Tugumalang.id – Merintis usaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pendampingan agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan. Salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha pemula adalah program inkubator bisnis.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha, inkubator wirausaha merupakan lembaga intermediasi yang melakukan proses inkubasi terhadap peserta inkubasi (tenant).
Proses ini melalui penyediaan layanan pendampingan, pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi, hingga perluasan jejaring bisnis. Program ini bertujuan membantu lahirnya wirausaha baru yang lebih siap mengembangkan usahanya.
Baca Juga: Unisma Gandeng CEO Startup Dunia, Beras Singkong Berpeluang Tembus Pasar Eropa
Di Malang, sejumlah perguruan tinggi telah memiliki lembaga inkubator yang membuka pendampingan bagi mahasiswa, alumni, startup, maupun pelaku UMKM. Berikut beberapa di antaranya.
1. Inkubator Bisnis dan Teknologi (INBISTEK) Universitas Negeri Malang
Universitas Negeri Malang memiliki Inkubator Bisnis dan Teknologi (INBISTEK) yang berlokasi di Kampus UM, Jalan Semarang, Kota Malang.
Melalui laman resminya, INBISTEK memiliki fokus memperkuat pengusaha pemula dan startup agar menjadi wirausaha yang mandiri dan berdaya saing.
Program yang disediakan meliputi pendampingan penguatan manajemen bisnis, fasilitasi akses permodalan, pengembangan hasil riset menjadi produk usaha, hingga membangun jejaring kerja sama dengan berbagai mitra.
2. Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi Universitas Brawijaya
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengembangan Inkubator (SIPENSI) Kementerian UMKM, lembaga tersebut telah terdaftar sebagai inkubator dan mendampingi berbagai tenant dari sektor pertanian, teknologi, pangan, hingga industri kreatif. Inkubator ini berlokasi di Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya, Lowokwaru, Kota Malang.
Baca Juga: Unisma Gandeng CEO Startup Dunia, Beras Singkong Berpeluang Tembus Pasar Eropa
Selain itu, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya juga memiliki Launchpad FILKOM, yakni program inkubasi startup digital yang memberikan pendampingan mulai dari tahap pematangan ide, inkubasi, hingga persiapan peluncuran produk ke pasar.
3. Inkubator Bisnis ETU Politeknik Negeri Malang
Politeknik Negeri Malang (Polinema) memiliki Inkubator Bisnis Entrepreneurship Training Unit (ETU) yang berfokus pada pengembangan technopreneur berbasis pendidikan vokasi.
ETU Polinema menyediakan pendampingan berupa mentoring, coaching, consulting, serta pengembangan startup berbasis teknologi bagi mahasiswa, alumni, maupun pelaku usaha. Inkubator ini juga mendukung pengembangan jejaring industri dan kewirausahaan vokasi.
Sementara itu, melalui layanan inkubasi Polinema, tenant juga dapat memperoleh pendampingan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, konsultasi produk, business matching, hingga fasilitasi pengajuan kredit usaha.
4. Program Inkubasi dari Kementerian UMKM
Selain memanfaatkan inkubator yang tersedia di perguruan tinggi, pelaku usaha muda juga dapat mengikuti program yang difasilitasi Kementerian UMKM melalui jaringan inkubator yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Pengembangan Inkubator (SIPENSI).
Melalui sistem tersebut, calon tenant dapat mencari lembaga inkubator berdasarkan wilayah maupun bidang usaha.
Sejumlah inkubator di Kota Malang, termasuk yang berada di lingkungan perguruan tinggi, juga telah terdaftar dalam sistem tersebut sehingga memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi mengenai layanan inkubasi yang tersedia.
Pelaku usaha yang ingin mengikuti program inkubator bisnis perlu memperhatikan persyaratan yang ditetapkan masing-masing penyelenggara.
Informasi mengenai jadwal pendaftaran, sasaran peserta, serta bentuk pendampingan umumnya diumumkan melalui laman resmi perguruan tinggi atau lembaga penyelenggara sesuai periode pelaksanaan program.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A
























