MALANG, Tugumalang.id – Kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Singosari mengalami lonjakan di musim liburan, khususnya di bulan Juli 2026 ini. Dalam satu minggu, sekitar 250 wisatawan mancanegara mampi ke candi tempat pendarmaan Raja Kertanegara tersebut.
Juru pelihara Candi Singosari, Novita Dwi mengatakan, angka kunjungan wisatawan mancanegara bisa mencapai 50 persen dari total kunjungan. Pada Senin (13/7/2026) pagi, candi tersebut sudah dikunjungi delapan wisatawan yang berasal dari Prancis dan Australia.
“Sejak awal bulan, banyak turis mancanegara. Mungkin karena sedang musim liburan,” ujar Novita.
Baca Juga: Asal-usul Nama Candi Sumberawan di Singosari
Secara keseluruhan, Candi Singosari dikunjungi sekitar 500 wisatawan setiap minggu. Per harinya, candi ini dikunjungi sekitar 80-90 orang wisatawan.
Sebagian besar pengunjung datang untuk berwisata, namun banyak juga yang datang untuk edukasi. Novita menyebut, banyak pengunjung dari sekolah-sekolah yang ingin mengedukasi para murid tentang sejarah.
“Di hari biasa (weekday), banyak juga yang datang dari sekolah. Biasanya satu rombongan sampai 100 orang,” kata Novita.
Selain itu, hampir setiap hari ada pengunjung yang datang untuk melakukan sembahyang dan ritual. Wisatawan dari Bali biasanya menyempatkan diri mampir ke Candi Singosari untuk sembahyang. Umat Hindu dari Malang Raya juga kerap datang untuk melakukan ritual.
“Setiap harinya rata-rata ada dua orang yang datang untuk keperluan religi,” kata Novita.
Baca Juga: Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila
Candi Singosari merupakan candi peninggalan Kerajaan Singhasari yang terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Candi ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1300 Masehi sebagai tempat pendharmaan atau penghormatan kepada Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari.
Candi Singosari memiliki tinggi sekitar 15 meter dan dibangun menggunakan batu andesit. Bangunannya memadukan unsur agama Hindu dan Buddha, mencerminkan ajaran Siwa-Buddha yang berkembang pada masa pemerintahan Kertanegara.
Sempat terbengkalai selama ratusan tahun, Candi Singosari ditemukan oleh Gubernur Pantai Timur Laut Jawa berkebangsaan Belanda, Nicolaus Engelhard pada tahun 1803. Ia kemudian menjarah arca-arca yang masih baik kondisinya dan membawanya ke Belanda.
Pemerintah Belanda pun melakukan pemugaran di tahun 1934-1936. Namun, sebelum pemugaran selesai, aktivitas tersebut harus berhenti tanpa diketahui alasannya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A
























