MALANG, Tugumalang.id – Menatap masa depan Indonesia bukan lagi soal mengapa pagar pekarangan sendiri, melainkan bagaimana menempatkan jangkar di episentrum kemajuan dunia.
Dari sudut pandang Business Coach dan Leadership Coach, Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, M.M yang akrab disapa Coach Dr Fahmi, gerakan anak muda mencari pengalaman di luar negeri bukanlah pelarian intelektual, melainkan sebuah infiltrasi strategis untuk menjemput standar global.
Bagi sebagian orang, fenomena gelombang anak muda yang berbondong-bondong kuliah dan berkarier di luar negeri kerap memicu kecemasan klasik: brain drain atau hilangnya talenta terbaik bangsa.
Baca Juga: Bank Indonesia Provinsi Kaltim Hadirkan Coach Dr Fahmi, Dampingi UMKM Siap Naik Kelas
Namun, jika kita membedah perspektif yang sering diserukan oleh pakar kepemimpinan dan bisnis, Coach Fahmi sudut pandangnya justru berbalik 180 derajat. Ia memberikan pandangannya bahwa diaspora Indonesia bukanlah sebuah kehilangan, melainkan investasi aset jangka panjang yang paling menjanjikan.

Coach Fahmi selalu menekankan bahwa untuk memimpin sebuah peradaban modern, sebuah bangsa tidak boleh mengurung diri dalam zona nyaman domestik.
“Kita membutuhkan anak-anak muda yang berani menghancurkan mentalitas “katak dalam tempurung”, dengan cara terjun langsung ke medan kompetisi internasional. Merantau untuk ilmu ke berbagai dunia adalah proses mutlak dalam pembentukan growth mindset dan kapasitas diri skala global,” ujar Coach Fahmi.
“Nasionalisme tidak diukur dari di mana kaki berpijak hari ini, melainkan ke mana arah kontribusi pikiran dan karya bermuara. Diaspora adalah cara kita menitipkan agen-agen perubahan terbaik di pusat-pusat gravitasi kemajuan dunia,” imbuhnya.
Dapur Inovasi di Amazon London: Ketika Standar Global Bukan Lagi Teori
Untuk memahami esensi dari standar global yang kerap digelorakan Coach Fahmi, menurutnya tidak bisa hanya membaca dari literatur teks. Ia menyebut harus mendatangi langsung tempat di mana masa depan itu dirancang.
Pengalaman autentik ini terasa nyata ketika ia mendapatkan kesempatan berharga untuk berkunjung langsung ke Kantor Amazon di London, Inggris.
Berdiri di tengah koridor salah satu raksasa teknologi paling bernilai di bumi ini memberikan tamparan realitas yang instan. Di sana, atmosfer inovasi bukan sekedar slogan di dinding, melainkan denyut nadi harian:
· Budaya Customer Obsession Nyata: Setiap keputusan makro dibangun atas data presisi untuk memecahkan masalah konsumen terkecil.
· Keberagaman Radikal: Kolaborasi lintas budaya terjalin erat, di mana talenta terbaik dari puluhan negara berkumpul menyatukan perspektif tanpa sekat geografis.
· Keberanian Eksekusi: Ekosistem yang mendukung kegagalan cepat (fail fast, learn faster) guna melahirkan lompatan inovasi teknologi logistik dan komputasi awan berikutnya.

Kunjungan ke Amazon London, tempat salah satu putra Coach Fahmi bekerja, mempertegas apa yang sering disuarakan dalam seminar-seminar Coach Fahmi. Anak muda Indonesia memiliki potensi intelektual yang setara dengan talenta global manapun.
Baca Juga: Saatnya Naik Kelas! 5 Days Grounded Business Coaching Bersama Coach Fahmi
Yang sering kali membedakan adalah paparan terhadap ekosistem yang presisi, disiplin, dan terukur. Ketika anak muda kita berhasil masuk, mengamati, dan bekerja di lingkungan seperti ini, mereka sedang menyerap blue print tata kelola organisasi modern yang sukses.
