Jumat, Agustus 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Arsitek vs AI: Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari Tegaskan Sentuhan Manusia Tak Tergantikan

Redaksi by Redaksi
Juni 26, 2026 10:05 am
in Pendidikan
Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok

Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kecerdasan buatan atau AI memang berkembang sangat pesat, namun dalam hal merancang bangunan, sentuhan serta kepekaan seorang arsitek tetap memiliki sisi personal yang tidak mudah digantikan.

Pesan inilah yang membakar semangat mahasiswa dalam gelaran Nata Karya 7.0 yang diadakan oleh Prodi Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Selasa, (23/06/2026).

READ ALSO

Kuliah Lebih Cepat, Jadwal Pendaftaran Program RPL Unisma Tahun Akademik 2026/2027

Kota Malang Kekurangan Guru, Disdikbud Usulkan Rekrut 500 Guru Tahun 2027

Berpusat di Studio 4A Gedung Arsitektur sesi talkshow sukses menjadi magnet, tidak hanya bagi seluruh angkatan mahasiswa arsitektur, tetapi juga dikunjungi mahasiswa dari kampus lain.

Baca Juga: Konsep Kedai Kopi Sukun dan Sentuhan Harley Davidson Hidupkan Pameran Nata Karya 7.0 Arsitektur ITN Malang

Hadir sebagai narasumber, Ar. Rani Yuni Wulandari, IAI., alumnus Arsitektur S-1, ITN Malang angkatan 2013 yang kini menahkodai Monarc Design Studio (MDS Architects).

Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok
Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok

Di hadapan para juniornya, arsitek yang berbasis di Pasuruan ini membedah topik hangat yang sedang dihadapi dunia profesional saat ini, yakni bagaimana arsitek harus berdampingan dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri.

“Kami banyak melakukan percobaan pakai AI untuk tata ruang atau mencari konsep fasad. Apalagi sekarang klien kami sering meminta satu tipe rumah dengan lima fasad berbeda, AI sangat membantu mempercepat proses generate itu. Tapi, ada hal yang tidak bisa digantikan oleh AI secanggih apapun, yaitu psikologi manusia dan rasa (feeling). Di dunia kerja nyata, analisis keilmuan dan kepekaan rasa kitalah yang memenangkan desainya,” ungkap Rani terbuka.

Baca Juga: ITN Malang Kantongi Lisensi Resmi Software Siemens, Modal Kuat Lulusan Terserap Dunia Kerja

Rani juga membagikan tips menghadapi tantangan klasik arsitek, yaitu ketika menghadapi klien yang menuntut proyek “murah, bagus, dan cepat,” atau bahkan mereka yang mempertanyakan mengapa tarif desain arsitek mahal padahal sekarang sudah ada AI.

Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok
Alumnus Arsitektur ITN Malang Rani Yuni Wulandari. Foto/dok

“Kuncinya, arsitek harus percaya diri dengan apa yang akan disampaikan. Edukasi klien sejak awal. Kalau sudah punya sertifikasi, kita bisa pakai itu sebagai nilai tawar, kalau belum ya lewat kesepakatan-kesepakatan yang jelas,” tambahnya.

Membagikan perjalanan karirnya, Rani mengaku sudah mulai curi start dengan menjadi freelancer sejak kuliah semester 3 dan 4 demi mencari pengalaman. Mulai dari proyek kecil tak dibayar hingga menggarap rumah tinggal berukuran besar.

Lulus tahun 2017, ia sempat bekerja sebagai Fasilitator Teknik di Dinas PUPR Kabupaten Pasuruan (2018-2019), bergabung di PT Archimetric (2019-2020), hingga kini menjabat sebagai Senior Arsitek di PT Patraland Group sejak 2023.

Baca Juga: ITN Malang Kantongi Lisensi Resmi Software Siemens, Modal Kuat Lulusan Terserap Dunia Kerja

Sambil terus bekerja di perusahaan, setelah mendapatkan sertifikasi pada tahun 2021 ia mendirikan MDS bersama rekan sesama alumni ITN Malang.

“Awalnya Monarc Design Studio terdiri dari 4 anggota tim yang tersebar di Jawa Timur. Di usia produktif, memang paling berat menyamakan visi dan misi di tengah jalan, sampai akhirnya berbeda arah. Tapi kami tetap berhubungan baik, dan kemudian pada tahun 2023 resmi melakukan rebranding sebagai MDS Architects dengan personel baru 5 orang yang tersebar di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan,” ungkap Rani.

