Monday, July 6, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen

Redaksi by Redaksi
May 23, 2026 5:53 pm
in News
[17.36, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen MALANG, Tugumalang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi. Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi. “Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini. Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare. Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso. Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil. “Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya. Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan. “Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: Kabupaten Malang kembangkan padi sukma, potensi produktivitas naik 30 persen Keyword: padi, padi sukma, padi malang, produktivitas padi [17.37, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Panen raya padi sukma di Turen, beberapa waktu lalu. Foto: Pemkab Malang

[17.36, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen MALANG, Tugumalang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi. Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi. “Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini. Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare. Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso. Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil. “Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya. Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan. “Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: Kabupaten Malang kembangkan padi sukma, potensi produktivitas naik 30 persen Keyword: padi, padi sukma, padi malang, produktivitas padi [17.37, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Panen raya padi sukma di Turen, beberapa waktu lalu. Foto: Pemkab Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi.

Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani.

READ ALSO

Cerita Tour Leader (TL) Chatour Travel asal Kaltara: Chemistry dengan Jemaah yang Kuat hingga Pertolongan Allah SWT yang Nyata

Volume Kendaraan di Kota Batu Naik 40 Persen di Pekan Awal Liburan Sekolah

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi.

Baca Juga: Petani Kota Malang Panen 8 Ton Padi per Hektar, Wali Kota Malang: Ini Luar Biasa!

“Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini.

Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare.

Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso.

Baca Juga: Panen Raya, Petani Clumprit Hasilkan 2 Ribu Ton Padi

Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil.

“Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan.

“Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: padipadi malangpadi sukmaproduktivitas padi

Related Posts

Cerita Tour Leader Chatour Travel, Yayuk Gendis rasakan 12 hari mendampingi jemaah menjalankan ibadah umrah yang penuh makna. /Foto: Dok. Chatour Travel.
News

Cerita Tour Leader (TL) Chatour Travel asal Kaltara: Chemistry dengan Jemaah yang Kuat hingga Pertolongan Allah SWT yang Nyata

Monday, 6 Jul 2026
Volume Kendaraan di Kota Batu Naik 40 Persen di Pekan Awal Liburan Sekolah
News

Volume Kendaraan di Kota Batu Naik 40 Persen di Pekan Awal Liburan Sekolah

Sunday, 5 Jul 2026
hotel di kota batu - Reservasi Hotel di Kota Batu Tembus 70 Persen, PHRI Optimistis Capai 90 Persen
News

Reservasi Hotel di Kota Batu Tembus 70 Persen, PHRI Optimistis Capai 90 Persen

Sunday, 5 Jul 2026
Kastomo Dikukuhkan sebagai Ketua IKA PMII Rayon Alkindi FKIP Unisma 2026-2031
News

Kastomo Dikukuhkan sebagai Ketua IKA PMII Rayon Alkindi FKIP Unisma 2026-2031

Sunday, 5 Jul 2026
Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 5 Juli 2026: Cerah Disertai Udara Kabur
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 5 Juli 2026: Cerah Disertai Udara Kabur

Sunday, 5 Jul 2026
Juni 2026, BMKG Catat 698 Gempa Bumi Guncang Jawa Timur dan Sekitarnya
News

Juni 2026, BMKG Catat 698 Gempa Bumi Guncang Jawa Timur dan Sekitarnya

Saturday, 4 Jul 2026
Next Post
Uji sertifikasi kompetensi bagi lulusan ITN Malang. Foto/dok. ITN Malang

Lulus 100 Persen, Lulusan ITN Malang Kantongi Sertifikat Kompetensi Konstruksi Jenjang 7

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.