Jumat, Agustus 21, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Mengenang 32 Tahun Wafatnya KH Oesman Mansur, Pendiri Unisma Malang

Redaksi by Redaksi
Februari 18, 2021 6:27 pm
in Pendidikan
Mengenang 32 Tahun Wafatnya KH Oesman Mansur, Pendiri Unisma Malang

KH Oesman Mansoer. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

Pengabdian Masyarakat Unikama: Hadirkan Pembelajaran Kontekstual dari Pengelolaan Sampah hingga Senam Irama

Respons Cepat Gempa Flores: ITN Malang Terjunkan Bantuan Air Bersih dan Tandon untuk Pengungsi

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan penghormatan terhadap para pendahulu yang berperan penting dalam berdirinya kampus ini pada 1981 silam. Sosok pendiri yang dikenal dengan nama Tim Sembilan itu adalah KH Oesman Mansoer.
FEB Unisma akan mengadakan Haul memperingati 32 tahun wafatnya tokoh termasyhur tersebut, pada Jumat besok (18/2/2021).
32 tahun lalu, pada 7 Rajab 1409 H atau tepatnya pada hari Selasa 7 Februari 1989, seorang ulama karismatik KH Oesman Mansoer yang tengah menjabat sebagai Rektor Unisma berpulang. Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Unisma.
Meski memiliki latar belakang militer, sosok KH Oesman Mansoer sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dialah sosok penting di balik berdirinya kampus ternama di kota Malang. Sebut saja Unisma hingga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang.
KH Oesman Mansoer tercatat menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiayah (1967-1972) di UIN Malang. Sementara di Unisma, dia tercatat sebagai salah satu pendiri Unisma sekaligus Rektor pertama (1981-1989).
Kyai yang berpandangan moderat dan memiliki hobi membaca buku tentang agama, politik, filsafat, dan pendidikan serta menguasai 4 bahasa yaitu bahasa Arab, Belanda, Inggris, dan Latin ini, mempunyai nama asli RH Muhammad Isman Adhikoro.
Dia lahir di pulau Madura tepatnya di Blega, 23 Maret 1924. Putra pasangan HR Jalaludin Kromo Asmoro Adhikoro dengan Hj Siti Nur Chotijah.
Sebagai putra pertama dari 3 bersaudara, sejak tahun 1930 dia menghabiskan hidupnya di Kota Malang.
Dia merupakan alumni dan santri dari KH Nachrowi Thohir serta KH Badrus Salam yang mendirikan Madrasah Muslimin NU, Jagalan Kota Malang, yang tercatat sebagai madrasah tertua milik Nahdlatul Ulama dan pusat informasi dan perjuangan warga NU Kota Malang.
Pendalaman ilmu agama lebih banyak diperoleh dari Habib Abdul Qodir bil Faqih, Pengasuh Ponpes Darul Hadits di Jalan Aries Munandar Malang. Bahkan, Kiai Oesman termasuk santri khusus yang mendalami ilmu fiqih dan Thoriqot Alawiyah.
Selain itu, setiap bulan Ramadan, dia tabarrukan (nyantri) ke Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah, Jombang.
Dunia Pendidikan, Militer, dan Gagasan Kemerdekaan Beragama
Dedikasinya pada dunia pendidikan dimulai tahun 1940. Dia ditugaskan NU untuk mengajar di Madrasah NU di Pudakit, Kecamatan Sangkapura, Bawean.
Namun pada tahun 1942, Jepang masuk menjajah Indonesia, dia pulang ke Malang.
Sejak itu, Oesman muda berjuang membela Negara Indonesia. Pada tahun 1945, Oesman muda bergabung dengan Laskar Sabilillah yang merupakan sayap perjuangan pemuda NU hasil dari Resolusi Jihad yang dideklarasikan Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, pendiri NU.
Hal ini berlanjut hingga dia didapuk menjadi pimpinan Laskar Sabilillah Malang dan menjadi komandan Sabilillah Jawa Timur sampai tahun 1949. Dari sinilah, karir militer Oesman muda ditempa. Berdinas di Bimbingan Mental (Bintal) TNI di Kodam V Brawijaya sampai tahun 1979, dengan pangkat terakhir Mayor.
Sekitar tahun 1955, cita-citanya untuk mengabdi di dunia pendidikan terus belanjut. Kiai berputra 11 orang dari pasangan Hj Fathonah, cucu KH A Ghoni Surabaya ini, merintis berdirinya SMP Islam Salahudin, menjabat sebagai Kepala Sekolah pada tahun 1955 hingga berhasil mengembangkan SMA Shalahuddin pada kurun waktu yang sama.
Pemilik bintang gerilya ini, meski berkarir di militer, selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku yang dikoleksinya. Ribuan buku maupun kitab kuning yang dikoleksinya menjadi bukti betapa KH Oesman Mansoer merupakan orang yang haus akan ilmu pengetahuan.
