Tugumalang.id – Industri mebel di Kota Pasuruan dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar ekspor. Melihat potensi itu, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) melalui program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) mendorong penguatan kapasitas produksi dan pemasaran pelaku usaha mebel di Kelurahan Randusari, Kota Pasuruan.
Randusari merupakan salah satu kawasan yang dikenal sebagai sentra pengrajin mebel. Berdasarkan data statistik kelurahan tahun 2023, sekitar 80 persen atau sebanyak 2.426 dari 3.033 penduduk Randusari bekerja sebagai pengrajin.
Baca Juga: 13 Lulusan Fapet Unikama Diminta Terus Berkarya dan Jaga Almamater
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri mebel tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi. Tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.
Program PM-UPUD Unikama dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun dengan melibatkan dua mitra usaha. Yakni UD Sumber Urip yang dipimpin Raswanto dan UD Mebel Ike yang dipimpin Ike Melani Sofi. Kedua mitra itu memiliki pengalaman panjang dalam industri mebel.

UD Sumber Urip telah berdiri sejak 1990 dan memproduksi berbagai jenis mebel seperti kursi tamu, meja makan dan lemari. Produk yang dihasilkan bahkan telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia serta memiliki pengalaman pasar luar negeri, termasuk Malaysia dan Korea.
Sementara UD Mebel Ike telah berdiri sejak 1997. Usaha tersebut berkembang dari usaha keluarga menjadi unit usaha dengan tenaga kerja dan jangkauan pemasaran yang lebih luas, meliputi berbagai wilayah di Jawa, Bali, Sumatra, Nusa Tenggara hingga Maluku.
Baca Juga: Semarak HUT RI, Unikama Beri Beasiswa Spesial Kemerdekaan Potongan DPP hingga 50 Persen!
Ketua tim PM-UPUD UNIKAMA, Dr. Rosita Dwi Ferdiani, S.T., M.Pd., menjelaskan bahwa program pemberdayaan dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra.
Pada tahun pertama, program diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi melalui penerapan mesin CNC berbasis Android, mesin pemotong kayu dan kompresor. Selain itu, mitra juga mendapatkan pendampingan diversifikasi produk, pembuatan katalog dan perintisan pemasaran berbasis e-commerce.
“Program kemudian dilanjutkan pada tahun kedua dengan penambahan teknologi produksi berupa band saw dan table saw. Pendampingan juga diperkuat melalui implementasi e-commerce dan penguatan kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan usaha,” jelasnya.
Memasuki tahun ketiga, program diarahkan pada penyelesaian persoalan lanjutan yang masih dihadapi mitra. Fokusnya mencakup peningkatan efisiensi produksi, optimalisasi pemasaran digital, perluasan pasar.
Salah satu teknologi yang direncanakan untuk mendukung produksi adalah Mortiser Machine dan mesin serkel meja. Mortiser Machine digunakan untuk membuat lubang sambungan kayu secara presisi, sedangkan mesin serkel meja digunakan untuk menghasilkan potongan kayu yang lurus, cepat, dan seragam.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi waktu produksi, meningkatkan kapasitas, serta menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten. Proposal program menargetkan efisiensi waktu produksi minimal 20 persen, peningkatan kapasitas produksi hingga sekitar 80-85 persen, serta penurunan produk cacat minimal 20 persen.
Tidak hanya berfokus pada mesin produksi, Unikama juga mendorong transformasi pemasaran. E-commerce diharapkan tidak sekadar menjadi media pajangan produk, tetapi berkembang menjadi kanal penjualan yang mampu menghubungkan produk mebel Randusari dengan konsumen di luar daerah hingga pasar internasional.
Program tahun ketiga menargetkan optimalisasi penggunaan e-commerce hingga 90 persen, peningkatan pesanan dari luar daerah minimal 25 persen dan peningkatan interaksi media sosial melalui strategi promosi.
“Langkah tersebut penting karena kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan persaingan. Produk mebel lokal juga membutuhkan identitas, katalog yang menarik, promosi digital, serta akses pasar yang lebih luas,” imbuhnya.
Program PM-UPUD ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan mahasiswa. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan dilibatkan dalam penguatan program.
Sementara mahasiswa berperan dalam pengumpulan data, dokumentasi, pemasaran, analisis pasar, hingga dukungan pengoperasian teknologi.
Melalui program tersebut, Unikama tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga berupaya membangun kemandirian usaha. Harapannya, setelah program selesai, mitra mampu mengoperasikan dan merawat teknologi secara mandiri, mengelola pemasaran digital, memperluas jaringan pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Penguatan sentra mebel Randusari pada akhirnya bukan hanya tentang meningkatkan produksi dua kelompok usaha. Lebih jauh, program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri mebel daerah agar produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi dan semakin siap memasuki pasar nasional maupun internasional.
“Dengan perpaduan teknologi produksi, pemasaran digital, penguatan SDM, dan legalitas usaha, mebel Randusari diharapkan mampu naik kelas dari produk unggulan daerah menjadi produk yang semakin dikenal di pasar global,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A





























