Tugumalang.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Safrizal ZA memimpin langsung gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Bersih dan Indah) di Alun Alun Merdeka, Kota Malang pada Jumat (10/6/2026). Aksi Indonesia Asri merupakan upaya pemerintah untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Gerakan yang turut dihadiri Forkopimda Malang Raya tersebut diwarnai dengan apel personel gabungan berbagai unsur mulai TNI, Polri, Satpol PP, DLH, linmas hingga pelajar.
Baca Juga: Bupati Malang Raih Apresiasi Kemendagri saat Hari Otonomi Daerah ke-30
Dirjen Bina Adwil Kemendagri RI juga tampak memimpin langsung aksi tanam pohon, penyerahan armada gerobak sampah, bersih bersih troroar hingga pemangkasan dahan pohon.

Dalam kesempatannya, Dirjen Bina Adwil Kemendagri RI, Safrizal menegaskan bahwa Indonesia Asri merupakan gerakan yang mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi timbulan sampah melalui pengelolaan yang lebih bijak.
Menurutnya, istilah ASRI merupakan akronim dari Aman, Sehat, Bersih, dan Indah. Dimana, keempat unsur tersebut menjadi tujuan utama agar masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang nyaman sekaligus berkualitas.
Baca Juga: Jelang Pelantikan, Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin Jalani Pemeriksaan Medis di Kemendagri
“Kalau lingkungannya bersih tentu konsekuensinya sehat. Kalau sudah indah, masyarakat akan semakin nyaman tinggal di kota maupun kabupaten,” ujarnya.

Safrizal menjelaskan, gerakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh kementerian serta pemerintah daerah menggerakkan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari tingkat RT dan RW hingga pemerintah daerah.
“Ini adalah arahan bapak Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian, seluruh kepala daerah menggerakkan Indonesia Asri lewat gerakan gerakan positif, baik berupa pengolahan sampah mulai dari paling bawah, RT, RW,” tuturnya,
Tak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, Presiden Prabowo menurutnya juga mendorong seluruh kepala dearah membangun budaya peduli lingkungan melalui kerja bakti rutin, penataan kawasan. Termasuk penertiban pemasangan spanduk, baliho dan reklame yang menggangu estetika kota.
“Jadi kami minta kepada kepala daerah bisa memfasilitasi pemasangan reklame, iklan, spanduk, baliho agar lebih tertib, rapi dan tidak membuat kota menjadi tidak indah dan tidak nyaman,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong budaya gotong royong kembali hidup di lingkungan masyarakat, sekolah, kantor pemerintahan, maupun ruang publik. Pelaksanaan gerakan tersebut nantinya akan dipantau oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian dari evaluasi nasional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























