Minggu, Oktober 11, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Mengenang 32 Tahun Wafatnya KH Oesman Mansur, Pendiri Unisma Malang

Redaksi by Redaksi
Februari 18, 2021 6:27 pm
in Pendidikan
Mengenang 32 Tahun Wafatnya KH Oesman Mansur, Pendiri Unisma Malang

KH Oesman Mansoer. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan

UIN Maliki Malang Buka Dua Prodi Baru, Ekonomi Syariah dan Manajemen Haji

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan penghormatan terhadap para pendahulu yang berperan penting dalam berdirinya kampus ini pada 1981 silam. Sosok pendiri yang dikenal dengan nama Tim Sembilan itu adalah KH Oesman Mansoer.
FEB Unisma akan mengadakan Haul memperingati 32 tahun wafatnya tokoh termasyhur tersebut, pada Jumat besok (18/2/2021).
32 tahun lalu, pada 7 Rajab 1409 H atau tepatnya pada hari Selasa 7 Februari 1989, seorang ulama karismatik KH Oesman Mansoer yang tengah menjabat sebagai Rektor Unisma berpulang. Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Unisma.
Meski memiliki latar belakang militer, sosok KH Oesman Mansoer sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dialah sosok penting di balik berdirinya kampus ternama di kota Malang. Sebut saja Unisma hingga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang.
KH Oesman Mansoer tercatat menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiayah (1967-1972) di UIN Malang. Sementara di Unisma, dia tercatat sebagai salah satu pendiri Unisma sekaligus Rektor pertama (1981-1989).
Kyai yang berpandangan moderat dan memiliki hobi membaca buku tentang agama, politik, filsafat, dan pendidikan serta menguasai 4 bahasa yaitu bahasa Arab, Belanda, Inggris, dan Latin ini, mempunyai nama asli RH Muhammad Isman Adhikoro.
Dia lahir di pulau Madura tepatnya di Blega, 23 Maret 1924. Putra pasangan HR Jalaludin Kromo Asmoro Adhikoro dengan Hj Siti Nur Chotijah.
Sebagai putra pertama dari 3 bersaudara, sejak tahun 1930 dia menghabiskan hidupnya di Kota Malang.
Dia merupakan alumni dan santri dari KH Nachrowi Thohir serta KH Badrus Salam yang mendirikan Madrasah Muslimin NU, Jagalan Kota Malang, yang tercatat sebagai madrasah tertua milik Nahdlatul Ulama dan pusat informasi dan perjuangan warga NU Kota Malang.
Pendalaman ilmu agama lebih banyak diperoleh dari Habib Abdul Qodir bil Faqih, Pengasuh Ponpes Darul Hadits di Jalan Aries Munandar Malang. Bahkan, Kiai Oesman termasuk santri khusus yang mendalami ilmu fiqih dan Thoriqot Alawiyah.
Selain itu, setiap bulan Ramadan, dia tabarrukan (nyantri) ke Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah, Jombang.
Dunia Pendidikan, Militer, dan Gagasan Kemerdekaan Beragama
Dedikasinya pada dunia pendidikan dimulai tahun 1940. Dia ditugaskan NU untuk mengajar di Madrasah NU di Pudakit, Kecamatan Sangkapura, Bawean.
Namun pada tahun 1942, Jepang masuk menjajah Indonesia, dia pulang ke Malang.
Sejak itu, Oesman muda berjuang membela Negara Indonesia. Pada tahun 1945, Oesman muda bergabung dengan Laskar Sabilillah yang merupakan sayap perjuangan pemuda NU hasil dari Resolusi Jihad yang dideklarasikan Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, pendiri NU.
Hal ini berlanjut hingga dia didapuk menjadi pimpinan Laskar Sabilillah Malang dan menjadi komandan Sabilillah Jawa Timur sampai tahun 1949. Dari sinilah, karir militer Oesman muda ditempa. Berdinas di Bimbingan Mental (Bintal) TNI di Kodam V Brawijaya sampai tahun 1979, dengan pangkat terakhir Mayor.
Sekitar tahun 1955, cita-citanya untuk mengabdi di dunia pendidikan terus belanjut. Kiai berputra 11 orang dari pasangan Hj Fathonah, cucu KH A Ghoni Surabaya ini, merintis berdirinya SMP Islam Salahudin, menjabat sebagai Kepala Sekolah pada tahun 1955 hingga berhasil mengembangkan SMA Shalahuddin pada kurun waktu yang sama.
Pemilik bintang gerilya ini, meski berkarir di militer, selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku yang dikoleksinya. Ribuan buku maupun kitab kuning yang dikoleksinya menjadi bukti betapa KH Oesman Mansoer merupakan orang yang haus akan ilmu pengetahuan.
Pada tahun 1958, KH Oesman Mansoer ditunjuk oleh Markas Besar (Mabes) Angkatan Darat (AD), sebagai perwakilan representasi NU untuk membuat Rumusan Penafsiran Pancasila dari Tinjauan Islam.
Hal ini kemudian berlanjut pada tahun 1968, dimana dia menuangkan gagasan tersebut dalam acara Dies Natalis Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang. Dimana Oesman membacakannya dalam bentuk naskah pidato dihadapan Menteri Agama KH M Dahlan.
Jadi, sebelum orang-orang meramaikan masalah azas tunggal, Kiai Oesman sudah mempunyai konsep tersebut. Buah pikiran ini pada tahun 1980 dituangkan dalam buku berjudul Islam dan Kemerdekaan Beragama, yang dicetak pertama kali oleh Penerbit Nur Cahaya Yogyakarta. Pada tahun 2019, dicetak ulang oleh Penerbit Kota Tua Malang dengan judul yang sama.
Gagasan ini didukung tindakan nyata dengan mengajarkan Islamologi dan Kritologi pada calon-calon pendeta di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sukun Malang, pada tahun 1967-1989.
Menilik dari uraian pendeta Cristha Andrea, pada tahun 1967 hingga tahun 1989, sudah ada sekitar 2000-an lebih pendeta yang tersebar dari Sumatera hingga Papua yang pernah Oesman ajar.
Kyai pengagum Mahmud Salthut, Rektor Al Azhar Mesir ini, sangat demokratis dan kiprahnya tidak diragukan lagi di berbagai perguruan tinggi negeri Indonesia. Seringkali juga memberikan seminar di Universitas Airlangga Surabaya, mengajar di Fakultas Hukum dan Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (sekarang Fakultas Ilmu Administrasi) Universitas Brawijaya, dan akademi pemerintah yang saat itu di Kota Malang bernama APDN (Akademi Pemerintah Dalam Negeri) sekarang bernama STPDN yang berpusat di Jatinangor sejak tahun 1967, hingga beliau wafat tahun 1989.
Aktif di Organisasi
Semasa hidupnya, KH Oesman Mansor sangat aktif berorganisasi. Hal ini dilakukan sejak muda dengan terlibat aktif di organisasi kepemudaan Ansor Cabang Malang dan menjadi ketua.
Di samping itu, dia juga pernah menjadi Ketua LP Maarif NU Cabang Malang, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Malang, Muhtasyar PWNU Jawa Timur, dan berbagai organisasi lainnya.
Di bidang informal, KH Oesman Mansoer juga aktif menjadi Ketua Takmir Masjid Agung Jami’ Kota Malang dan Takmir Masjid Ainul Yaqin Unisma.
Di samping kesibukannya mengelola Unisma dan menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Malang, dia masih menyempatkan waktunya untuk membina ustad dan kyai muda menjadi pemuka agama.
Bahkan, dia juga aktif menggelar pengajian kaderisasi bagi kyai muda setiap hari sabtu pagi dirumahnya, di Jalan Saleyer Kota Malang.
Banyak para tokoh yang telah berhasil menjadi kadernya. Sebut saja, Dr KH Dahlan Thamrin MAg, Dr KH Chozin Askandar Mag, Ghaffar Rahman (PBNU), KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), Prof Dr Zainudin MA (Wakil Rektor 1 Universitas Maulana Malik Ibrahim), dan lain sebagainya.
Salah satu anaknya, Gus Din, mengatakan bahwa KH Oesman Mansoer juga aktif menjadi pengajar Islamologi di Gereja Jawi Wetan pada tahun 1968-1974.
“Ilmunya tentang pembelajaran toleransi antarumat beragama. Umat lain diajak memahami Islam bukan dari sisi akidah, melainkan dari sisi perdamaian dan kebangsaan,” ungkap Gus Din.
Oesman rupanya juga mengajak Gus Dur untuk mengajar Islamologi di GKJW Sukun. Oesman terlebih dulu mengajar di sana sejak tahun 1965, sedangkan Gus Dur mengajar di sana tahun 1970-an.
Setelah pensiun dari pekerjaan sehari-sehari di bidang Bimbingan Mental (Bintal) TNI di Kodam V Brawijaya pada 1979, dengan pangkat terakhir Mayor, dia dipercaya Pemkot Malang menjadi Ketua MUI Kota Malang dan Ketua Takmir Masjid Agung Jami’ Malang hingga akhir hayatnya.
Sebenarnya, dia juga pernah dicalonkan menjadi Bupati Lumajang oleh Partai NU. Namun, karena minat dan kompetensinya tidak sesuai, KH Oesman Mansoer lebih memilih mengabdi di dunia pendidikan.
”Cita-cita beliau yang sering disampaikan kepada putra-putrinya maupun kepada khayalak umum menjadi orang alim dan sederhana dalam menjalani kehidupan,” kata Gus Din.
Tags: FEB Unismaoesman mansoerUnisma

