Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Kembar Mayang, Tradisi Pernikahan Jawa yang Mulai Jarang

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2022 4:16 pm
in Budaya
Kembar Mayang, Tradisi Pernikahan Jawa yang Mulai Jarang

Ilustrasi kembar mayang. Foto: Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Masyarakat Jawa sudah dikenal luas sebagai salah satu suku asli nusantara yang sarat akan adat dan tradisi, tak terkecuali pada adat dan tradisi pernikahan.

Saat temu manten yang merupakan salah satu rangkaian dari tradisi pernikahan, kembar mayang merupakan uba rampe atau piranti yang wajib ada.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Kembar Mayang dalam wujudnya berbentuk bunga imitasi hasil anyaman janur atau daun kelapa muda yang dianyam menyerupai mahkota bunga dengan batangnya dibuat dari debog atau batang pohon pisang. Di atas kelopak tersebut ditancapkan daun panca warna seperti seperti daun beringin, daun andong, daun puring, dan beberapa bunga hiasan lainnya.

Dalam kembar mayang terdapat banyak janur kuning yang dibentuk menyerupai bentuk simbol peralatan dan hewan. Ada sekitar 10 atau lebih bentuk janur yang wajib ada dalam setiap kembar mayang untuk pernikahan.

Kesepuluh bentuk tersebut di antaranya keris-kerisan, cemeti, pecut atau cambuk, uler-uleran, manuk atau burung, tugu, kitiran, payung, tangan-tanganan, walang atau belalang, dan beberapa bentuk lain yang biasanya disesuaikan dengan adat masyarakat sekitar.

Bukan tanpa alasan orang Jawa jaman dulu menciptakan kembar mayang sebagai salah satu elemen perlengkapan ritual pengantin Jawa. Di setiap bahan yang digunakan untuk membuat kembar mayang adalah simbol doa dan harapan keluarga terhadap jalannya sebuah prosesi perkawinan adat Jawa. Jadi, dari setiap bahan dan bentuk yang ada di kembar mayang, tersirat makna yang mendalam.

Berikut beberapa arti dari lambang bentuk janur yang dilansir dari jurnal penelitian:

1. Janur yang dianyam menyerupai bentuk keris bermakna melindungi dari marabahaya. Hal ini dimaksudkan agar kedua mempelai berhati-hati dalam mengarungi kehidupan keluarga. Adapula yang mengaitkan bentuk keris ini sebagai simbol dari keris “sarutomo” yang berati keris saru tapi utomo jika diterjemahkan keris yang tabu atau saru jika diucapkan namun utama.

2. Janur yang dianyam seperti bentuk belalang memiliki makna agar tidak terjadi halangan dalam berkeluarga.

3. Janur yang berbentuk payung bermakna pengayoman,

4. Janur yang berbentuk burung melambangkan kerukunan dan kesetiaan sebagaimana burung merpati dan berati kebebasan.

5. Bentuk pecut atau cambuk melambangkan agar saat sudah berkeluarga pengantin tersebut bisa bergerak lincah dan adaptif akan segala situasi.

6. Janur bentuk tangan-tanganan yang berarti agar kedua pasangan bisa bergandengan tangan dan bekerja sama dalam menjalani kehidupan. Adapula yang mengaitkan bentuk tangan ini sebagai bentuk perwujudan pitutur bagi perempuan harus bisa menerima apapun yang telah diberikan oleh suaminya.

7. Janur bentuk kitiran melambangkan kehidupan panjang yang akan terus berjalan.

8. Janur bentuk cemeti melambangkan senjata yang berarti seorang suami harus mampu melindungi keluarganya.

9. Janur bentuk uler atau ulat pada ujung lidi melingkar yang menyiratkan perjalanan hidup yang terus berputar dan agar bisa berkembang layaknya ulat yang berubah jadi kupu harus disertai tirakat puasa.

10. Janur bentuk tugu yang dibentuk dari dua janur menyiratkan dalam kehidupan berkeluarga harus saling melengkapi, berjuang dari awal bersama untuk menggapai derajat yang tinggi dan apa yang diimipkan

Sedangkan makna yang terkandung dalam kembang panca warna di antaranya beringin berarti agar kedua mempelai bisa saling mengayomi, daun puring supaya dalam keluarga tidak terjadi uring-uringan atau dapat menahan amarah, daun andong untuk menjaga sopan santun terhadap sesama, dan daun lancur bermakna agar kedua mempelai hendaknya mampu berpikir panjang dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup.

Seperti namanya, kembar berarti dua samapersis dan mayang yang berarti bunga. Maka, kembar mayang dibuat dua buah, ditempatkan di atas baki tembaga.

Kedua kembar mayang tersebut memiliki nama. Masing-masing dinamakan Dewandaru dan Kalpandaru. Penamaan didasarkan atas sejarah Kembar mayang yang telah dipercaya sejak dahulu sebagai pinjaman dari para dewa, sehingga setelah upacara selesai harus dikembalikan dengan membuang di perempatan jalan atau dilabuh atau dihanyutkan di sungai atau laut.

Reporter: Muhammad Shofi

Editor: Lizya Kristanti

Tags: kembar mayangpernikahan jawaTradisi

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
Kenali Perbedaan Susu Pasteurisasi, Sterilisasi, dan UHT

Kenali Perbedaan Susu Pasteurisasi, Sterilisasi, dan UHT

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.