Selasa, Juli 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Mengenal Decaf Coffee, Kopi Berkafein Rendah yang Tetap Menyimpan Cita Rasa Asli

Redaksi by Redaksi
Juli 14, 2026 12:57 pm
in Kuliner
Mengenal Decaf Coffee, Kopi Berkafein Rendah yang Tetap Menyimpan Cita Rasa Asli

Ilustrasi decaf coffee. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Bagi banyak orang, secangkir kopi menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, tidak semua penikmat kopi ingin mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi. Kondisi itu membuat decaf coffee atau kopi berkafein rendah semakin diminati sebagai alternatif karena tetap menawarkan rasa kopi dengan kandungan kafein yang jauh lebih sedikit.

Meski kerap disebut kopi tanpa kafein, decaf coffee sebenarnya tidak sepenuhnya bebas kafein. Proses pembuatannya hanya menghilangkan sebagian besar kandungan kafein alami pada biji kopi, sehingga masih tersisa dalam jumlah kecil.

READ ALSO

6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

4 Kuliner dengan Aroma Paling Menyengat di Dunia

Kandungan Kafein Jauh Lebih Rendah

Decaf coffee dihasilkan melalui proses dekafeinasi (decaffeination) sebelum biji kopi dipanggang maupun diseduh. Menurut National Coffee Association, sekitar 97 persen kandungan kafein pada biji kopi dihilangkan selama proses tersebut.

Perbedaannya cukup signifikan dibanding kopi biasa. Secangkir kopi seduh umumnya mengandung sekitar 95 miligram kafein, sedangkan secangkir decaf coffee hanya memiliki sekitar 2 hingga 15 miligram. Jumlah itu dapat berbeda bergantung pada jenis biji kopi, metode dekafeinasi, serta cara penyeduhan.

Baca juga: 5 Rekomendasi Slow Bar Coffee di Malang

Kandungan kafein yang lebih rendah itulah yang membuat decaf coffee menjadi pilihan bagi mereka yang tetap ingin menikmati kopi sambil membatasi konsumsi kafein.

Baca juga:

Diproses Sebelum Biji Kopi Dipanggang

Proses dekafeinasi dilakukan ketika biji kopi masih berwarna hijau. Tujuannya memisahkan sebagian besar kafein tanpa menghilangkan karakter rasa yang dimiliki biji kopi.

Industri kopi menggunakan beberapa metode dekafeinasi, antara lain Swiss Water Process, metode karbon dioksida (CO2), serta metode pelarut yang memenuhi standar keamanan pangan. Setelah proses tersebut selesai, biji kopi dikeringkan, dipanggang, kemudian diolah sebagaimana kopi pada umumnya.

Badan pengawas pangan di berbagai negara, termasuk U.S. Food and Drug Administration (FDA), juga menetapkan standar keamanan terhadap proses dekafeinasi sehingga produk decaf coffee yang beredar tetap memenuhi standar untuk dikonsumsi.

Bukan Hanya Soal Kafein

Perbedaan paling mendasar antara kopi reguler dan decaf memang terletak pada kadar kafeinnya. Kopi biasa mempertahankan kandungan kafein alami, sedangkan decaf telah mengalami proses pengurangan kafein.

Meski demikian, keduanya tetap mengandung berbagai senyawa alami dari biji kopi, termasuk antioksidan. Sejumlah penelitian menunjukkan manfaat kopi tidak hanya berasal dari kafein, tetapi juga dari berbagai komponen alami lain yang masih terdapat pada kopi, termasuk decaf.

Dari sisi rasa, decaf coffee memiliki karakter yang sedikit berbeda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jenis biji kopi, metode dekafeinasi, hingga proses pemanggangan yang digunakan produsen.

Baca juga: Gerai ke-43 The Gade Coffee and Gold Hadir di Kemenkomarves

Alternatif bagi yang Ingin Mengurangi Kafein

Decaf coffee banyak dipilih oleh orang yang ingin mengurangi konsumsi kafein tanpa harus meninggalkan kebiasaan minum kopi.

Mayo Clinic menjelaskan, sebagian orang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap kafein sehingga dapat mengalami jantung berdebar, sulit tidur, atau merasa gelisah setelah mengonsumsi kopi berkafein.

Karena itu, beralih ke minuman dengan kandungan kafein lebih rendah, seperti decaf coffee, menjadi salah satu pilihan. Namun, decaf tetap mengandung sedikit kafein sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai kopi yang benar-benar bebas kafein.

Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, jumlah konsumsi kopi tetap sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.

Tetap Menawarkan Aroma dan Rasa Kopi

Hadirnya decaf coffee memperluas pilihan bagi penikmat kopi. Minuman ini memungkinkan seseorang tetap menikmati aroma dan cita rasa kopi dengan kadar kafein yang lebih terukur.

Walaupun sebagian besar kafeinnya telah dihilangkan melalui proses dekafeinasi, decaf coffee tetap berasal dari biji kopi yang sama dan masih mengandung berbagai komponen alami khas kopi. Karena itu, pilihan antara kopi reguler maupun decaf pada akhirnya bergantung pada kebutuhan serta preferensi masing-masing individu.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/ Magang
editor: jatmiko

Tags: decaf coffeekandungan kafein kopikopi berkafein rendahkopi decafkopi tanpa kafeinmanfaat decaf coffeeperbedaan decaf dan kopi biasaproses dekafeinasi

Related Posts

6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan
Kuliner

6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

Selasa, 14 Jul 2026
Kuliner

4 Kuliner dengan Aroma Paling Menyengat di Dunia

Sabtu, 11 Jul 2026
Cappuccino - Perbedaan Flat White, Latte, Cappuccino, dan Macchiato, Jangan Salah Pesan di Kafe
Kuliner

Perbedaan Flat White, Latte, Cappuccino, dan Macchiato, Jangan Salah Pesan di Kafe

Kamis, 9 Jul 2026
matcha dan green tea
Kuliner

Perbedaan Matcha dan Green Tea, Ketahui Proses Pengolahan hingga Kandungan Nutrisinya

Jumat, 3 Jul 2026
Rekomendasi 3 nasi liwet di Malang yang wajib dicoba untuk merasakan cita rasa khas kuliner Nusantara. /Foto: Pinterest/Damian De
Kuliner

Gurih Sedap, 3 Kuliner Nasi Liwet di Malang yang Rasanya Bikin Nagih

Rabu, 1 Jul 2026
Ayam lodho di Kota Malang
Kuliner

4 Rekomendasi Ayam Lodho di Malang yang Gurih Pedas dan Wajib Dicoba

Minggu, 28 Jun 2026

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.