Kamis, Juli 9, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Kelompok Homoseksual Sumbang Kasus HIV Baru di Kota Batu Tahun 2026

M Ulul Azmy by M Ulul Azmy
Juli 9, 2026 8:01 pm
in News
1465a067 D08c 420d 9740 857d4b6871c6

Ilustrasi homoseksual. Foto: iStock

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat penambahan 47 kasus baru Orang Dengan HIV (ODHIV) hingga Juli tahun 2026 ini. Dari sekian penderita, kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) atau homoseksual teridentifikasi turut andil dalam penambahan angka kasus baru HIV di Kota Batu.

Berdasarkan data dari Dinkes Kota Batu, kelompok LSL secara spesifik menyumbangkan 4 kasus baru secara langsung. Angka ini belum termasuk irisan kelompok populasi lain, seperti kategori LSL yang masuk dalam populasi umum sebanyak 1 kasus, serta kelompok populasi umum yang mendominasi dengan 26 kasus.

READ ALSO

BPBD Kabupaten Malang Siap Hadapi Kemungkinan Erupsi Gunung Kelud

PJT I Gaungkan Edukasi Penyelamatan Sumber Daya Air Lewat Selorejo Run Challenge 2026, Catat Jadwalnya!

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran HIV/AIDS, Lapas Malang Gandeng Dinkes Kota Malang Gencarkan VCT

Selain itu, juga tercatat ada kelompok lain yang menyumbang yakni pasien penyakit TB sebanyak 7 kasus, pasangan risiko tinggi (risti) 2 kasus, pelanggan penjaja seks 2 kasus, wanita penjaja seks (WPS) 1 kasus, ibu hamil 1 kasus dan calon pengantin 1 kasus.

Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja melalui Pengelola Program TB dan HIV Dinkes Kota Batu Yoni Hadi Purnomo mengatakan persebaran kasus HIV di Kota Batu tahun ini mengalami pergeseran. Saat ini, kelompok LGBT hingga para pekerja seks tersebar secara acak di berbagai ruang publik.

“Data kami paling banyak masuk dalam populasi umum. Ini karena saat ini, para pekerja seks tidak lagi terlokalisir di satu tempat. Mereka pakai sistem online. Kelompok LGBT juga tersebar. sehingga saat skrining ketemunya banyak dari kegiatan-kegiatan rutin,” terang Yoni, Kamis (9/7/2026).

Yoni menerangkan pelacakan terhadap kelompok populasi kunci maupun kelompok berisiko lainnya memang menghadapi tantangan tersendiri saat ini.

Baca Juga: Penderita HIV di Kabupaten Malang Naik 3,8 Persen di Tahun 2025

Ini karena tidak mudah bagi seseorang mengakui perilaku seksual mereka secara terbuka akibat kendala psikologis dan sosial.

Faktor tersebut menyebabkan banyak temuan kasus yang pada akhirnya dimasukkan ke dalam kategori populasi umum karena status populasi kuncinya belum tergali lebih mendalam.

Lebih lanjut, secara akumulatif sejak tahun 2017, total kasus ODHIV yang pernah ditemukan di Kota Batu telah menyentuh angka 691 kasus.

Dari keseluruhan total tersebut, sebanyak 329 pasien saat ini aktif dalam masa pengobatan, 335 pasien tercatat gagal melakukan tindak lanjut (gagal follow up), dan 27 pasien dilaporkan meninggal dunia.

Jika melihat sebaran fasilitas kesehatan penemu 47 kasus baru di tahun 2026, RSUD Karsa Husada Kota Batu jadi yang tertinggi dengan temuan 22 kasus.

Disusul RS Bhayangkara Hasta Brata sebanyak 7 kasus, RS Baptis Batu 6 kasus, Puskesmas Bumiaji 5 kasus, Puskesmas Batu 3 kasus, Puskesmas Junrejo 2 kasus, serta Puskesmas Sisir dan RS dr. Etty Asharto masing-masing mencatatkan 1 kasus baru.

Terkait dinamika tersebut, Dinkes Kota Batu tidak lagi menerapkan strategi skrining massal seremonial dalam skala besar. Fokus utama kini dialihkan pada penguatan edukasi preventif menyasar kelompok remaja dan usia sekolah.

Petugas kesehatan juga mulai proaktif melakukan jemput bola untuk melakukan skrining di sektor-sektor potensial, seperti kawasan pekerja, perkantoran, perhotelan, hingga tempat wisata yang dinilai memiliki risiko kemunculan kasus ODHIV baru.

Kendati begitu, pendekatan penanganan HIV di Kota Batu tetap berjalan sesuai koridor Voluntary Care and Testing (VCT). Seluruh pemeriksaan medis dan pengobatan dilakukan atas dasar sukarela dari pasien bersangkutan tanpa paksaan, kecuali bagi kelompok ibu hamil serta calon pengantin yang diwajibkan oleh regulasi demi memutus mata rantai penularan sedini mungkin.

“Jadi kembali lagi sifatnya penanganan HIV adalah Voluntary Care and Testing. Pemeriksaan dan pengobatannya semua harus atas dasar sukarela. Kecuali pada ibu hamil dan calon pengantin, kami mewajibkan pemeriksaan HIV,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

Tags: HIVHIV/AIDSHomoseksualkota batuLGBTlgbt kota batu

Related Posts

BPBD Kabupaten Malang Siap Hadapi Kemungkinan Erupsi Gunung Kelud
News

BPBD Kabupaten Malang Siap Hadapi Kemungkinan Erupsi Gunung Kelud

Kamis, 9 Jul 2026
PJT I Gaungkan Edukasi Penyelamatan Sumber Daya Air Lewat Selorejo Run Challenge 2026, Catat Jadwalnya!
News

PJT I Gaungkan Edukasi Penyelamatan Sumber Daya Air Lewat Selorejo Run Challenge 2026, Catat Jadwalnya!

Kamis, 9 Jul 2026
Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting
News

Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting

Kamis, 9 Jul 2026
Kebakaran Rumah di Pakisaji Malang Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek
News

Kebakaran Rumah di Pakisaji Malang Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek

Kamis, 9 Jul 2026
Ka Dinkes Kabupaten Malang Bantah Korupsi Pengadaan Ambulans, Klaim Tak Ada Kerugian Negara
News

Kepala Dinkes Kabupaten Malang Bantah Korupsi Pengadaan Ambulans, Klaim Tak Ada Kerugian Negara

Rabu, 8 Jul 2026
Jatim Kirim Kontingen Terbanyak ke WSC Shanghai 2026, Tiga Peserta dari Malang Raya
News

Rekam Jejak Alfi Nurhidayat, Dari Staf Lapangan hingga Resmi Jadi Sekda Kota Batu

Rabu, 8 Jul 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.