Malang, Tugumalang.id – Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Prof. Dr. H. Achmad Khudori Saleh, M.Ag., mempublikasikan hasil penelitian tentang konsep kufur dalam Al-Qur’an di Jurnal Kalimah yang terakreditasi SINTA 2.
Artikel ilmiah berjudul Konsep Kufur dalam Tematik Al-Qur’an: Perspektif Teologis tersebut mengkaji konsep kufur secara lebih utuh, mendalam, dan proporsional melalui pendekatan tafsir tematik.
Menurut Prof. Khudori, penelitian itu berangkat dari penjelasan Al-Qur’an mengenai pengelompokan manusia berdasarkan sikap dan respons terhadap Tuhan, yaitu orang beriman, orang kafir, dan orang munafik.
“Konsep tersebut tidak hanya dipahami sebagai pengingkaran teologis, tetapi juga berkaitan dengan sikap batin, perilaku moral, serta respons manusia terhadap nikmat dan petunjuk Allah,” ungkapnya.
Penelitian menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir maudhu’i atau tafsir tematik. Melalui metode tersebut, ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep kufur dihimpun, dikaji, dan dianalisis secara sistematis sehingga pembahasannya tidak bertumpu pada satu ayat atau satu konteks, melainkan menelaah konsep kufur secara menyeluruh.
Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an
Hasil penelitian menunjukkan istilah kufur muncul sebanyak 525 kali dalam 73 dari 114 surah Al-Qur’an. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kufur merupakan salah satu tema yang mendapat perhatian besar dalam Al-Qur’an.
Baca juga: Dosen UIN Malang Kaji Konsep Al-Huzn dalam Al-Qur’an, Kesedihan Dinilai Bisa Jadi Jalan Pemulihan
Secara umum, penelitian ini membagi kufur ke dalam dua kategori utama, yaitu pengingkaran terhadap Allah dan ketidaksyukuran atas nikmat yang dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya.
Penelitian juga menemukan bahwa kufur dapat termanifestasi dalam berbagai bentuk penyimpangan perilaku, seperti fisq, fujur, dan kezaliman.
“Kufur tidak semata-mata dipahami sebagai persoalan keyakinan, tetapi juga dapat tercermin dalam perilaku sosial, tindakan moral, dan cara manusia menempatkan dirinya di hadapan nilai-nilai ketuhanan,” jelas Prof. Khudori.
Ia juga menguraikan bahwa munculnya sikap kufur dipengaruhi dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan sifat-sifat negatif manusia, sedangkan faktor eksternal dipengaruhi kondisi lingkungan, kemiskinan, situasi politik, serta pengaruh budaya.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pembahasan konsep kufur tidak dapat dilepaskan dari dinamika psikologis, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang memengaruhi kehidupan manusia.
Kontribusi bagi Pengembangan Kajian Islam
Artikel ilmiah itu ditulis Prof. Khudori bersama Hanan Sava Tasya Kamila. Karya tersebut diharapkan menjadi kontribusi akademik bagi pengembangan kajian Islam kontemporer.
Selain memperkaya khazanah keilmuan, penelitian ini menawarkan pemahaman konsep kufur secara lebih komprehensif dengan menghubungkan dimensi teologis, moral, psikologis, dan sosial dalam perspektif Al-Qur’an.
Baca juga: UIN Malang Perkuat Jejaring Internasional melalui Netherlands Knowledge House (NLKH) Indonesia Members Meeting 2026
Karya sivitas akademika Fakultas Psikologi UIN Malang tersebut juga diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan kajian Islam dalam memahami konsep kufur secara kritis dan proporsional, sekaligus menegaskan kontribusi akademisi UIN Malang dalam menghasilkan karya ilmiah yang memperkuat kajian keislaman berbasis Al-Qur’an.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko
