Seruan Mengguncang Dunia: Mengapa Anak Muda Harus Mengambil Risiko
Pandangan yang disampaikan Coach Fahmi ini menjadi seruan lantang yang dialamatkan kepada generasi muda Indonesia yang masih ragu untuk melangkah keluar dari batas-batas peta tanah air.
Menuntut ilmu atau berkarier di luar negeri memang menuntut pengorbanan kenyamanan. Namun, keuntungan yang akan dibawa pulang jauh melampaui nilai sebuah ijazah atau nominal gaji.
1. Membangun Jaringan Internasional (Global Network): Koneksi yang terjalin dengan rekan lintas negara saat kuliah atau bekerja di perusahaan multinasional adalah modal sosial premium yang tidak bisa dibeli.
2. Ketangguhan Karakter: Adaptasi terhadap budaya kerja asing akan membentuk karakter yang tangguh, fleksibel, dan kaya akan perspektif solusi.
3. Transfer Teknologi dan Mindset: Seperti yang sering diilustrasikan dalam prinsip-prinsip super leadership, pemimpin masa depan adalah mereka yang mampu membawa best practice tingkat dunia untuk memecahkan masalah lokal.
“Kita membutuhkan lebih banyak anak muda yang tahu bagaimana Amazon mengelola data logistiknya, bagaimana universitas top Eropa menyusun risetnya, atau bagaimana korporasi besar mendisrupsi pasar,” ucap alumni TOT Lemhannas RI Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-38 tahun 2026 yang telah berkeliling ke 100 negara ini.
Sinergi Epik: Pulang Membangun atau Bertahan Menghubungkan
Mengutip dari data Godstats yang dirilis pada 2020 lalu, negara dengan jumlah diaspora terbanyak ditempati oleh India dengan 17,79 juta. Secara berurutan ada Meksiko 11,7 juta, Rusia 10,65 juta, dan China dengan 9,8 juta.
Kemudian setelah negara-negara tersebut ada Bangladesh, Pakistan, Ukraina, serta Filipina yang notabene masih satu kawasan dengan Indonesia.
Pada akhirnya, visi besar mengenai diaspora Indonesia yang berkelanjutan bermuara pada satu titik, yakni sinergi. Coach Fahmi tidak pernah membatasi kontribusi hanya pada mereka yang memilih langsung pulang ke tanah air.
Bagi mereka yang memilih pulang setelah menimba ilmu, mereka adalah motor penggerak yang akan mengakselerasi kemantapan industri dan startup domestik dengan standar internasional yang segar.
Namun bagi mereka yang memilih bertahan dan meniti karier cemerlang di tempat-tempat seperti Amazon London. Seperti putra Coach Fahmi yang meniti karier selama lima tahun di perusahaan tersebut dan kini telah menetap di Inggris.
Mereka transformasi menjadi bridge builders, jembatan strategis yang menghubungkan potensi ekonomi dan talenta Indonesia langsung ke episentrum ekosistem global.
“Dunia hari ini bergerak tanpa tunggu. Pilihlah jalan perantauan dan serap standarisasi terbaik dunia dan jadikan diri sebagai delegasi kehormatan yang membawa nama Indonesia sejajar di panggung internasional,” tutupnya.
Tentang Coach Fahmi
Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, M.M, Advokat yang akrab disapa Coach Fahmi berkat pemikiran dan kontribusinya dalam kemajuan bangsa mendapatkan sejumlah penghargaan dalam beberapa waktu terakhir.
Penghargaan tersebut antara lain Penerima Anugerah Insan Pancasila tahun 2024 oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Penerima Penghargaan Inspiring of The Year 2024 dari Anugerah TIMES Indonesia.
Kemudian alumni TOT Lemhannas RI Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-38 tahun 2026.
Sosok Coach Fahmi juga dikenal aktif sebagai Advokat PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia), Business Coach, dan Leadership Coach.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A
