Saat ini timnya tengah menggarap proyek masif Master Plan Real Estate Mutiara Land Residence seluas 6,8 hektare. Hebatnya, rata-rata tim MDS masih melakoni double job dan kerap lembur di depan komputer hingga rapat malam hari demi membangun relasi dan memperluas jaringan.

Pesan Rani untuk mahasiswa saat ini sangat jelas dengan memanfaatkan teknologi, dan menjadikannya mitra berdampingan.

Mahasiswa arsitektur zaman sekarang dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis (critical thinking), rajin ikut sayembara, aktif di seminar, dan peka terhadap isu teknologi agar cepat beradaptasi saat masuk dunia kerja nanti.

“Perjalanan arsitek itu panjang, mahasiswa harus tahan banting dan punya semangat juang. Untuk branding sekarang sudah gampang, tinggal tunjukkan kemampuan lewat media sosial,” tegasnya.

Inspirasi ini ditangkap oleh peserta, salah satunya Casmira Carla Ina Prada, mahasiswi angkatan 2025 asal Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Carla sengaja merantau jauh ke Malang dengan misi besar, ingin membawa perubahan di daerah asalnya.

“Di Flores, profesi arsitek belum begitu dipercaya masyarakat, mereka lebih percaya tukang. Bahkan ada yang aslinya arsitek tapi akhirnya terpaksa mencari kerja ke Jawa atau Bali. Saya ingin mempelajari bagaimana caranya agar karya arsitek lokal bisa diterima di sana,” tutur Carla.

Carla lalu bercerita tentang awal mulanya terdampar di kampus ITN Malang. Ia menyukai dunia gambar sejak SMA karena impiannya bisa bekerja dari rumah, namun sempat kebingungan mencari kampus arsitektur.

“Waktu lagi scroll TikTok, saya tidak sengaja melihat live TikTok ITN Malang. Begitu tahu ada prodi Arsitektur, saya langsung putuskan kuliah di sini, padahal awalnya saya sama sekali tidak tahu Kota Malang itu ada di sebelah mana,” kenangnya sambil tertawa.

Masuk ke dunia perkuliahan sempat mematahkan ekspektasinya. Carla awalnya mengira gambar arsitektur harus sangat estetik dan penuh seni tingkat tinggi.

“Ternyata tidak begitu. Yang paling penting dari gambar arsitek adalah bagaimana orang lain bisa paham pesan dan maksud yang ingin kita sampaikan,” pungkasnya optimis.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis ITN Malang

Editor: Herlianto. A

Tags: Alumni ITN MalangArsitekturITN Malangkecerdasan buatan

Related Posts

Kuliah Lebih Cepat, Jadwal Pendaftaran Program RPL Unisma Tahun Akademik 2026/2027
Pendidikan

Kuliah Lebih Cepat, Jadwal Pendaftaran Program RPL Unisma Tahun Akademik 2026/2027

Kamis, 13 Agu 2026
Kota Malang Kekurangan Guru, Disdikbud Usulkan Rekrut 500 Guru Tahun 2027
Pendidikan

Kota Malang Kekurangan Guru, Disdikbud Usulkan Rekrut 500 Guru Tahun 2027

Kamis, 13 Agu 2026
Jumlah Siswa Sekolah Rakyat SRMP 14 Kota Batu Berkurang
Pendidikan

Jumlah Siswa Sekolah Rakyat SRMP 14 Kota Batu Berkurang

Kamis, 13 Agu 2026
Dosen ITN Malang Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., bersama keluarga setelah meraih gelar doktor dari IPB University. Foto/dok. ITN Malang
Pendidikan

Kembangkan Model Spasial Dinamis untuk Penanggulangan Kemiskinan Multidimensi, Dosen PWK ITN Malang Ardiyanto Maksimilianus Gai Raih Doktor dari IPB University

Kamis, 13 Agu 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang Dorong Penguatan Pendidikan dan Layanan Psikologi di Indonesia
Pendidikan

Fakultas Psikologi UIN Malang Dorong Penguatan Pendidikan dan Layanan Psikologi di Indonesia

Kamis, 13 Agu 2026
Polinema Beri Pendampingan BUMDes Wringinsongo untuk Memperkuat Pelaporan Keuangan Digital
Pendidikan

Polinema Beri Pendampingan BUMDes Wringinsongo untuk Memperkuat Pelaporan Keuangan Digital

Kamis, 13 Agu 2026
Next Post
Ilustrasi haji dan umrah. (Foto/pixabay)

Tak Perlu Tunggu Lama, Pegadaian Malang Siap Wujudkan Impian Haji dan Umrah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.