Related Posts

ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan
Advertorial

ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan

Minggu, 11 Okt 2026
UIN Maliki Malang Buka Dua Prodi Baru, Ekonomi Syariah dan Manajemen Haji
Advertorial

UIN Maliki Malang Buka Dua Prodi Baru, Ekonomi Syariah dan Manajemen Haji

Sabtu, 10 Okt 2026
Ta’aruf Qur’ani ke-24 Diikuti 646 Mahasiswa UIN Maliki Malang
Advertorial

Ta’aruf Qur’ani ke-24 Diikuti 646 Mahasiswa UIN Maliki Malang

Sabtu, 10 Okt 2026
Ratusan Pelajar Jatim Ikuti LKBB Cakra 2 SMKN 2 Malang
Advertorial

Ratusan Pelajar Jatim Ikuti LKBB Cakra 2 SMKN 2 Malang

Sabtu, 10 Okt 2026
SMK PGRI 3 Malang Catat 500 Pendaftar Siswa Baru 2026
Advertorial

SMK PGRI 3 Malang Catat 500 Pendaftar Siswa Baru 2026

Sabtu, 10 Okt 2026
86 Siswa SMKN 2 Malang Dilantik Jadi Pengurus OSIS dan MPK
Advertorial

86 Siswa SMKN 2 Malang Dilantik Jadi Pengurus OSIS dan MPK

Jumat, 9 Okt 2026
Next Post
FST Unikama Gelar Yudisium, Dekan Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur

FST Unikama Gelar Yudisium, Dekan Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.