Jumat, September 25, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Arsitek vs AI: Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari Tegaskan Sentuhan Manusia Tak Tergantikan

Redaksi by Redaksi
Juni 26, 2026 10:05 am
in Pendidikan
Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok

Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kecerdasan buatan atau AI memang berkembang sangat pesat, namun dalam hal merancang bangunan, sentuhan serta kepekaan seorang arsitek tetap memiliki sisi personal yang tidak mudah digantikan.

Pesan inilah yang membakar semangat mahasiswa dalam gelaran Nata Karya 7.0 yang diadakan oleh Prodi Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Selasa, (23/06/2026).

READ ALSO

PKKMB Unikama Bedah Buku Rahasia Cinta Ilahi dan Spiritualitas Pendidikan Karakter

Sambut 32 Mahasiswa dari 23 Negara, FEB UB Kenalkan Budaya Nusantara di Cultural Day 2026

Berpusat di Studio 4A Gedung Arsitektur sesi talkshow sukses menjadi magnet, tidak hanya bagi seluruh angkatan mahasiswa arsitektur, tetapi juga dikunjungi mahasiswa dari kampus lain.

Baca Juga: Konsep Kedai Kopi Sukun dan Sentuhan Harley Davidson Hidupkan Pameran Nata Karya 7.0 Arsitektur ITN Malang

Hadir sebagai narasumber, Ar. Rani Yuni Wulandari, IAI., alumnus Arsitektur S-1, ITN Malang angkatan 2013 yang kini menahkodai Monarc Design Studio (MDS Architects).

Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok
Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok

Di hadapan para juniornya, arsitek yang berbasis di Pasuruan ini membedah topik hangat yang sedang dihadapi dunia profesional saat ini, yakni bagaimana arsitek harus berdampingan dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri.

“Kami banyak melakukan percobaan pakai AI untuk tata ruang atau mencari konsep fasad. Apalagi sekarang klien kami sering meminta satu tipe rumah dengan lima fasad berbeda, AI sangat membantu mempercepat proses generate itu. Tapi, ada hal yang tidak bisa digantikan oleh AI secanggih apapun, yaitu psikologi manusia dan rasa (feeling). Di dunia kerja nyata, analisis keilmuan dan kepekaan rasa kitalah yang memenangkan desainya,” ungkap Rani terbuka.

Baca Juga: ITN Malang Kantongi Lisensi Resmi Software Siemens, Modal Kuat Lulusan Terserap Dunia Kerja

Rani juga membagikan tips menghadapi tantangan klasik arsitek, yaitu ketika menghadapi klien yang menuntut proyek “murah, bagus, dan cepat,” atau bahkan mereka yang mempertanyakan mengapa tarif desain arsitek mahal padahal sekarang sudah ada AI.

Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok
Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok

“Kuncinya, arsitek harus percaya diri dengan apa yang akan disampaikan. Edukasi klien sejak awal. Kalau sudah punya sertifikasi, kita bisa pakai itu sebagai nilai tawar, kalau belum ya lewat kesepakatan-kesepakatan yang jelas,” tambahnya.

Membagikan perjalanan karirnya, Rani mengaku sudah mulai curi start dengan menjadi freelancer sejak kuliah semester 3 dan 4 demi mencari pengalaman. Mulai dari proyek kecil tak dibayar hingga menggarap rumah tinggal berukuran besar.

Lulus tahun 2017, ia sempat bekerja sebagai Fasilitator Teknik di Dinas PUPR Kabupaten Pasuruan (2018-2019), bergabung di PT Archimetric (2019-2020), hingga kini menjabat sebagai Senior Arsitek di PT Patraland Group sejak 2023.

Baca Juga: ITN Malang Kantongi Lisensi Resmi Software Siemens, Modal Kuat Lulusan Terserap Dunia Kerja

Sambil terus bekerja di perusahaan, setelah mendapatkan sertifikasi pada tahun 2021 ia mendirikan MDS bersama rekan sesama alumni ITN Malang.

“Awalnya Monarc Design Studio terdiri dari 4 anggota tim yang tersebar di Jawa Timur. Di usia produktif, memang paling berat menyamakan visi dan misi di tengah jalan, sampai akhirnya berbeda arah. Tapi kami tetap berhubungan baik, dan kemudian pada tahun 2023 resmi melakukan rebranding sebagai MDS Architects dengan personel baru 5 orang yang tersebar di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan,” ungkap Rani.