Pada tahun 1958, KH Oesman Mansoer ditunjuk oleh Markas Besar (Mabes) Angkatan Darat (AD), sebagai perwakilan representasi NU untuk membuat Rumusan Penafsiran Pancasila dari Tinjauan Islam.
Hal ini kemudian berlanjut pada tahun 1968, dimana dia menuangkan gagasan tersebut dalam acara Dies Natalis Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang. Dimana Oesman membacakannya dalam bentuk naskah pidato dihadapan Menteri Agama KH M Dahlan.
Jadi, sebelum orang-orang meramaikan masalah azas tunggal, Kiai Oesman sudah mempunyai konsep tersebut. Buah pikiran ini pada tahun 1980 dituangkan dalam buku berjudul Islam dan Kemerdekaan Beragama, yang dicetak pertama kali oleh Penerbit Nur Cahaya Yogyakarta. Pada tahun 2019, dicetak ulang oleh Penerbit Kota Tua Malang dengan judul yang sama.
Gagasan ini didukung tindakan nyata dengan mengajarkan Islamologi dan Kritologi pada calon-calon pendeta di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sukun Malang, pada tahun 1967-1989.
Menilik dari uraian pendeta Cristha Andrea, pada tahun 1967 hingga tahun 1989, sudah ada sekitar 2000-an lebih pendeta yang tersebar dari Sumatera hingga Papua yang pernah Oesman ajar.
Kyai pengagum Mahmud Salthut, Rektor Al Azhar Mesir ini, sangat demokratis dan kiprahnya tidak diragukan lagi di berbagai perguruan tinggi negeri Indonesia. Seringkali juga memberikan seminar di Universitas Airlangga Surabaya, mengajar di Fakultas Hukum dan Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (sekarang Fakultas Ilmu Administrasi) Universitas Brawijaya, dan akademi pemerintah yang saat itu di Kota Malang bernama APDN (Akademi Pemerintah Dalam Negeri) sekarang bernama STPDN yang berpusat di Jatinangor sejak tahun 1967, hingga beliau wafat tahun 1989.
Aktif di Organisasi
Semasa hidupnya, KH Oesman Mansor sangat aktif berorganisasi. Hal ini dilakukan sejak muda dengan terlibat aktif di organisasi kepemudaan Ansor Cabang Malang dan menjadi ketua.
Di samping itu, dia juga pernah menjadi Ketua LP Maarif NU Cabang Malang, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Malang, Muhtasyar PWNU Jawa Timur, dan berbagai organisasi lainnya.
Di bidang informal, KH Oesman Mansoer juga aktif menjadi Ketua Takmir Masjid Agung Jami’ Kota Malang dan Takmir Masjid Ainul Yaqin Unisma.
Di samping kesibukannya mengelola Unisma dan menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Malang, dia masih menyempatkan waktunya untuk membina ustad dan kyai muda menjadi pemuka agama.
Bahkan, dia juga aktif menggelar pengajian kaderisasi bagi kyai muda setiap hari sabtu pagi dirumahnya, di Jalan Saleyer Kota Malang.
Banyak para tokoh yang telah berhasil menjadi kadernya. Sebut saja, Dr KH Dahlan Thamrin MAg, Dr KH Chozin Askandar Mag, Ghaffar Rahman (PBNU), KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), Prof Dr Zainudin MA (Wakil Rektor 1 Universitas Maulana Malik Ibrahim), dan lain sebagainya.
Salah satu anaknya, Gus Din, mengatakan bahwa KH Oesman Mansoer juga aktif menjadi pengajar Islamologi di Gereja Jawi Wetan pada tahun 1968-1974.
“Ilmunya tentang pembelajaran toleransi antarumat beragama. Umat lain diajak memahami Islam bukan dari sisi akidah, melainkan dari sisi perdamaian dan kebangsaan,” ungkap Gus Din.
Oesman rupanya juga mengajak Gus Dur untuk mengajar Islamologi di GKJW Sukun. Oesman terlebih dulu mengajar di sana sejak tahun 1965, sedangkan Gus Dur mengajar di sana tahun 1970-an.
Setelah pensiun dari pekerjaan sehari-sehari di bidang Bimbingan Mental (Bintal) TNI di Kodam V Brawijaya pada 1979, dengan pangkat terakhir Mayor, dia dipercaya Pemkot Malang menjadi Ketua MUI Kota Malang dan Ketua Takmir Masjid Agung Jami’ Malang hingga akhir hayatnya.
Sebenarnya, dia juga pernah dicalonkan menjadi Bupati Lumajang oleh Partai NU. Namun, karena minat dan kompetensinya tidak sesuai, KH Oesman Mansoer lebih memilih mengabdi di dunia pendidikan.
”Cita-cita beliau yang sering disampaikan kepada putra-putrinya maupun kepada khayalak umum menjadi orang alim dan sederhana dalam menjalani kehidupan,” kata Gus Din.
Tags: FEB Unismaoesman mansoerUnisma

