Kota Batu, Tugumalang.id – Di tengah kekhawatiran penggunaan gawai yang semakin sulit dipisahkan dari kehidupan anak-anak, SDN 1 Bulukerto di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu justru memilih pendekatan berbeda. Sekolah dasar negeri ini mengubah gadget yang kerap dianggap mengganggu proses belajar menjadi sarana pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan produktif.
Melalui program Kelas Digital dan Portofolio Digital, para siswa diajak memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar sehari-hari. Inovasi tersebut digagas oleh salah satu wali kelas, Ika Catur, sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Jika sebelumnya lembar kerja peserta didik hanya berbentuk kertas yang mudah rusak atau hilang, kini berbagai tugas dan hasil belajar dikemas dalam bentuk digital yang lebih menarik dan mudah diakses kapan saja.
Baca juga: Menengok SD Negeri di Kota Batu dengan Tata Kelola Sampah yang Baik
Berawal dari Keprihatinan terhadap Lembar Kerja Konvensional
Ika Catur menjelaskan, gagasan membuat portofolio digital muncul dari pengamatannya terhadap lembar kerja siswa yang selama ini masih didominasi media kertas.
“Selama ini lembar kerja peserta didik masih banyak yang menggunakan kertas dan umumnya tidak terakomodir dengan baik. Kertasnya bisa lusuh, tampilannya juga itu-itu saja sehingga kurang memacu semangat belajar anak,” ujarnya.
Dari kondisi tersebut, ia mulai mengembangkan konsep Kelas Digital yang memungkinkan siswa menyimpan tugas, mengakses materi pembelajaran, melakukan absensi, hingga melihat perkembangan perilaku harian secara digital.
Untuk mendukung program tersebut, siswa memanfaatkan berbagai aplikasi seperti Canva dan CapCut untuk membuat presentasi, tugas kreatif, hingga portofolio digital yang lebih menarik secara visual.
Baca juga: Cetak Talenta Baru Seni dan Sastra, Disdik Kota Batu Gelar FLS3N SMP/MTs 2026
Kelas Digital Bantu Siswa Belajar dari Rumah
Melalui sistem Kelas Digital, materi pembelajaran yang telah dipelajari di sekolah dapat diakses kembali saat siswa berada di rumah. Hal ini membantu peserta didik mengulang pelajaran secara mandiri.
“Di situ ada Google Form yang terus diperbarui sehingga ketika di rumah anak-anak dapat mengingat kembali materi yang telah mereka pelajari. Bagi siswa kelas 6 yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), kelas digital ini sangat membantu,” tambahnya.
Program tersebut semakin optimal berkat dukungan perangkat Chromebook dan akun belajar yang difasilitasi pemerintah. Materi pembelajaran dapat diperbarui secara berkala dan diakses ulang oleh siswa kapan saja sesuai kebutuhan.
Menurut Ika, pendekatan ini juga menjadi jawaban atas tantangan penggunaan telepon pintar yang kini hampir dimiliki seluruh anak.
“Memang kita tidak bisa menutup mata. Hampir semua anak menggunakan HP dan itu sulit dibendung. Bahkan menjadi keluhan banyak orang tua. Karena itu kami mencoba menjadikan HP sebagai alat penghubung untuk mengakses sumber-sumber edukatif,” katanya.
Siapkan Generasi Adaptif di Era Digital
Pemanfaatan teknologi digital di SDN 1 Bulukerto menjadi bagian dari program unggulan sekolah yang dirancang secara kolektif oleh para guru bersama kepala sekolah.
Tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, sekolah juga mengintegrasikan pendidikan karakter, keagamaan, lingkungan, budaya, dan olahraga untuk membentuk peserta didik yang memiliki kompetensi lengkap.
Kepala SDN 1 Bulukerto, Raden Roro Sri Noviani Wulandari, mengatakan bahwa transformasi digital dalam pembelajaran menjadi salah satu fokus pengembangan sekolah ke depan.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diterima secara positif tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pendidikan.
“Kami ingin pembelajaran unggul menghasilkan murid yang bertakwa, cerdas, inovatif, peduli lingkungan, dan responsif terhadap zaman. Dengan program unggulan ini, kami percaya seluruh potensi murid bisa berkembang optimal,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: jatmiko


















