Malang – Pemerintah Kota Malang tengah mematangkan skema baru pengelolaan sampah yang tidak lagi hanya berfokus pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyiapkan sistem pengolahan sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang menjelaskan, penataan infrastruktur pengelolaan sampah di Kota Malang nantinya akan didukung melalui APBD, bantuan pemerintah pusat, hingga lembaga internasional.
Diketahui, Kota Malang saat ini juga masuk dalam 10 kota prioritas nasional dalam program LSDP atau Local Service Delivery Improvement Project yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kemendagri RI bekerja sama dengan lembaga internasional.
Peluang Bantuan Rp 130 Miliar untuk Infrastruktur Sampah
Melalui program LSDP, Raymond mengatakan Kota Malang berpeluang memperoleh bantuan anggaran mencapai Rp 120-130 miliar. Anggaran tersebut nantinya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur pengolahan sampah di tingkat hulu yang lebih terintegrasi.
“Ini kami masih memperbarui studi kelayakannya. Karena sesuai arahan terbaru, itu adalah untuk pembangunan TPST dan TPST 3R, termasuk moda transportasinya,” kata Raymond.
Baca juga: DLH Kota Malang Bangun Komitmen Transformasi Wujudkan Kota Bersih dan Berkelanjutan
Untuk lokasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPST Reduce, Reuse, Recycle (3R), pihaknya saat ini masih melakukan kajian. Sebab, lokasi pembangunan membutuhkan lahan yang memadai sekaligus dukungan masyarakat sekitar.
“Untuk TPST 3R memang butuh lahan yang cukup luas. Idealnya sekitar 1.000 meter persegi agar pengolahannya bisa optimal,” ujarnya.
Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Kota Malang
Raymond menegaskan, pelaksanaan program LSDP nantinya tidak hanya memanfaatkan TPST 3R yang sudah ada di Kota Malang, tetapi juga pembangunan infrastruktur baru. Langkah tersebut sekaligus untuk memperluas jumlah dan jangkauan TPST maupun TPST 3R di Kota Malang.
Pembangunan TPST dan TPST 3R memungkinkan sampah dari permukiman dipilah hingga diolah menjadi barang bernilai ekonomis. Selain itu, langkah tersebut juga berpotensi mengurangi beban penumpukan sampah di TPA Supit Urang yang saat ini menerima 500-600 ton sampah per hari.
“Memang sistem pengelolaan sampahnya nanti dari hulu ke hilir. Jadi infrastrukturnya dikuatkan baik di hulu dan di hilir,” urainya.
Sementara itu, untuk infrastruktur pengelolaan sampah di tingkat hilir, Raymond mengungkapkan pengembangan dan optimalisasi fasilitas teknologi di TPA Supit Urang juga diproyeksikan mendapat dukungan pendanaan melalui program Emission Reduction in Cities (ERiC).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























