Jumat, Agustus 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Mantan Napiter Jatim Menolak Pembubaran Densus 88

Redaksi by Redaksi
Oktober 19, 2021 3:19 pm
in Berita
densus 88

Ilustrasi (pixabay).

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang – Narasi pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 kini ramai diperbincangkan di seluruh penjuru negeri. Mantan narapidana teroris (napiter) Jawa Timur menganggap tanpa Densus 88, stabilitas NKRI bisa terganggu.

Ketua Yayasan Fajar Ikhwan Sejahtera Jatim, Syarul Munif secara pribadi dan mewakili eks napiter yang ada di Jawa Timur menyatakan sikap tidak setuju dan menolak keras atas narasi pembubaran Densus 88.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

“Kami memandang keberadaan dan peran Densus 88 itu sangat vital bagi kestabilan NKRI menghalau bahaya ancaman terorisme di Indonesia. Saya tau persis bagaimana virus yang dibawa kalau radikal itu sangat berbahaya,” ucapnya, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya, bahaya dan ancaman teroris di Indonesia sangat nyata adanya. Sejumlah aksi terorisme di Indonesia sangat meresahkan dan cukup mengganggu kestabilan NKRI.

“Itu terbukti dengan aksi aksi yang sudah terjadi di Indonesia. Bahkan puncaknya menurut saya, terjadinya kerusuhan Mako yang korbannya juga dari aparatur Densus 88. Sampai sangat sadisnya, ada penggorokan dari teroris kepada Densus 88,” paparnya.

“Artinya, mereka di sarang Densus 88 saja masih berani seperti itu. Apalagi dengan tidak adanya satgas yang menjaga bahaya radikalisme itu akan semakin parah,” imbuhnya.

Syahrul yang kini tinggal di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang itu juga mengatakan, virus kaum radikal yang mempengaruhi masyarakat untuk mudah mengkafirkan orang dan menyalahkan pandangan orang lain juga merupakan potensi kemunculan anggota teroris baru.

“Bahaya itulah yang harus kita waspadai. Kalau terjadi lagi yang rugi bukan hanya wilayah saja, tapi nama citra Indonesia dimata internasional dari dampak patiwisata, perekonomian akan terdampak dan mengganggu kestabilan,” bebernya.

Selain itu menurutnya, potensi mantan napiter di Indonesia untuk kembali ke jaringannya juga masih menjadi ancaman besar. Untuk itu, tanpa Densus 88 yang telah terbukti mencegah aksi terorisme di Indonesia ini maka kestabilan NKRI akan terancam.

“Kalau tak ada Densus peluang kami untuk kembali ke jalan yang salah itu sangat besar. Kami tidak mudah kembali berbaur dengan masyarakat. Kadang komunitas yang lama masih mendekati, menawari, kalau tidak ada Densus peluang kembali itu sangat besar,” ungkapnya.

Syahrul yang sudah terjun dalam jaringan teroris sejak 2007 itu juga menceritakan bahwa Densus 88 telah merubah jalan hidup dan pandangan salah dari eks napiter. Dikatakan, Densus 88 telah memberikan pembinaan, pendampingan dan dukungan kepada eks napiter untuk menjadi warga negara yang baik.

“Dulu saya berpikir seperti napiter pada umumya, memusuhi negara, memusuhi orang orang yang tidak menerapkan syariat islam secara penuh. Kemudian saat didampingi Densus itu mulai sadar,” ujar pria 39 tahun itu.

“Kami diarahkan baca buku buku tentang pandangan lain dari beberapa ulama. Akhirnya saya banyak belajar dan lebih terbuka. Jadi ada pendekatan dari Densus kepada kami sehingga bisa berubah pandangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Densus 88 juga memberikan pendampingan usaha mandiri, biaya pendidikan anak hingga bantuan ekonomi. Untuk itu, peran Densus 88 juga sangat vital dalam pengembangan dan mengembalikan eks napiter ke lingkungan masyarakat.

“Jadi keberadaan Densus 88 itu menurut kita selain bertugas sesuai amanat UU, juga bekerja secara humanis kepada mantan napiter. Sehingga kita tidak berpikir kembali mengulangi kesalahan yang sama atau kembali ke kelompok jaringan,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk bisa kembali berbaur ke lingkungan masyarakat umum merupakan hal yang sulit. Terlebih stigma teroris pastinya masih melekat dibenak masyarakat umum.

“Saat kembali ke lingkungan masyarakat, kita didampingi sedemikian rupa oleh Densus. Kami mulai membuka diri, berwirausaha, kerja bakti, sholat dengan masyarakat. Lama kelamaan masyarakat menilai dan menerima kami,” tutup mantan anggota Majelis Mujahidin dan jamaah Ansor Tauhid yang dipimpin oleh ustad Abu Bakar Baasir itu.

Reporter: M Sholeh
Editor: Sujatmiko

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Dr Benny Lianto, Rektor Ubaya memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang meraih medali di ajang PON XX Papua saat acara penyambutan di kampus setempat, Selasa (19/10/2021).

Bawa Pulang Tujuh Medali PON XX Papua, Mahasiswa Ubaya Disambut Rektor

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.