Tugumalang.id – Laboratorium Riset Program Studi S1 Informatika Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW (ITSK Soepraoen) menjadi tuan rumah pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Karya Inovasi Laboran (KILAB) Perguruan Tinggi Tahun 2026.
Kegiatan Monev yang berlangsung pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh tim penilai resmi dari Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek RI, yaitu Prof. Suseno Amin (Universitas Padjadjaran), Rangga Dwie Putra, dan Ali Carli.
KILAB sendiri merupakan program hibah pendanaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI untuk mendorong Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), teknisi, dan laboran dalam meningkatkan kualitas layanan laboratorium perguruan tinggi.
Baca Juga: Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Internasional, ITSK Soepraoen Sukses Gelar 2nd ICOHES 2026
Capaian ITSK Soepraoen dalam KILAB 2026 sangat membanggakan. Dari total 400 pendaftar skala nasional, hanya sekitar 170 peserta yang lolos seleksi administrasi, hingga akhirnya menyisakan 59 peserta terbaik yang berhasil meraih hibah pendanaan, termasuk Moh. Ali Makhrus, S.Kom., laboran komputer dari Prodi Informatika ITSK Soepraoen.
Bertindak sebagai ketua tim, Ali Mahrus berkolaborasi dengan Faisal Ahmad Cayadi, laboran dari Laboratorium Keperawatan ITSK Soepraoen. Kehadiran tim Monev KILAB di kampus disambut hangat oleh jajaran Pimpinan Institusi—termasuk Rektor, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, dan Wakil Rektor 3—serta civitas akademika Prodi Informatika, mulai dari Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, dosen, hingga staf administrasi.

Inovasi yang diusung oleh tim Ali Mahrus bertajuk “NeuroGuard: Sistem Monitoring Stres Mahasiswa Berbasis Machine Learning & IoT”. Perangkat wearable non-intrusif ini dirancang khusus untuk memantau beban kognitif dan tingkat stres akut mahasiswa secara real-time saat menjalani ujian praktikum kompleks (seperti OSCE, CBT, atau penanganan bahan kimia berisiko).
Baca Juga: PKKMB ITSK Soepraoen: Ajang Tempa Karakter Soepraoen Muda Menjadi Manggala Wicaksana
Dalam pemaparannya di hadapan tim Monev, Ali Mahrus mendemonstrasikan bagaimana purwaprupa NeuroGuard dikembangkan, mulai dari tahap rancangan awal, pembuatan casing ringkas nan estetis memanfaatkan teknologi 3D printing, hingga integrasi hardware-software secara utuh.
Sistem ini memadukan mikrokontroler ESP32-C3, fitur WiFi Manager yang fleksibel, server VPS independen, serta broker MQTT untuk pengiriman data biometrik secara instan tanpa tunda.

Sistem NeuroGuard bekerja dengan merekam indikator biosinyal tubuh secara akurat yang diolah langsung melalui model machine learning, mencakup:
- Heart Rate Variability (HRV) & Heart Rate (HR): Mengukur variabilitas dan frekuensi detak jantung untuk mengidentifikasi lonjakan kecemasan fight-or-flight.
- Galvanic Skin Response (GSR): Memantau konduktivitas listrik kulit sebagai respons terhadap keringat akibat beban stres psikologis.
- Proses Kalibrasi Stabil: Membutuhkan waktu kalibrasi otomatis selama kurang lebih 90 detik untuk mencapai tingkat akurasi klasifikasi hingga 100%.
- Dashboard Monitoring Real-Time: Menampilkan grafik tren biosinyal, log riwayat data yang dapat diekspor ke format CSV, serta indikator status psikologis (Normal, Waspada, atau Kritis).
Pengawasan berbasis web browser (neuroguard.id/dashboard) ini memungkinkan laboran melakukan screening awal secara non-intrusif berbasis data (data-driven), tanpa mengganggu fokus mahasiswa yang sedang berpraktikum.
Kehadiran data analitik ini mempermudah mendigitalisasi sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) laboratorium, sehingga tindakan pencegahan kepanikan atau kecelakaan kerja dapat dilakukan secara terukur.
Sesi Monev berlangsung interaktif melalui demonstrasi alat dan diskusi kritis, di mana tim Monev memberikan apresiasi tinggi serta berbagai masukan konstruktif demi penyempurnaan pengembangan sistem sebelum siap direplikasi secara luas.
Keberhasilan Moh. Ali Makhrus, S.Kom., dan Faisal Ahmad Cayadi meraih hibah KILAB 2026 serta menuntaskan tahap evaluasi ini menjadi bukti nyata peningkatan kualitas SDM tenaga kependidikan di ITSK Soepraoen.
Rektorat dan pengelola Prodi Informatika berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan inovasi NeuroGuard agar tidak berhenti sebagai prototipe, melainkan dapat diimplementasikan secara permanen di seluruh laboratorium medis ITSK Soepraoen guna menciptakan lingkungan pembelajaran praktikum yang aman, responsif, dan berbasis teknologi terdepan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITSK Soepraoen
Editor: Herlianto. A





























