Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Selamatkan Warga Yogyakarta, Mahasiswa dan Pelajar Aksi Gejayan Memanggil

Redaksi by Redaksi
Oktober 9, 2021 9:11 pm
in News
Masa aksi berkumpul mendengarkan orasi dari salah satu perwakilan mahasiswa dalam asksi Gjayan Memanggil, Sabtu (9/10/2021)

Masa aksi berkumpul mendengarkan orasi dari salah satu perwakilan mahasiswa dalam asksi Gjayan Memanggil, Sabtu (9/10/2021). (Foto: Dokumen/Laras Sri Utari)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Aksi bertajuk Selamatkan Warga Yogya digelar di pertigaan Gejayan Yogyakarta pada Sabtu (9/10/2021). Aksi ini sekaligus memperingati satu tahun diberlakukannya Omnibus Law. Sejumlah pelajar dan mahasiswa tampak turun ke jalan berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Demonstrasi yang diikuti oleh gabungan pelajar, mahasiswa, lembaga, dan Individu Merdeka ini digelar bertepatan dengan singgahnya Presiden Republik Indonesia di Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta, selepas kunjungan kerjanya dari Bali.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Aksi tersebut menyuarakan 3 tuntutan regional dan 9 nasional. Tuntutan regional di antaranya: tetapkan UMP DIY yang layak, hentikan penambangan ilegal dan tidak ramah lingkungan, dan cabut Pergub DIY No. 1 Tahun 2021.

Adapun 9 tuntutan nasional yang disuarakan yaitu:  cabut Omnibus Law beserta aturan turunannya, cabut UU Minerba, cabut UU KPK, pecat Firli Bahuri dan pulihkan kembali KPK, laksanakan Reforma Agraria, tuntaskan kasus pelanggaran HAM berat, stop kriminalisasi dan intimidasi terhadap aktivis, sahkan RUU PKS versi draft jaringan masyarakat sipil, buka ruang demokrasi seluas-luasnya untuk Papua Barat, dan tolak komersialisasi pendidikan.

Aksi dimulai dari berkumpulnya masa di Bunderan UGM sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian bergerak menuju Pertigaan Gejayan sekitar pukul 14.00 sebagai venue utama.

Penampilan Kepal SPI membawakan lagu, diiringi beberapa massa yang memamerkan puppet satir menyinggung pemerintah dalam aksi gejayan memangil, Sabtu (9/10/2021)/tugu jatim
Penampilan Kepal SPI membawakan lagu, diiringi beberapa massa yang memamerkan puppet satir menyinggung pemerintah dalam aksi gejayan memangil, Sabtu (9/10/2021). (Foto: Dokumen/Laras Sri Utari)

Selain menyampaikan aspirasi melalui orasi dan kritik yang disampaikan oleh perwakilan Pelajar, Mahasiswa, Lembaga, dan Individu Merdeka. Aksi Selamatkan Warga Yogya itu juga diwarnai dengan kritik dan aspirasi yang disampaikan melalui media seni.

Salah satunya seni musik yang dibawakan oleh Kepal SPI (Keluarga seni pinggiran anti kapitalisasi – Serikat Pengamen Indonesia). Dalam aksi ini Kepal SPI membawakan beberapa lagu ciptaan mereka yang bernuansa satir penuh kritik terhadap pemerintah.

Dalam aksi sebelumnya Kepal SPI juga turun ke jalan untuk aksi yang sama, yakni penolakan terhadap Omnibus Law. Ditanya tentang alasan turun kejalan, Gonjes salah satu personil Kepal SPI mengatakan lasannya kepada Tugujatim.id.

“Kita ya memang harus hadir di aksi ini untuk memperingati bagaimana Dewan Perwakilan Rakyat sangat tidak aspiratif terhadap kegelisahan rakyat,” kata dia.

Sementara itu Lim, Koordinator Aksi, mengungkapkan penggunaan seni musik dan teatrikal sebagai media penyampaian aspirasi yang tidak repetitif.

“Kami nyari media yang enggak repetitif. Kita tidak mau menaruh garam di laut, jadi kita nyari kira-kira metode apa yang sekarang yang paling relevan buat temen-temen di aksi dari Gejayan,” paparnya.

Dia juga mengatakan bahwa acara yang di Gejayan pada tanggal 9 Oktober 2021 ini hanyalah pembukaan yang memungkinkan aksi selanjutnya yang mungkin lebih besar.

“Aksi hari ini jadi pembuka ke narasi-narasi selanjutnya sih, nanti mungkin ada konsodilasi lagi, teknis lapangan lagi untuk aksi berikutnya. Kemungkinan sekarang kita fokus di 20 Oktober di tiga tahun Jokowi,” kata dia.

Perhelatan Aksi yang dihadiri kurang lebih 300 massa ini berjalan dengan damai dan tertib. Selama aksi berjalan, masa aksi tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker dan membawa hand sanitizer pribadi.

“Kita berupaya semaksimal mungkin untuk ini sih, untuk mengingatkan masa aksi untuk menjaga protokol dan segala macam,” ujarnya.

Penulis : Laras Sri Utari

Editor : Herlianto. A

Tags: Aksi Mahasiswa dan PelajarGejayan MemanggilSelamatkan Warga YogyaYogyakarta

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Gubernur Khofifah soal kasus kematian di Jatim akibat COVID-19

30 Daerah di Jatim Nol Kematian Terkait COVID-19

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.