Saat ini timnya tengah menggarap proyek masif Master Plan Real Estate Mutiara Land Residence seluas 6,8 hektare. Hebatnya, rata-rata tim MDS masih melakoni double job dan kerap lembur di depan komputer hingga rapat malam hari demi membangun relasi dan memperluas jaringan.

Pesan Rani untuk mahasiswa saat ini sangat jelas dengan memanfaatkan teknologi, dan menjadikannya mitra berdampingan.

Mahasiswa arsitektur zaman sekarang dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis (critical thinking), rajin ikut sayembara, aktif di seminar, dan peka terhadap isu teknologi agar cepat beradaptasi saat masuk dunia kerja nanti.

“Perjalanan arsitek itu panjang, mahasiswa harus tahan banting dan punya semangat juang. Untuk branding sekarang sudah gampang, tinggal tunjukkan kemampuan lewat media sosial,” tegasnya.

Inspirasi ini ditangkap oleh peserta, salah satunya Casmira Carla Ina Prada, mahasiswi angkatan 2025 asal Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Carla sengaja merantau jauh ke Malang dengan misi besar, ingin membawa perubahan di daerah asalnya.

“Di Flores, profesi arsitek belum begitu dipercaya masyarakat, mereka lebih percaya tukang. Bahkan ada yang aslinya arsitek tapi akhirnya terpaksa mencari kerja ke Jawa atau Bali. Saya ingin mempelajari bagaimana caranya agar karya arsitek lokal bisa diterima di sana,” tutur Carla.

Carla lalu bercerita tentang awal mulanya terdampar di kampus ITN Malang. Ia menyukai dunia gambar sejak SMA karena impiannya bisa bekerja dari rumah, namun sempat kebingungan mencari kampus arsitektur.

“Waktu lagi scroll TikTok, saya tidak sengaja melihat live TikTok ITN Malang. Begitu tahu ada prodi Arsitektur, saya langsung putuskan kuliah di sini, padahal awalnya saya sama sekali tidak tahu Kota Malang itu ada di sebelah mana,” kenangnya sambil tertawa.

Masuk ke dunia perkuliahan sempat mematahkan ekspektasinya. Carla awalnya mengira gambar arsitektur harus sangat estetik dan penuh seni tingkat tinggi.

“Ternyata tidak begitu. Yang paling penting dari gambar arsitek adalah bagaimana orang lain bisa paham pesan dan maksud yang ingin kita sampaikan,” pungkasnya optimis.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis ITN Malang

Editor: Herlianto. A

Tags: Alumni ITN MalangArsitekturITN Malangkecerdasan buatan

Related Posts

Ach. Dhofir Zuhry (kiri) dan Dr. Sita Acetylena, M.Pd (kanan) dalam bedah buku di PKKMB Unikama 2026. Foto/dok
Pendidikan

PKKMB Unikama Bedah Buku Rahasia Cinta Ilahi dan Spiritualitas Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2026
Sambut 32 Mahasiswa dari 23 Negara, FEB UB Kenalkan Budaya Nusantara di Cultural Day 2026
Pendidikan

Sambut 32 Mahasiswa dari 23 Negara, FEB UB Kenalkan Budaya Nusantara di Cultural Day 2026

Kamis, 24 Sep 2026
Kunjungan jajaran pimpinan Unisma ke rumah maba disabilitas di Mojokerto. Foto: Dok.
Pendidikan

Unisma Kunjungi Rumah Mahasiswa Baru Difabel di Mojokerto, Wujud Nyata Kampus Inklusif

Kamis, 24 Sep 2026
Perkuat Tradisi Keilmuan, UIN Malang Resmi Kukuhkan 7 Guru Besar
Pendidikan

Perkuat Tradisi Keilmuan, UIN Malang Resmi Kukuhkan 7 Guru Besar

Kamis, 24 Sep 2026
Daftar PTN dengan Jurusan Psikologi Terbaik di Indonesia Versi QS, THE, SCImago 2026
Pendidikan

Daftar PTN dengan Jurusan Psikologi Terbaik di Indonesia Versi QS, THE, SCImago 2026

Kamis, 24 Sep 2026
POS AHASS TEFA milik SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen resmi beroperasi. Foto: dok. SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen
Advertorial

SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Resmikan POS AHASS TEFA, Perkuat Kesiapan Siswa Hadapi Dunia Industri

Rabu, 23 Sep 2026
Next Post
Ilustrasi haji dan umrah. (Foto/pixabay)

Tak Perlu Tunggu Lama, Pegadaian Malang Siap Wujudkan Impian Haji dan Umrah

BERITA POPULER

  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.