MALANG, Tugumalang.id – Akses transportasi publik menuju wilayah Malang Selatan akan semakin mudah. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur berencana mengoperasikan Koridor 2 Trans Jatim yang menghubungkan Terminal Arjosari Kota Malang dengan Terminal Talangagung Kepanjen mulai Oktober 2026.
Kehadiran koridor baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperluas layanan angkutan massal, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di Kabupaten Malang, khususnya kawasan Malang Selatan.
Kepala Dishub Kabupaten Malang, Eko Margianto, membenarkan rencana pengoperasian koridor baru tersebut. Meski demikian, hingga kini trayek final yang akan digunakan masih menunggu keputusan dari Dishub Provinsi Jawa Timur.
“Kami mengusulkan tiga rute, tapi kami menunggu petunjuk dari Provinsi,” ujar Eko.
Baca juga: Kabar Gembira, Bus Trans Jatim Rute Kepanjen-Arjosasi Disiapkan di 2026
Tiga Alternatif Rute Trans Jatim Koridor 2
Dishub Kabupaten Malang telah mengajukan tiga alternatif jalur yang dapat digunakan untuk Koridor 2 Trans Jatim.
Alternatif pertama adalah jalur barat dengan lintasan Terminal Arjosari – Terminal Hamid Rusdi – Pertigaan Kacuk – Pakisaji – Kepanjen – Terminal Talangagung.
Alternatif kedua merupakan jalur tengah yang melewati Terminal Arjosari – Terminal Hamid Rusdi – Desa Sempalwadak, Bululawang – Desa Karangduren, Pakisaji – Kepanjen – Terminal Talangagung.
Sementara alternatif ketiga adalah jalur timur dengan rute Terminal Arjosari – Terminal Hamid Rusdi – Bululawang – Gondanglegi – Kepanjen – Terminal Talangagung.
Menurut Eko, seluruh opsi tersebut masih dalam tahap pembahasan dan menunggu penetapan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Jalur Timur Dinilai Dukung Pariwisata Malang Selatan
Eko berharap jalur yang dipilih nantinya adalah rute timur. Pasalnya, koridor tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Malang Selatan.
Kawasan Gondanglegi merupakan salah satu akses utama menuju berbagai destinasi wisata pantai di Kecamatan Bantur dan wilayah sekitarnya. Dengan adanya layanan Trans Jatim, wisatawan maupun masyarakat diharapkan memiliki pilihan transportasi yang lebih mudah dan terjangkau.
“Terminal Talangagung sudah siap untuk dijadikan tempat transit. Mungkin butuh sedikit pembenahan,” kata Eko.
Selain mendukung sektor wisata, jalur timur juga dinilai strategis karena terdapat usulan pembangunan exit tol di wilayah Gondanglegi.
“Selain itu juga ada usulan exit tol di Gondanglegi,” imbuhnya.
Baca juga: Jatim Park x Muklay Hadir di Bus Trans Jatim, Perjalanan Wisata Batu Kini Lebih Artsy
Siapkan 15 Armada dan Inventarisasi Titik Pemberhentian
Terkait jumlah halte maupun titik pemberhentian, Dishub Kabupaten Malang masih menunggu keputusan final mengenai rute yang akan dipilih.
Setelah trayek ditetapkan, pihaknya akan melakukan inventarisasi titik pemberhentian yang dapat digunakan sebagai lokasi naik dan turun penumpang.
Eko menjelaskan bahwa konsep fasilitas pemberhentian juga masih menunggu arahan dari Dishub Provinsi Jawa Timur. Sebab, pada koridor Trans Jatim yang telah beroperasi sebelumnya, beberapa titik pemberhentian hanya menggunakan penanda atau rambu tanpa pembangunan halte permanen.
“Kami masih menunggu petunjuk terkait sarana dan prasarana. Seperti di koridor satu kan tidak harus berupa halte, hanya semacam rambu. Apakah bisa seperti itu atau tidak,” jelasnya.
Sementara itu, Dishub Kabupaten Malang bersama pihak terkait juga masih mendiskusikan nama resmi yang akan digunakan untuk Koridor 2 Trans Jatim tersebut.
Untuk mendukung operasional layanan, Dishub Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan sebanyak 15 unit armada bus. Dari jumlah tersebut, satu unit akan difungsikan sebagai armada cadangan guna memastikan layanan tetap berjalan optimal saat terjadi kendala operasional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


















