Tugumalang.id – Wabah hantavirus merebak di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Kepulauan Canary, Spanyol. Hingga Kamis (7/5/2026), World Health Organizations (WHO) menerima laporan delapan kasus hantavirus dan tiga pasien di antaranya telah meninggal dunia.
Melansir situs resmi WHO, Hantavirus adalah virus zoonotik yang secara alami menginfeksi hewan pengerat seperti tikus dan kadang-kadang dapat menular ke manusia. Berikut beberapa fakta Hantavirus yang perlu diketahui:
1. Hantavirus secara alami menginfeksi hewan pengerat
Hantavirus termasuk dalam keluarga Hantaviridae, dalam ordo Bunyavirales. Setiap hantavirus biasanya berkaitan dengan spesies hewan pengerat tertentu sebagai inang alami.
Baca Juga: Bukan Karena Virus, Belasan Domba Mati di Sumbermanjing Wetan Akibat Keracunan
Hantavirus dapat menyebabkan infeksi jangka panjang tanpa menimbulkan gejala penyakit pada hewan tersebut. Meskipun banyak spesies hantavirus telah diidentifikasi di seluruh dunia, hanya sebagian kecil yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.
2. Infeksi Hantavirus jarang terjadi pada manusia
Infeksi hantavirus relatif jarang terjadi secara global. Meski demikian, bukan berarti tidak ada laporan kematian yang dikaitkan dengan infeksi hantavirus.
Diperkirakan terdapat 10.000 hingga lebih dari 100.000 infeksi setiap tahun di seluruh dunia. Kasus terbesar berada di Asia dan Eropa.
3. Gejala infeksi Hantavirus
Pada manusia, gejala biasanya mulai muncul antara satu hingga delapan minggu setelah paparan, tergantung pada jenis virusnya. Pada umumnya, gejala meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, serta gejala saluran cerna seperti sakit perut, mual, atau muntah.
Baca Juga: Tips Jitu Hindari Penyebaran Virus Demam Berdarah
Infeksi Hantavirus jenis tertentu dapat berkembang dengan cepat menjadi batuk, sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, dan syok. Sementara jenis lainnya dapat meliputi tekanan darah rendah, gangguan perdarahan, dan gagal ginjal.
4. Pencegahan infeksi Hantavirus
Pencegahan infeksi hantavirus bergantung pada upaya mengurangi kontak antara manusia dan hewan pengerat. Langkah-langkah yang efektif meliputi:
* Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja
* Menutup celah yang memungkinkan hewan pengerat masuk ke bangunan
* Menyimpan makanan dengan aman
* Membersihkan area yang terkontaminasi hewan pengerat
* Basahi area yang terkontaminasi kotoran hewan pengerat sebelum dibersihkan
* Cuci tangan dengan sabun
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























