Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Kembar Mayang, Tradisi Pernikahan Jawa yang Mulai Jarang

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2022 4:16 pm
in Budaya
Kembar Mayang, Tradisi Pernikahan Jawa yang Mulai Jarang

Ilustrasi kembar mayang. Foto: Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Masyarakat Jawa sudah dikenal luas sebagai salah satu suku asli nusantara yang sarat akan adat dan tradisi, tak terkecuali pada adat dan tradisi pernikahan.

Saat temu manten yang merupakan salah satu rangkaian dari tradisi pernikahan, kembar mayang merupakan uba rampe atau piranti yang wajib ada.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Kembar Mayang dalam wujudnya berbentuk bunga imitasi hasil anyaman janur atau daun kelapa muda yang dianyam menyerupai mahkota bunga dengan batangnya dibuat dari debog atau batang pohon pisang. Di atas kelopak tersebut ditancapkan daun panca warna seperti seperti daun beringin, daun andong, daun puring, dan beberapa bunga hiasan lainnya.

Dalam kembar mayang terdapat banyak janur kuning yang dibentuk menyerupai bentuk simbol peralatan dan hewan. Ada sekitar 10 atau lebih bentuk janur yang wajib ada dalam setiap kembar mayang untuk pernikahan.

Kesepuluh bentuk tersebut di antaranya keris-kerisan, cemeti, pecut atau cambuk, uler-uleran, manuk atau burung, tugu, kitiran, payung, tangan-tanganan, walang atau belalang, dan beberapa bentuk lain yang biasanya disesuaikan dengan adat masyarakat sekitar.

Bukan tanpa alasan orang Jawa jaman dulu menciptakan kembar mayang sebagai salah satu elemen perlengkapan ritual pengantin Jawa. Di setiap bahan yang digunakan untuk membuat kembar mayang adalah simbol doa dan harapan keluarga terhadap jalannya sebuah prosesi perkawinan adat Jawa. Jadi, dari setiap bahan dan bentuk yang ada di kembar mayang, tersirat makna yang mendalam.

Berikut beberapa arti dari lambang bentuk janur yang dilansir dari jurnal penelitian:

1. Janur yang dianyam menyerupai bentuk keris bermakna melindungi dari marabahaya. Hal ini dimaksudkan agar kedua mempelai berhati-hati dalam mengarungi kehidupan keluarga. Adapula yang mengaitkan bentuk keris ini sebagai simbol dari keris “sarutomo” yang berati keris saru tapi utomo jika diterjemahkan keris yang tabu atau saru jika diucapkan namun utama.

2. Janur yang dianyam seperti bentuk belalang memiliki makna agar tidak terjadi halangan dalam berkeluarga.

3. Janur yang berbentuk payung bermakna pengayoman,

4. Janur yang berbentuk burung melambangkan kerukunan dan kesetiaan sebagaimana burung merpati dan berati kebebasan.

5. Bentuk pecut atau cambuk melambangkan agar saat sudah berkeluarga pengantin tersebut bisa bergerak lincah dan adaptif akan segala situasi.

6. Janur bentuk tangan-tanganan yang berarti agar kedua pasangan bisa bergandengan tangan dan bekerja sama dalam menjalani kehidupan. Adapula yang mengaitkan bentuk tangan ini sebagai bentuk perwujudan pitutur bagi perempuan harus bisa menerima apapun yang telah diberikan oleh suaminya.

7. Janur bentuk kitiran melambangkan kehidupan panjang yang akan terus berjalan.

8. Janur bentuk cemeti melambangkan senjata yang berarti seorang suami harus mampu melindungi keluarganya.

9. Janur bentuk uler atau ulat pada ujung lidi melingkar yang menyiratkan perjalanan hidup yang terus berputar dan agar bisa berkembang layaknya ulat yang berubah jadi kupu harus disertai tirakat puasa.

10. Janur bentuk tugu yang dibentuk dari dua janur menyiratkan dalam kehidupan berkeluarga harus saling melengkapi, berjuang dari awal bersama untuk menggapai derajat yang tinggi dan apa yang diimipkan

Sedangkan makna yang terkandung dalam kembang panca warna di antaranya beringin berarti agar kedua mempelai bisa saling mengayomi, daun puring supaya dalam keluarga tidak terjadi uring-uringan atau dapat menahan amarah, daun andong untuk menjaga sopan santun terhadap sesama, dan daun lancur bermakna agar kedua mempelai hendaknya mampu berpikir panjang dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup.

Seperti namanya, kembar berarti dua samapersis dan mayang yang berarti bunga. Maka, kembar mayang dibuat dua buah, ditempatkan di atas baki tembaga.

Kedua kembar mayang tersebut memiliki nama. Masing-masing dinamakan Dewandaru dan Kalpandaru. Penamaan didasarkan atas sejarah Kembar mayang yang telah dipercaya sejak dahulu sebagai pinjaman dari para dewa, sehingga setelah upacara selesai harus dikembalikan dengan membuang di perempatan jalan atau dilabuh atau dihanyutkan di sungai atau laut.

Reporter: Muhammad Shofi

Editor: Lizya Kristanti

Tags: kembar mayangpernikahan jawaTradisi

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
Kenali Perbedaan Susu Pasteurisasi, Sterilisasi, dan UHT

Kenali Perbedaan Susu Pasteurisasi, Sterilisasi, dan UHT

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.