Tugumalang.id – Tidur menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Ada banyak informasi di internet tentang bahaya tidur kurang dari 7 jam yang malah membuat kita merasa cemas akan terkena penyakit berbahaya.
Apakah anggapan itu sudah sepenuhnya benar? Simak Penjelasan Dr. Jen Gunter berikut.
Menurut Dr. Jen Gunter dalam program Body Stuff di TED, argumen yang menakutkan tentang kurang tidur memiliki dua kesalahan besar.
1. Perbedaan Kebutuhan Tidur Tiap Orang
Kesalahan pertama adalah informasi tersebut tidak sepenuhnya akurat. Memang benar bahwa orang dewasa disarankan tidur selama tujuh hingga delapan jam, tetapi angka itu sebenarnya hanyalah rata-rata.
Baca Juga: Manfaat Tidur Tanpa Bantal bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Dr. Jen Gunter menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan waktu tidur yang berbeda-beda. “Beberapa orang dewasa butuh delapan jam, tetapi beberapa orang baik-baik saja hanya dengan enam jam,” kata Dr. Jen Gunter.
Jadi, fokus hanya pada angka tujuh atau delapan jam membuat kita lupa bahwa kebutuhan tidur setiap manusia itu bervariasi.
2. Terobsesi dengan “Tidur Sempurna”
Kesalahan kedua adalah banyak orang menggunakan alat pelacak tidur atau sleep tracker sebagai Solusi untuk mendapatkan tidur yang sempurna. Bukannya membantu, Dr. Jen Gunter menyebutkan, alat ini justru bisa membuat sebagian orang menjadi terlalu terobsesi dengan data tidur mereka.
Ia juga menyebutkan bahwa obsesi ini bisa memicu kondisi baru yang disebut orthosomnia. Dr. Gunter mengatakan orthosomniamerupakan sebuah keasyikan dengan kebutuhan konstan untuk mencapai tidur yang sempurna.
Baca Juga: Sering Bangun Tidur dengan Jantung Berdebar? Ini Penjelasan Ahli
Kondisi ini ironisnya, menyebabkan lebih banyak masalah tidur. Rasa cemas karena takut tidak mendapatkan tidur yang cukup justru membuat kita tetap terjaga di malam hari.
Cara Mengetahui Kualitas Tidur
Oleh karena itu, Dr. Jen Gunter menyarankan agar kita berhenti terpaku pada angka atau jumlah jam tidur. Ia menyarankan kita untuk menanyakan tiga pertanyaan sederhana pada diri sendiri:
• Apakah saya merasa cukup segar di siang hari?
• Apakah saya biasanya tidur sepanjang malam tanpa gangguan? Atau jika terbangun, apakah saya bisa tidur lagi dengan mudah?
• Bisakah saya tetap terjaga sepanjang hari tanpa ketiduran secara tidak sengaja?
Jika jawaban untuk ketiga pertanyaan tersebut adalah “ya”, Dr. Jen Gunter mengatakan untuk tidak perlu mengkhawatirkan kualitas tidur lagi. Namun jika masih ada pertanyaan yang memiliki jawaban tidak, maka Dr. Jen Gunter memberikan beberapa Solusi.
Solusi Mengatasi Susah Tidur
Lalu, bagaimana jika kita benar-benar kesulitan tidur? Dr. Jen Gunter menyarankan untuk tidak langsung membeli alat pelacak tidur yang mahal. Langkah pertama yang harus diambil adalah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada masalah medis tersembunyi.
Selain itu, bisa juga dengan mencoba terapi perilaku kognitif khusus untuk insomnia, yang dikenal sebagai CBT-I. Dr. Jen Gunter menjelaskan bahwa terapi ini sangat efektif karena tidak melibatkan obat-obatan dan memiliki tingkat kegagalan yang sangat rendah. Bersantailah, karena tidur yang baik tidak harus selalu tepat delapan jam.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A
























