tidak hanya diukur dari kompetensi pedagogik dan akademik, tetapi juga dari kesejahteraan psikologisnya. Guru yang mengalami burnout akibat tekanan persepsi negatif akan kesulitan memberikan layanan pendidikan yang optimal.

“Instrumen ini adalah langkah awal untuk menyelamatkan guru dari tekanan psikologis. Dengan instrumen ini, sekolah dan pembuat kebijakan bisa memetakan persepsi dan risiko burnout sejak dini, lalu merancang intervensi tepat sasaran,” ujar Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd, mewakili tim.

“Ini sejalan dengan semangat SDG 4 yang menginginkan pendidikan inklusif dan berkualitas, di mana guru sebagai garda terdepan harus berada dalam kondisi mental yang sehat,” imbuhnya.

Dengan adanya skala yang sudah teruji dan ber-HKI ini, diharapkan kementerian terkait, dinas pendidikan, hingga pihak sekolah dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik dan tekanan pada guru.

Langkah ini krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, baik bagi siswa maupun guru, demi terwujudnya ekosistem pendidikan Indonesia yang lebih bermartabat dan berkualitas.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis UM

Editor: Herlianto. A

Tags: Inovasi UMTeacher ToxicityUniversitas Negeri Malang

Related Posts

Gema Wahyu Ilahi: Musabaqah Tilawatil Qur’an Memperingati Dies Natalis ke-45 Unisma
Pendidikan

Gema Wahyu Ilahi: Musabaqah Tilawatil Qur’an Memperingati Dies Natalis ke-45 Unisma

Kamis, 23 Jul 2026
Ingin Kuliah Unikama Gratis? Pendaftaran KIP Kuliah Unikama Berakhir 31 Juli 2026
Advertorial

Ingin Kuliah Gratis? Pendaftaran KIP Kuliah Unikama Berakhir 31 Juli 2026

Rabu, 22 Jul 2026
Unikama1
Pendidikan

Unikama dan BSTC Tanam Mangrove di Pantai Bajulmati, Edukasi Siswa Jaga Ekosistem Pesisir

Rabu, 22 Jul 2026
Tim PPG FKIP UNISMA Lakukan Benchmarking ke PPG Pascasarjana UPGRIS Semarang
Pendidikan

Tim PPG FKIP UNISMA Lakukan Benchmarking ke PPG Pascasarjana UPGRIS Semarang

Rabu, 22 Jul 2026
Tinggal Beberapa Hari Lagi! Simak Jadwal dan Syarat Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2
Pendidikan

Tinggal Beberapa Hari Lagi! Simak Jadwal dan Syarat Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2

Rabu, 22 Jul 2026
Lepas Kontingen PORSENI XV, Polinema Tekankan Tentang Prestasi dan Pembentukan Karakter Mahasiswa
Pendidikan

Lepas Kontingen PORSENI XV, Polinema Tekankan Tentang Prestasi dan Pembentukan Karakter Mahasiswa

Rabu, 22 Jul 2026
Next Post
salah satu destinasi wisata kuliner Batu yang menawarkan panorama alam, sunrise, hingga city light yaitu Burning Bar & Thana Nature Eathery. (Foto/dok)

5 Destinasi Wisata Kuliner Batu yang Masih Viral hingga Juli 2026

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.