Related Posts

Pengabdian Masyarakat Unikama: Hadirkan Pembelajaran Kontekstual dari Pengelolaan Sampah hingga Senam Irama
Advertorial

Pengabdian Masyarakat Unikama: Hadirkan Pembelajaran Kontekstual dari Pengelolaan Sampah hingga Senam Irama

Kamis, 20 Agu 2026
Respons Cepat Gempa Flores: ITN Malang Terjunkan Bantuan Air Bersih dan Tandon untuk Pengungsi
Pendidikan

Respons Cepat Gempa Flores: ITN Malang Terjunkan Bantuan Air Bersih dan Tandon untuk Pengungsi

Kamis, 20 Agu 2026
44eb25b5 5742 4056 B946 F3dd8d35e12b
Pendidikan

Unikama Dorong Mebel Randusari Naik Kelas Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 20 Agu 2026
Lolos Hibah Kemdiktisaintek, Inovasi NeuroGuard Laboran ITSK Soepraoen Jalani Monitoring dan Evaluasi KILAB 2026
Advertorial

Lolos Hibah Kemdiktisaintek, Inovasi NeuroGuard Laboran ITSK Soepraoen Jalani Monitoring dan Evaluasi KILAB 2026

Kamis, 20 Agu 2026
PLTS Bikin Pasokan Air MCK Wisata Aeng Lebih Stabil
Advertorial

PLTS Bikin Pasokan Air MCK Wisata Aeng Lebih Stabil

Rabu, 19 Agu 2026
Polinema Terapkan Teknologi Termo Separasi di UMKM VCO Blitar
Advertorial

Polinema Terapkan Teknologi Termo Separasi di UMKM VCO Blitar

Rabu, 19 Agu 2026
Next Post
FST Unikama Gelar Yudisium, Dekan Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur

FST Unikama Gelar Yudisium, Dekan Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.