Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen

Redaksi by Redaksi
Mei 23, 2026 5:53 pm
in News
[17.36, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen MALANG, Tugumalang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi. Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi. “Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini. Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare. Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso. Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil. “Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya. Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan. “Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: Kabupaten Malang kembangkan padi sukma, potensi produktivitas naik 30 persen Keyword: padi, padi sukma, padi malang, produktivitas padi [17.37, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Panen raya padi sukma di Turen, beberapa waktu lalu. Foto: Pemkab Malang

[17.36, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen MALANG, Tugumalang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi. Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi. “Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini. Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare. Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso. Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil. “Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya. Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan. “Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: Kabupaten Malang kembangkan padi sukma, potensi produktivitas naik 30 persen Keyword: padi, padi sukma, padi malang, produktivitas padi [17.37, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Panen raya padi sukma di Turen, beberapa waktu lalu. Foto: Pemkab Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi.

Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani.

READ ALSO

Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran

Truk Damkar Terguling di Oro-Oro Ombo, Lima Orang Luka-Luka

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi.

Baca Juga: Petani Kota Malang Panen 8 Ton Padi per Hektar, Wali Kota Malang: Ini Luar Biasa!

“Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini.

Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare.

Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso.

Baca Juga: Panen Raya, Petani Clumprit Hasilkan 2 Ribu Ton Padi

Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil.

“Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan.

“Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: padipadi malangpadi sukmaproduktivitas padi

Related Posts

Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran
News

Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran

Jumat, 28 Agu 2026
Truk Damkar Terguling di Oro-Oro Ombo, Lima Orang Luka-Luka
News

Truk Damkar Terguling di Oro-Oro Ombo, Lima Orang Luka-Luka

Jumat, 28 Agu 2026
Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
News

Gus Yahya Tegaskan NU Harus Jadi Penyangga Program Pemerintah

Jumat, 28 Agu 2026
Rais Syuriyah PWNU Jateng Ingatkan Bahaya Politik Transaksional di Muktamar
News

Rais Syuriyah PWNU Jateng Ingatkan Bahaya Politik Transaksional di Muktamar

Jumat, 28 Agu 2026
Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
News

Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

Jumat, 28 Agu 2026
Wali Kota Batu Lepas Peserta Muktamar NU dari Balai Kota Among Tani
News

Wali Kota Batu Lepas Peserta Muktamar NU dari Balai Kota Among Tani

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Uji sertifikasi kompetensi bagi lulusan ITN Malang. Foto/dok. ITN Malang

Lulus 100 Persen, Lulusan ITN Malang Kantongi Sertifikat Kompetensi Konstruksi Jenjang 7

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.